BACASAJA.ID - Tiga perwira tinggi (pati) Polri masuk bursa jabatan Kapolri, yang berpeluang menggantikan Jenderal Pol Idham Azis. Ketiga pati itu Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana, Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Lutfhi, dan Kapolda Jawa Timur Irjen M Fadil Imran.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad tak mau berandai-andai. Ia hanya mengatakan kinerja ketiganya dikenal baik. "Kalau dilihat dari kinerja ya memang ketiganya kita kenal baik dan mempunyai kinerja yang baik," kata Sufmi Dasco Ahmad dikutip Jumat (13/11).
Baca juga: Polri Serahkan Makalah Calon Kapolri Listyo Sigit ke Komisi III DPR
Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra itu menyebut penentuan sosok Kapolri merupakan hak prerogatif presiden. Kepala Negara akan menyerahkan satu nama ke DPR untuk mengikuti tahapan uji kepatutan dan kelayakan.
Kapolri Jenderal Idham Azis bakal memasuki pensiun pada awal 2021. Indonesia Police Watch (IPW) memprediksi tiga pati di Polri berpotensi menjadi suksesor Idham.
Selain memunculkan tiga nama, Ketua Presidium IPW Neta S Pane memprediksi Komandan Korps Brimob, Irjen Anang Revandoko, akan naik pangkat menjadi bintang tiga dan masuk bursa calon Kapolri. Peluang Anang diyakini sangat terbuka lebar l
Apalagi, lanjut Neta, akan ada 30 jenderal pensiun menjelang pergantian Kapolri. Para jenderal yang akan purnatugas itu terdiri atas tiga komisaris jenderal (komjen), delapan inspektur jenderal (irjen), dan 19 brigadir jenderal (Brigjen).
Baca juga: Komisi III DPR Telisik Rekam Jejak Calon Tunggal Kapolri Listyo Sigit
Pati yang paling banyak akan pensiun adalah alumni Akpol angkatan 86 sebanyak 15 jenderal. Terdiri atas empat Irjen dan 11 Brigjen. Kemudian, Akpol 85 yang akan pensiun ada 14 jenderal, tiga Komjen, empat Irjen, dan tujuh Brigjen. Di Akpol 87 ada satu jenderal yang akan pensiun dengan pangkat Brigjen.
"Begitu juga Akpol 88. Teman satu angkatan Idham Azis (Kapolri) hanya satu Brigjen yang pensiun, yakni Brigjen Ahmad Fachruzzaman yang pensiun 10 Januari," ungkap Neta.
Pati lainnya yang akan pensiun adalah Kepala BNN, Komjen Heru Winarko pada 1 Desember 2020. Kemudian, Sekjen Kementerian KKP, Komjen Antam Novambar, dan Sekretaris Utama Lemhanas Komjen Didid Widjarnardi.
Baca juga: Komjen Listyo Sigit Calon Kapolri, Ketua MUI Jatim Hormati Jokowi
Sementara itu, Mabes Polri tak ambil pusing soal prediksi bursa calon Kapolri yang dimunculkan IPW. "Penunjukan Kapolri adalah hak prerogatif dari Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo). Jadi, mari kita sama-sama kita tunggu, bagaimana keputusannya nanti," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono.
Awi menghormati prediksi itu. Namun, dia menegaskan sosok pengganti Idham hanya akan keluar dari Presiden, bukan IPW atau pihak lainnya.
"Tentunya kami sangat menghormati itu pendapat dari yang di luar Polri terkait dengan mengkait-kaitkan bursa Kapolri," ujar jenderal bintang satu itu. (md)
Editor : Redaksi