SURABAYA, bacasaja.id — Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, Baktiono, mendesak Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Yekape Surabaya agar tidak hanya mengejar pasar menengah ke atas, tetapi fokus membangun hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Surabaya.
Desakan itu disampaikan saat rapat pembahasan RAPBD 2026 bersama jajaran PT Yekape, Senin (20/10/2025). Baktiono menilai perusahaan milik Pemkot Surabaya tersebut belum menunjukkan komitmen nyata terhadap amanat RPJMD, khususnya pembangunan hunian vertikal “Gangpartemen” di kawasan padat penduduk.
Baca juga: KBS Jadi Perumda, Ketua Komisi B Ingatkan Jangan Bebani Pengunjung
“Artinya, tidak melulu menggarap pasar menengah ke atas. Apalagi mereka sedang sibuk mengembangkan proyek di Sidoarjo dan Gresik,” ujar politisi PDI Perjuangan itu.
Baktiono mengungkapkan, saat ini terdapat 12.000 kepala keluarga (KK) di Surabaya yang masih mengantre untuk memperoleh rumah susun. Karena itu, PT Yekape diminta berperan aktif membantu pemerintah daerah memenuhi kebutuhan hunian rakyat.
“Kami menantang PT Yekape membangun rusun di Surabaya. Untung tetap ada, tapi orientasinya bukan semata profit. Ini soal keadilan sosial bagi warga kota,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa jika hanya mengandalkan program dari pemerintah pusat, penyediaan lahan akan sulit karena keterbatasan ruang di perkotaan. Menurutnya, Yekape harus berani membeli lahan di wilayah Surabaya dan tidak memperluas usaha ke luar kota.
Baca juga: Kader IPNU Harus Dua Langkah Lebih Maju, Faridz Afif Tekankan Pentingnya Pendidikan hingga S2
“Beli tanah di Surabaya, bukan di Gresik atau Sidoarjo. Banyak kawasan kumuh di gang-gang padat penduduk yang bisa direvitalisasi untuk rusun,” ujarnya.
Melalui program Rehabilitasi Sosial Daerah Kumuh (RSDK), Baktiono mendorong agar PT Yekape membeli lahan-lahan kecil di permukiman padat, membebaskan bangunan lama, lalu membangun Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) dengan harga terjangkau sekitar Rp 4 juta per meter persegi.
“Dengan ukuran 24 meter persegi atau sekitar Rp 100 juta, warga yang bergaji UMK bisa mencicil rumahnya. Yekape tetap untung dan rakyat terbantu,” jelasnya.
Baktiono juga mendorong kerja sama Yekape dengan kalangan pengusaha dan perbankan agar proyek tersebut bisa direalisasikan.
Menanggapi hal itu, Anang, perwakilan PT Yekape, menyebut pihaknya telah membangun dua tower di kawasan Wonosakti sebanyak 24 unit dengan harga Rp 300 juta per unit. “Pada 2026 kami akan melakukan kajian terhadap tanah di sisi timur Eco Wonosakti,” ujarnya.
Dalam RAPBD 2026, PT Yekape menargetkan pendapatan Rp 98 miliar lebih, laba bersih Rp 30 miliar, dan deviden sekitar Rp 18 miliar bagi Pemkot Surabaya. (dims)
Editor : Redaksi