BACASAJA.ID - Bandara Banyuwangi, Jawa Timur baru saja dilaporkan ditutup sementara sebagai dampak dari sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Raung, Minggu (07/2/2021). Hal itu dinilai berisiko untuk penerbangan dari dan ke Banyuwangi.
Executive General Manager PT Angkasa Pura II (Persero) KC Bandara Banyuwangi Cin Asmoro mengungkapkan, pihaknya menerima peringatan notice to airmen (notam) dari Airnav Indonesia untuk menutup Bandara Banyuwangi hari Minggu (07/2/2021) ini per pukul 08:50 WIB hingga 14:50
Baca juga: Jalur Gumitir-Banyuwangi Ditutup Dua Bulan Mulai 24 Juli, Ini Harapan Anggota DPRD Jatim
"Ya, ditutup sementara akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Raung yang sangat berisiko bagi penerbangan dari dan ke Banyuwangi," ungkap Cin Asmoro.
BACA JUGA: Duh! Dua Pesawat Mendarat Darurat di Bandara Adi Soemarmo, Ada Apa?
Sementara itu, sambung Cin Asmoro, terdapat tiga pesawat komersial yang mengumukan pembatalan penerbangan di Bandara Banyuwangi. Mereka antara lain, Garuda Indonesia dan Batik Air, dengan rute Jakarta (CGK)-Banyuwangi (BWX) dan Citilink rute Denpasar-Banyuwangi-Surabaya.
Baca juga: Tim DVI Polda Jatim Berhasil Identifikasi 15 Jenazah Korban KMP Tunu Pratama
"Jadi, pada hari ini sebenarnya ada 10 jadwal penerbangan, tiga beroperasi normal, yang enam memastikan batal. Ada tiga pesawat komersial batal beroperasi di Bandara Banyuwangi, yakni Garuda Indonesia dan Batik Air, dengan rute Banyuwangi (BWX)-Jakarta (CGK), juga Citilink dari Denpasar menuju Banyuwangi, yang lanjut ke Surabaya," ujarnya.
Terpisah, Asisten Manajemen Maintenance Facility Angkasa Pura II Bandara Banyuwangi Andry Lesmana menambahkan, bedasarkan laporan dari BMKG, pukul 14.50 WIB arah angin masih terpantau berhembus ke timur dan tenggara hingga enam jam mendatang.
BACA JUGA: 153 WN Tiongkok Dikarantina di Bandara Soetta
Baca juga: Kapolda Jatim Ikut Cari Korban KMP Tunu Pratama yang Tenggelam di Selat Bali, Ini Updatenya
"Jadi, kondisinya tidak memungkinkan untuk terbang. Sejumlah bandara di bagian timur semisal Surabaya telah terdampak," ungkap Andry.
Pihak Bandara Banyuwangi sendiri mengaku tetap menanti perkembangan situasi aktivitas Gunung Raung, apakah kebijakan menutup operasional penerbangan akan diperpanjang atau tidak pada keesokan harinya. (tna/srb/rg4)
Editor : Redaksi