BACASAJA.ID - Satu mayat ditemukan di Pantai Ngalur, Desa Jengglungharjo Kecamatan Tanggunggunung. Kondisi mayat saat ditemukan sudah membengkak.
Sebagian tubuh mayat sudah rusak lantaran terlalu lama berada di dalam air. Mayat ini ditemukan sejak Rabu (8/9/21) sore kemarin.
Baca juga: Heru Tjahjono: Program Makan Bergizi Gratis Jadi Fondasi Generasi Sehat Menuju Indonesia Emas 2045
Namun posisi mayat yang terjepit karang dan jauh dari daratan membuat evakuasi ditunda pada Kamis (9/9/21) siang ini.
Koordinator Basarnas Pos SAR Trenggalek, Yoni Fahriza saat dikonfirmasi membenarkan penemuan mayat ini. Pihaknya telah mengerahkan 6 personil untuk melakukan evakuasi mayat ini.
“Posisinya jauh jangkauan, ini berpacu dengan waktu, sekali ini gagal maka ditunda lagi besok,” jelas Yoni, Kamis (9/9/21) siang.
Kepala Desa Jengglungharjo, Rudi Santoso saat dihubungi menerangkan mayat ini ditemukan oleh warganya pada Rabu kemarin saat memancing di Pantai Ngalur.
“Medannya sulit, kemarin ditemukan sore dan ombaknya besar, jadi enggak berani,” jelas Rudi.
Mayat yang ditemukan diduga nelayan pencari lobster yang hilang pada Senin (30/8/21) lalu.
Baca juga: Wisatawan Asal Surabaya Terseret Ombak di Pantai Parangtritis Jogja
Nelayan pencari lobster ini hilang setelah perahu yang membawa 5 orang itu pecah menghantam karang setelah didorong ombak besar.
Akibat kejadian itu 2 orang hilang dan 3 orang berhasil menyelamatkan diri. 1 korban hilang berhasil ditemukan pada Kamis (2/9/21) lalu.
“Ditemukan di sekitar lokasi pecahnya kapal itu, mudah-mudahan itu korban kemarin,” jelasnya.
Menurut Rudi, lokasi ditemukannya mayat itu sulit dijangkau oleh kendaraan bermotor. Untuk menuju lokasi penemuan mayat ini, harus ditempuh dengan jalan kaki sekitar 30 menit dari Pantai Ngalur.
Baca juga: Siswi SMA di Tulungagung Melahirkan di Kamar Mandi, Bayinya Bernasib Tragis
“Misalkan nanti evakuasi bahaya lewat atas, maka lewat laut,” jelasnya.
Dari video amatir yang dikirimkan oleh warga, mayat ini berada dalam celah sempit diantara bebatuan. Celah bebatuan ini hanya selebar tubuh orang dewasa.
Saat air pasang, celah ini biasanya terisi air laut. Untuk melakukan evakuasi mayat ini, jika memungkinkan menggunakan tali dari atas. Jika tidak, maka akan dilakukan evakuasi dari laut (JP/t.ag).
Editor : Redaksi