Islah Bahrawi Klaim Rumahnya Dikepung Tentara, Singgung Oprasi ala Orde Baru

Reporter : Redaksi
Islah Bahrawi (Instagram @islah_bahrawi)

JAKARTA — Aktivis sipil dan pegiat demokrasi, Islah Bahrawi, mengaku mengalami dugaan intimidasi setelah rumahnya disebut dipantau oleh sejumlah anggota tentara. Klaim tersebut disampaikan melalui unggahan di media sosial Threads pada Senin (25/5/2026).

Dalam unggahannya, Islah menyampaikan laporan terbuka kepada Presiden Republik Indonesia dan Panglima TNI terkait situasi yang ia alami.

“Ijin melapor bapak Presiden RI dan bapak Panglima TNI. Opresi ala Orde Baru telah hadir di beranda rumah saya,” tulis Islah dalam unggahannya.

Ia mengklaim terdapat banyak tentara yang berada di sekitar rumahnya dan melakukan pemetaan terhadap aktivitas di lingkungan tempat tinggalnya.

“Banyak tentara ‘mengepung’ rumah saya. Mereka memetakan seisi rumah dan merekam setiap aktivitas, seolah rumah saya markas musuh yang harus dipelajari dengan seksama,” lanjutnya.

Tak hanya itu, Islah juga mengaku dirinya dikuntit ketika beraktivitas sehari-hari.

“Saya dikuntit ke manapun pergi, dari pagi hingga pagi lagi,” tulisnya

Dalam pernyataannya, Islah menegaskan dirinya merupakan aktivis sipil yang mendukung demokrasi dan bukan pihak yang melakukan tindakan melawan hukum.

“Saya hanya aktivis sipil dan pro demokrasi, bukan ‘antek asing’ atau apalagi pelaku korupsi. Negara ini seharusnya memberi proteksi, bukannya intimidasi,” sambungnya.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari pihak TNI maupun otoritas terkait mengenai klaim yang disampaikan Islah Bahrawi tersebut

Unggahan itu pun memantik perhatian warganet dan memunculkan perbincangan mengenai kebebasan sipil, keamanan warga negara, serta relasi antara aparat dan aktivisme sipil di ruang demokrasi. (sumber: fajar.co)

Editor : Redaksi

Hukum
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru