Cangkrukan Warga Surabaya Barat Redam Potensi Konflik

Reporter : Redaksi
Komunitas Arek Suroboyo Asli (ARSAS) menggelar Cangkrukan Silaturahmi Surabaya Damai di Gedung Serbaguna Perjuangan

SURABAYA - Upaya meredam potensi konflik sosial dilakukan warga Surabaya Barat melalui forum cangkrukan. Komunitas Arek Suroboyo Asli (ARSAS) menggelar Cangkrukan Silaturahmi Surabaya Damai di Gedung Serbaguna Perjuangan, Minggu (11/1/2026) sore.

Kegiatan ini mempertemukan berbagai elemen masyarakat lintas sektor, mulai dari organisasi kemasyarakatan, perguruan pencak silat, komunitas ojek online, hingga Karang Taruna. Forum tersebut menjadi ruang temu untuk memperkuat komunikasi dan menjaga kondusivitas wilayah.

Baca juga: Jambore Mantri BRI 2026 di Surabaya: BRI Perkuat Kompetensi dan Solidaritas Ujung Tombak Inklusi Keuangan

Ketua Umum ARSAS Herry Bimantara mengatakan, silaturahmi langsung menjadi cara efektif mencegah gesekan antar warga. Menurutnya, banyak konflik bermula dari miskomunikasi dan minimnya interaksi antar kelompok.

“Kalau sudah saling kenal dan merasa saudara, gesekan sekecil apa pun bisa diselesaikan secara kekeluargaan,” ujarnya.

Baca juga: BRI Perkuat Literasi Keuangan Digital Mahasiswa, Dukung Gerai CERDAS PeKA di UNAIR

Diskusi kemudian mengerucut pada maraknya isu provokatif di media sosial yang kerap memicu kegaduhan. Para peserta menilai, informasi yang tidak terverifikasi berpotensi memecah belah masyarakat jika tidak disikapi dengan bijak.

Sejumlah praktisi dan tokoh masyarakat yang hadir mengingatkan pentingnya literasi digital. Warga diminta tidak mudah terpancing provokasi serta memahami langkah hukum dan pendekatan sosial dalam menyelesaikan persoalan.

Baca juga: Gebyar Lelang Serentak Nusantara 2026: BRI Tawarkan 5.000 Aset Pilihan, Plus Fasilitas KPR Solusi Bunga Rendah

Di akhir kegiatan, seluruh elemen yang hadir menyatakan komitmen bersama menjaga Surabaya tetap aman dan damai. Mereka sepakat memperkuat sinergi antar warga dan aparat demi mencegah konflik sejak dini. (*)

Editor : Redaksi

Hukum
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru