SURABAYA – Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Surabaya, Ajeng Wira Wati, menyerap berbagai aspirasi warga saat menggelar reses di daerah pemilihan (Dapil) 1 yang meliputi Kecamatan Gubeng, Bubutan, Krembangan, Tegalsari, Genteng, dan Simokerto.
Dalam pertemuan tersebut, Ajeng banyak menerima masukan terkait kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari pendidikan, rumah tidak layak huni (Rutilahu), hingga keamanan lingkungan.
Baca juga: Anas Karno: Warga Butuh Kepastian, Respons Sederhana Bisa Bangun Kepercayaan
Di bidang pendidikan, warga menyoroti minimnya SMP negeri di kawasan Gubeng. Mereka mengusulkan agar aset Pemkot Surabaya yang mangkrak bisa dialihfungsikan menjadi sekolah baru. Salah satunya aset di Jalan Pucang Anom Timur No. 32 yang dulunya digunakan Perguruan Ilmu Sejati, serta lahan eks pabrik karung di Jalan Ngagel Timur seluas lebih dari 4 hektare.
“Jika aset ini dimanfaatkan untuk SMPN atau Sekolah Rakyat, maka kebutuhan pendidikan akan lebih merata dan anak-anak tidak kesulitan mendapatkan kuota sekolah,” jelas Ajeng.
Baca juga: Pimpinan DPRD Surabaya Desak Spa di HR Muhammad Ditutup Permanen
Selain pendidikan, warga juga mengeluhkan masih banyaknya rumah tidak layak huni (Rutilahu). Mereka berharap Pemkot memperluas cakupan bantuan agar lebih banyak keluarga prasejahtera bisa merasakan hunian yang layak.
Masalah keamanan kampung juga mencuat. Warga meminta pemasangan CCTV di lingkungan perkampungan untuk mencegah tindak kriminal dan menciptakan rasa aman.
Baca juga: Refleksi HJKS ke-733, Ketua DPRD Surabaya Soroti Pentingnya Pendidikan, Kesehatan, dan Hunian Layak
Menanggapi hal itu, Ajeng menegaskan akan memperjuangkan seluruh aspirasi yang masuk.
“Pendidikan, hunian layak, dan keamanan adalah kebutuhan dasar masyarakat. Kami di DPRD akan mengawal agar aspirasi ini mendapat perhatian serius Pemkot Surabaya,” tegasnya. (dims)
Editor : Redaksi