SURABAYA - Upaya meredam potensi konflik sosial dilakukan warga Surabaya Barat melalui forum cangkrukan. Komunitas Arek Suroboyo Asli (ARSAS) menggelar Cangkrukan Silaturahmi Surabaya Damai di Gedung Serbaguna Perjuangan, Minggu (11/1/2026) sore.
Kegiatan ini mempertemukan berbagai elemen masyarakat lintas sektor, mulai dari organisasi kemasyarakatan, perguruan pencak silat, komunitas ojek online, hingga Karang Taruna. Forum tersebut menjadi ruang temu untuk memperkuat komunikasi dan menjaga kondusivitas wilayah.
Baca juga: Digitalisasi Parkir Tanjung Anom Surabaya Dongkrak Pendapatan hingga Rp80 Juta per Bulan
Ketua Umum ARSAS Herry Bimantara mengatakan, silaturahmi langsung menjadi cara efektif mencegah gesekan antar warga. Menurutnya, banyak konflik bermula dari miskomunikasi dan minimnya interaksi antar kelompok.
“Kalau sudah saling kenal dan merasa saudara, gesekan sekecil apa pun bisa diselesaikan secara kekeluargaan,” ujarnya.
Baca juga: Gratis Testfood dan Konsultasi Vendor, Stay.vie Dinoyo Prime Hotel Gelar Wedding Expo 2-3 Oktober
Diskusi kemudian mengerucut pada maraknya isu provokatif di media sosial yang kerap memicu kegaduhan. Para peserta menilai, informasi yang tidak terverifikasi berpotensi memecah belah masyarakat jika tidak disikapi dengan bijak.
Sejumlah praktisi dan tokoh masyarakat yang hadir mengingatkan pentingnya literasi digital. Warga diminta tidak mudah terpancing provokasi serta memahami langkah hukum dan pendekatan sosial dalam menyelesaikan persoalan.
Di akhir kegiatan, seluruh elemen yang hadir menyatakan komitmen bersama menjaga Surabaya tetap aman dan damai. Mereka sepakat memperkuat sinergi antar warga dan aparat demi mencegah konflik sejak dini. (*)
Editor : Redaksi