BACASAJA.ID - Nasib apes di alamai Arie dan Yayuk Sri. Niat baik menjalin silaturahmi dengan saudara di Surabaya, malah menjadi malapetaka.
Motor Honda Beat kesayangan milik warga asal Jombang itu raib di gondol maling saat berkunjung ke rumah saudaranya. Aksi pencurian sepeda motor itu terjadi pada, Sabtu 18 September 2021 sekitar pukul 19.30 WIB.
Baca juga: Pelaku Curanmor di Surabaya Semakin Pintar, Sepeda Motor Keyless dan Gembok Cakram Bisa Dicuri
Kepada wartawan, Arie mengatakan saat itu ia berkunjung ke saudara di Jalan Krampung Gg 1 Surabaya. Biasanya, saat ia berkunjung di rumah saudaranya, Arie selalu memarkir motornya sekitar kurang lebih 7 meter dari rumah saudaranya.
Menurut korban, pelaku yang mencuri Honda Beat Street warna hitam velg merah dengan Nopol S 5964 OBA itu ciri-cirinya, orangnya pakai kaos warna biru gelap lengan panjang, pakai topi warna biru, kurus, berambut sedikit gondrong.
"Ciri-ciri itu saya ketahui dari rekaman camera CCTV yang juga saya serahkan ke Polisi," jelas Arie, Senin (20/9/2021).
Atas kejadian ini, korban asal Jalan Sedap Malam RT 003/002 Ngoro Kabupaten Jombang melapor ke Polsek Tambaksari Surabaya.
Baca juga: Tak Berkutik! Pelaku Curanmor Diamankan Satpol PP di Kota Lama Surabaya
"Kemarin (Minggu,red) saya sudah laporan ke polisi," tambah Arie.
Saat itu, korban berkunjung ke rumah saudaranya. Karena rumahnya agak masuk, ia memarkir kendaraan dengan jarak 5 sampai 8 meter lalu ditinggal masuk.
Korban baru sadar saat pamitan hendak pulang, motor kesayangannya raib. Pelaku diduga merusak kunci kontak/setir serta kunci magnet.
Baca juga: Meresahkan Warga, Subdit Jatanras Memburu Pelaku Curanmor di Lumajang
"Saya ke rumah saudara dan sekira pukul 19.30, saat hendak pulang melihat sepeda motor tersebut sudah tidak berada di tempat awal parkir," tambah korban.
Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Kanit Reskrim Polsek Tambaksari Iptu Didik Ariawan membenarkan kejadian pencurian itu dan korban melapor ke Polsek.
"Korban sudah melapor dan saat ini kasusnya sedang dalam pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut," kata Iptu Didik singkay. (JEM/RG4)
Editor : Redaksi