SURABAYA — Ketua Fraksi Gerindra sekaligus Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Ajeng Wira Wati, menghadiri Musyawarah Kelurahan (Muskel) Airlangga di Kecamatan Gubeng. Forum ini menjadi ruang penting bagi warga untuk menyampaikan harapan serta menyusun rencana pembangunan lingkungan secara partisipatif.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari Ketua LKMK, ketua RW 1–8, Pokmas Airlangga Bersinar, KTPR, KIM Airlangga, TP PKK, Karang Taruna, hingga perwakilan Gen Z dari RW 1 dan RW 5. Kehadiran kelompok lintas usia dan lintas komunitas ini membuat suasana diskusi lebih hidup dan kaya perspektif.
Baca juga: Anas Karno: Warga Butuh Kepastian, Respons Sederhana Bisa Bangun Kepercayaan
Percepat DTSen untuk Pastikan Anak-Anak Tumbuh Sehat
Dalam forum tersebut, Ajeng menekankan percepatan Data Terpadu Stunting dan Sanitasi (DTSen) sebagai prioritas. Ia meminta ketua RT dan RW mengawal pendataan secara teliti, terutama dokumentasi kondisi rumah dan fasilitas sanitasi warga.
“Mohon dukungan RT dan RW. Foto kondisi rumah dan jamban harus tuntas sebelum 15 Desember. Ini bagian dari upaya bersama menjaga kesehatan keluarga, khususnya anak-anak kita,” tegas Ajeng.
Menurutnya, pendataan yang cepat dan akurat akan membantu pemerintah memberikan intervensi yang tepat, mulai dari perbaikan sanitasi hingga pemenuhan gizi bagi warga rentan.
Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kolaborasi PKK dan Koperasi
Sebagai anggota Komisi D yang salah satunya membidangi kesejahteraan masyarakat, Ajeng turut menyoroti penguatan ekonomi lokal. Ia melihat banyak UMKM Airlangga memiliki potensi besar tetapi membutuhkan pendampingan agar bisa berkembang lebih stabil.
Ajeng mendorong kolaborasi antara PKK dan Koperasi Merah Putih sebagai lokomotif pemberdayaan ekonomi keluarga.
“PKK perlu bergerak bersama Koperasi Merah Putih. Dengan sinergiini, UMKM bisa naik kelas, lebih mandiri, dan mampu memperluas pasar,” ungkapnya.
Baca juga: Pimpinan DPRD Surabaya Desak Spa di HR Muhammad Ditutup Permanen
Ia menilai penguatan UMKM tidak hanya soal peningkatan pendapatan, tetapi juga menyangkut ketahanan ekonomi rumah tangga.
Tampung Keluhan Warga Soal Genangan dan Pengurukan
Dalam sesi dialog, warga menyampaikan sejumlah keluhan terkait kondisi lingkungan, mulai dari genangan air, saluran drainase dangkal, hingga kebutuhan pengurukan di beberapa titik. Keluhan ini dianggap mendesak karena berdampak pada aktivitas sehari-hari warga, terutama saat musim hujan.
Ajeng merespons dengan memastikan tindak lanjut cepat.
“Kami segera berkoordinasi agar masalah genangan dan pengurukan ini mendapat penanganan. Warga tidak boleh terus terganggu oleh situasi yang sebenarnya bisa diselesaikan,” ujarnya.
Baca juga: Refleksi HJKS ke-733, Ketua DPRD Surabaya Soroti Pentingnya Pendidikan, Kesehatan, dan Hunian Layak
Ia juga meminta warga aktif memberikan laporan terbaru jika ada titik-titik yang membutuhkan perhatian segera.
Ajeng Siap Kawal Aspirasi Warga Airlangga
Muskel Airlangga berlangsung dinamis, dengan diskusi yang mengalir dari isu kesehatan, sanitasi, hingga ekonomi keluarga. Ajeng mengapresiasi keterlibatan warga yang semakin kritis dan responsif terhadap kebutuhan lingkungan.
“Saya akan terus mengawal setiap aspirasi warga Airlangga agar selaras dengan program pembangunan Kota Surabaya. Ini adalah komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan berdaya,” tutupnya.
Dengan dorongan percepatan DTSen, solusi masalah lingkungan, dan penguatan UMKM, Ajeng berharap Airlangga menjadi salah satu kelurahan yang mampu tumbuh lebih sehat dan lebih kuat secara ekonomi. (dims)
Editor : Redaksi