PROBOLINGGO - Polres Probolinggo selama dua pekan mulai tanggal 14 sampai dengan 27 Juli 2025 telah menggelar Operasi Patuh Semeru 2025.
Melalui upaya-upaya preemtif dan preventif, Polisi berhasil membangun budaya sadar tertib berlalu lintas kepada masyarakat.
Baca juga: Oknum Polres Probolinggo Ditangkap Jatanras Polda Jatim, Terkait Tewasnya Mahasiswi UMM
Selama kegiatan operasi tersebut Satlantas Polres Probolinggo dan jajaran, melakukan berbagai penyuluhan Kamseltibcarlantas, sosialisasi ke media massa maupun media sosial, dan turun langsung ke daerah rawan laka lantas.
Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif mengatakan, melalui Operasi Patuh Semeru 2025 diharapkan masyarakat dapat lebih sadar dan menjadikan budaya tertib berlalu lintas, sehingga dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas.
Selain melalui kegiatan preemtif dan preventif, menurut AKBP Latif, anggotanya juga telah melakukan langkah represif atau penegakan hukum bagi para pelanggar peraturan lalu lintas selama Operasi Patuh Semeru 2025.
Baca juga: Pelaku Pembegalan Dokter di Jalan Cokroaminoto Ditangkap Polisi
"Pada Operasi Patuh Semeru 2025, Polres Probolinggo tidak hanya melaksanakan kegiatan preemtif, preventif melainkan juga penegakan hukum. Hal ini kami lakukan agar masyarakat disini peduli terhadap keselamatan dirinya sendiri maupun keselamatan orang lain," kata Kapolres Kamis, 31 Juli 2025.
Dari data pelaksanaan penegakan hukum pada Operasi Patuh Semeru 2025, tercatat Polres Probolinggo melakukan tilang ETLE 1.278, tilang manual sebanyak 928, teguran sebanyak 6.488. Ada 145 kendaraan di Tahan karena kendaraan yang tidak standar dan tidak dapat menunjukan surat-surat kendaraan resmi.
Langkah preemtif dan preventif dibarengi penegakan hukum ini terbukti efektif sebab angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Probolinggo menurun dari tahun sebelumnya.
Baca juga: Dukung Ketahanan Pangan, Polres Probolinggo Tanam Jagung Kuartal IV di Desa Sidodadi Paiton
"Jumlah kejadian laka lantas pada Operasi Patuh Semeru 2025, yang telah dilaksanakan selama 14 hari telah terjadi penurunan jumlah kejadian laka lantas dari 17 kejadian menjadi 13 kejadian. Atau bila dikalkulasikan, kejadian laka lantas di wilayah Kabupaten Probolinggo mengalami penurunan sebanyak 24 persen dibandikan Operasi Patuh Semeru 2024," tutur AKBP Latif.
Meski Operasi Patuh Semeru 2025 telah berakhir. Polres Probolinggo akan selalu memberikan edukasi kepada masyarakat tentang tertib berlalu lintas. Namun, apabila ditemukan pengendara yang tidak mematuhi aturan dan membahayakan pengendara lainnya akan dilakukan langkah penegakan hukum. (NUR)
Editor : Redaksi