SURABAYA - Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, Herlina Harsono Njoto, menerima kunjungan 175 mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya dalam kegiatan perkuliahan lapangan bertema psikologi politik, Senin (01/12/2025).
Herlina menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari mata kuliah wajib Psikologi Politik yang diikuti mahasiswa semester 3. Pada kesempatan itu, ia memberikan pemaparan mengenai dinamika perilaku politik di Surabaya.
Baca juga: Komisi D DPRD Surabaya Pastikan Kuota SPMB 2026 Cukup
“Membaca dinamika politik secara psikologis itu penting. Mahasiswa belajar menganalisa gaya kepemimpinan dan kepribadian, yang kemudian dikorelasikan dengan teori dan hasil penelitian,” ujar Herlina.
Sebagai alumni Psikologi UNTAG, Herlina menyampaikan materi yang menyoroti relasi antara perilaku politik, komunikasi massa, serta pola kepemimpinan para aktor politik. Mahasiswa diajak menganalisis tokoh politik, gaya komunikasi, pengambilan kebijakan, hingga interaksi para pemimpin dengan masyarakat.
Baca juga: Anas Karno: Warga Butuh Kepastian, Respons Sederhana Bisa Bangun Kepercayaan
“Mahasiswa psikologi ini kritis. Mereka tidak hanya menangkap hal positif di media sosial atau media massa, tapi juga melihat dinamika psikologis serta cara politisi berkomunikasi dengan publik,” ungkap legislator Partai Demokrat tersebut.
Dalam diskusi, beberapa mahasiswa mengangkat pertanyaan seputar pencitraan, empati politik, serta relevansinya dalam komunikasi kekuasaan. Mereka juga menelaah dampak psikologis dari kebijakan publik yang diterapkan pemerintah.
Baca juga: Pimpinan DPRD Surabaya Desak Spa di HR Muhammad Ditutup Permanen
Herlina menegaskan bahwa mata kuliah psikologi politik tidak bertujuan mengajarkan praktik politik, tetapi melatih kemampuan analisis terhadap kebijakan, kepribadian pemimpin, gaya kepemimpinan, serta pola komunikasi politik.
“Ini penting untuk mengasah kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan sekitar, terutama terhadap kebijakan-kebijakan yang lahir di ruang publik,” pungkasnya. (dims)
Editor : Redaksi