Begini Penampakkan Muhammad Kece usai Dianiaya dan Dilumuri Kotoran Manusia oleh Napoleon Bonaparte

bacasaja.id
Napoleon Bonaparte dan Muhammad Kece.

BACASAJA.ID - YouTuber Muhammad Kece yang tersandung kasus penistaan agama, diketahui dianiaya oleh Napoleon Bonaparte di Rutan Bareskrim Polri. Rupanya, tak hanya babak belur, dia juga dilumuri kotoran atau tinja manusia oleh mantan petinggi polisi yang terjerat kasus suap tersebut.

Dirtipidum Bareskrim Brigjen Andi Rian Djajadi mengungkapkan, berdasarkan pemeriksaan, Napoleon Bonaparte mengaku sebagai penganiaya sekaligus menyiapkan kotoran manusia untuk Muhammad Kece.

Baca juga: Bareskrim Polri Dalami Dugaan Haji Ilegal, 8 Calon Jemaah Digagalkan Berangkat

"Kotoran manusia itu diakui disiapkan sendiri oleh NB," ungkap Andi, Senin (20/9/2021).

Meski begitu, Andi masih enggan membeberkan kronologi lengkap bagaimana awal mula penganiayaan itu terjadi. Dia mengatakan polisi akan membeberkan detail kronologi pada lain kesempatan.

Napoleon Bonaparte sendiri diketahui sebagai terpidana di Rutan Bareskrim Polri. Dia sebelumnya terlibat kasus penghapusan red notice/DPO Djoko Tjandra.

Baca juga: Dugaan TPPU Emas di Surabaya dan Sidoarjo Rp25,9 Triliun, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka

Napoleon telah divonis bersalah dan dijatuhi vonis empat tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan pada tingkat pertama. Vonis itu tak mengalami perubahan di tingkat banding.

Sebelumnya, beredar pengakuan Napoleon Bonaparte yang menyebut dirinyalah yang bertanggungjawab atas penganiayaan terhadap Muhammad Kece karena YouTuber itu telah menistakan agamanya.

Baca juga: Terkait TPPU Rp29 Triliun, Pabrik Emas PT Simba Jaya Utama di Brebek Industri Digerebek Bareskrim Polri

Dia menilai, apa yang dilakukan Muhammad Kece sangat membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

"Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air, sebenarnya saya ingin berbicara langsung dengan saudara-saudara semua, namun saat ini saya tidak dapat melakukannya," tulis Napoleon dalam surat terbukanya, Minggu (19/9/2021).

"Siapa pun bisa menghina saya, tapi tidak terhadap Allahku, AlQuran, Rasulullah SAW dan akidah Islamku, karenanya saya bersumpah akan melakukan tindakan terukur apapun kepada siapa saja yang berani melakukannya," ungkapnya. (BSB/RG4)

Editor : Redaksi

Hukum
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru