20 Ribu Pelajar SD-SMP se-Surabaya telah Disuntik Vaksin Massal di Stadion Gelora 10 November

bacasaja.id
Vaksinasi massal di Gelora 10 November

BACASAJA.ID - Pemkot Surabaya menggelar vaksinasi massal khusus pelajar SD-SMP usia 12 tahun ke atas di Gelora 10 November (G10N), Kecamatan Tambaksari, Surabaya, Minggu (11/7/2021).

Vaksinasi ini sudah dikoordinir dan diundang oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya, maka vaksinasi massal khusus pelajar ini nyaris tanpa antri lama.

Baca juga: Pemkot Surabaya Buka Cross Musea Pertiwi 2026, Suguhkan AI, Wayang, dan Perjalanan Hidup Manusia dari Lahir hingga Akhir

Padahal, ada sebanyak 20 ribuan pelajar yang menerima vaksin dosis pertama hari ini. Mereka datang dengan tertib sesuai dengan jadwal yang telah telah ditetapkan oleh Dispendik.

Tiba di Gelora 10 November, mereka langsung diskrining dan tidak lama kemudian mereka langsung disuntik vaksin, sehingga tidak kerumunan sama sekali pada saat vaksinasi massal itu.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, pelaksaaan vaksinasi bagi pelajar di G10N hari ini menyasar sekitar 20 ribu pelajar hingga pukul 16.00 WIB.

Dia menyebut, puluhan ribu pelajar itu tidak perlu antri sebab telah dikoordinir oleh masing-masing sekolah sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

“Seperti yang kita lihat, tidak ada pelajar yang antri. Jadi masuk, isi formulir, menuju meja skrining, kemudian suntik. Buktinya, ini sampai kosong tidak terjadi penumpukan,” kata Eri.

Hal itu bisa terjadi karena para pelajar ini sudah dijadwal dan datang sesuai jadwal yang ditentukan. Ia mencontohkan, setiap sekolah sudah diatur jadwal oleh Dispendik.

Seperti misalnya sekolah A, mereka dijadwalkan vaksin pukul 07.00-08.00 Wib. Maka, jangan sampai tiba di lokasi sebelum pukul 07.00 Wib.

Dengan begitu, tidak ada lagi peserta yang antre atau menunggu lama untuk mendapatkan suntik vaksin Covid-19.

“Sehingga pola seperti ini lah yang akan kita jadikan contoh. Insyallah setelah vaksin datang semua, maka alur seperti ini yang akan kita gunakan. Lokasinya tetap di G10N,” paparnya.

Baca juga: Wisata Sambil Belajar, Cross Musea Pertiwi Siap Sapa Pengunjung di Museum Dr. Soetomo Surabaya

Untuk saat ini pihaknya sedang mengajukan permintaan tambahan dosis vaksin sekitar 1 jutaan kepada kementerian kesehatan.

Dari angka itu, rencananya Wali Kota Eri bakal mendistribusikan kepada pelajar SD-SMP, dan warga usia 18 tahun ke atas. Bagi dia, vaksin anak tersebut menjadi penting dilakukan agar mempercepat mencapai herd imunity bagi anak-anak.

“Dan ada perasaan yakin dari mereka. Jadi kita upayakan selesaikan dulu untuk yang SD-SD lalu SMA. Nanti kita koordinasi dengan pemerintah provinsi untuk SMA yang posisinya adalah warga Surabaya,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, dia menghitung dalam sehari, Pemkot Surabaya melalui Dinas Kesehatan dapat merampungkan sekitar 30–40 ribu sasaran per hari.

Dari angka itu Eri memprediksi, pelaksaan vaksinasi pelajar seluruh sekolah se-Surabaya akan rampung sekitar satu minggu.

“Mudah-mudahan kita doa bersama agar jumlah vaksin yang datang lebih banyak. Supaya lebih cepat kita distribusikan. Kalau pelajar totalnya kurang lebih sekitar 350 ribu anak, itu dari SD-SMA,” lanjutnya.

Baca juga: Pemkot Surabaya Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Wawali Armuji: Pancasila adalah Jangkar Moral Bangsa

Sedangkan untuk vaksinasi bagi masyarakat umum di G10N, sementara dihentikan sembari menunggu ketersediaan vaksin. Bahkan, dia memastikan setelah vaksin diterima, akan didistribusikan dengan mekanisme undangan tiap kelurahan.

“Misalnya, kelurahan A, B dan C kita beri undangan. Karena ini yang saya harapkan lebih rapi dan tidak terjadi penumpukan. Kalau nanti untuk perusahaan yang bekerja di Surabaya juga akan dikoordinir berapa jumlah pegawainya. Kita atur per undangan. Mohon doanya supaya segera dapat vaksin dengan jumlah yang banyak,” jelas dia.

Sementara itu, pelajar asal SD Negeri Ketabang Surabaya Deniz Fikri R, mengungkapkan tidak perlu antri untuk mendapatkan vaksin.

Bahkan dia menyebut, setelah disuntik tidak merasakan sakit sama sekali. Makanya, Deniz mengajak sesama pelajar tidak perlu takut untuk divaksin.

“Ayo teman-teman jangan takut vaksin, tidak sakit kok dan tidak perlu antri,” kata Deniz. (byta)

Editor : Redaksi

Hukum
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru