BACASAJA.ID – Menjelang Hari Ulang Tahun ke – 76 Kerdekaan RI, Kampung Bendera yang berlokasi di Kawasan Darmokali, Surabaya, mulai diburu pembeli. Bahkan, seolah tak terpengaruh oleh pandemi Covid-19, masyarakat masih antusias dalam menyambut kemerdekaan.
Salah satu pedagang pernak pernik di Kampung Bendera, Sejinah (50), mengaku bahwa di awal Agustus ini, animo masyarakat dalam membeli pernak pernik kemerdekaan sudah mulai terlihat.
Baca juga: Kolaborasi Lintas Sektor Dapat Menentukan Kelancaran Program MBG di Semua Daerah
“Biasanya mereka beli untuk bendera rumah. Lalu, mulai Minggu (1/8/2021) kemarin, Alhamdulilah semua pernak pernik rata dibeli. Pandemi ini, antusias untuk beli bendera lumayan tinggi,” kata Sejinah, Rabu (4/8/2021).
Sejinah menambahkan, omset penjualannya tidak seperti biasa. Jika pada Juli kemarin, pernak-perniknya jarang ada pembeli, bahkan kosong. Namun, pada awal Agustus ini, sudah terlihat ramainya.
“Minggu (1/8/2021) kemarin, terlihat sudah mulai ramai yang pasang bendera,” ujarnya.
Dia juga mengungkapkan, bahwa rata-rata pelanggan atau pembeli yang datang, adalah perorangan. Sementara pernak-pernik yang dibeli, pun bervariasi, tapi didominasi oleh pernak pernik bendera merah putih.
Baca juga: Pemkot Surabaya Gandeng 38 Hotel Pasok Kebutuhan dari UMKM Lokal
“Biasanya untuk backdroup dan umbul-umbul, itu yang beli adalah perkantoran. Secara umum, animo tahun ini lebih bagus,” ungkapnya.
Ditambahkan, beberapa pernak-pernik yang dijualnya, diantaranya adalah kreasi sendiri. Beberapa lainnya, adalah beli ke agen atau kulakan. Untuk harga, pun bervariasi.
“Saya menyediakan mulai bendera untuk di mobil, sampai untuk di lapangan, dengan berbeda ukuran. Termasuk, pernak pernik lain,” paparnya.
BACA JUGA: Bakal Luncurkan Aplikasi E-Peken, Pemkot Surabaya Berdayakan UMKM dan Toko Kelontong
Baca juga: Targetkan 5.250 UMKM di 2026, Dinkopumdag Surabaya Fokus Tingkatkan Omzet dan Kualitas Produk
Penjual lainnya, yakni Akhrom mengaku, sejak 1 Agustus, penjualan pernak pernik mulai meningkat.
“Tahun sebelumnya, pembeli biasanya sudah berdatangan pada Juli. Namun sekarang, Alhamdulillah di 1 Agustus,” kata Akhrom.
Sementara itu, salah satu pembeli pernak-pernik, Toah (51), mengatakan bahwa pembelian pernak pernik ini merupakan bagian dari tradisi.
“Rutinnya beli di sini, karena memang pusatnya. Saya belinya macam-macam, karena memang kebutuhannya banyak. Seperti, untuk dipasang di kampung,” ujar Toah. (byta/rg4)
Editor : Redaksi