BACASAJA.ID - Postingan akun Twitter @GR**** mendadak ramai diperbincangkan. Hal itu karena unggahan dia yang diduga melakukan pelecehan seksual melalui pesan singkat kepada sejumlah perempuan di bawah umur.
Akun itu menyebut bahwa pria yang melakukan perbuatan itu berinisial A berusia 26 tahun dan bekerja di salah satu kedai kopi di Surabaya.
Baca juga: Polda Jatim Tetapkan Satu Tersangka Kasus Dugaan Pelecehan Santriwati Bangkalan
"Gue berharap semoga dia cepat dipecat ajalah, karena dia berani kayak gini ke orang asing di Twitter. Apa kabar sama rekan kerja bahkan costumer?," tulis akun tersebut yang terlihat Senin (21/6/2021).
Dalam akun itu, pelaku diduga melakukan pelecehan seksual dengan mengirim foto tanpa busananya. Hal itu dilakukan tidak hanya ke satu orang dan rata-rata korbannya berusia 16 tahun.
“Lo (pelaku,red) udah ngirim foto telanjang lo tanpa konsen dan memohon buat jadi slave mereka, yang artinya lo memohon untuk ada interaksi se*ual antara lo dan mereka,” kata dia.
Postingan yang disebar sejak Sabtu (19/6) itu sudah mendapatkan sebanyak 5.244 retwwet, 1.494 tweet kutipan, dan 18,1 ribu suka. Akun itu juga menyertakan bukti-bukti pesan korban.
Baca juga: Setubuhi Paksa Bawahannya, Koordinator Sales Sebuah Dealer Dihukum 6 Tahun Penjara
Saat dikonfirmasi, pemilik akun mengatakan bahwa para korban yang mengadu ke dia belum ada yang melaporkan ke pihak kepolisian. Mereka berencana akan melakukan mediasi terhadap terduga pelaku.
"Tanggal 26 akan ada mediasi untuk mencari titik terang," ujar dia.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Oki Ahadian menyebut bahwa pihaknya masih mengecek kejadian yang viral di sosmed tersebut. "Kami cek dulu," ujar dia saat dikonfirmasi.
Baca juga: Pegawai KPI Alami Pelecehan Seksual, Polisi Periksa 5 Terlapor Senin Pekan Depan
Terpisah, Kanit PPA Sat Reskrim Polrestabes Surabaya Iptu Komar Sasmito mengatakan sampai saat ini memang belum ada laporan yang masuk mengenai kasus itu. “Belum ada laporan,” kata dia.
Komar menyebut bahwa saat ini pihaknya sudah bekerja sama dengan unit siber untuk melakukan penyelidikan. "Akan kami dalami lagi," pungkas Komar. (ba)
Editor : Redaksi