BACASAJA.ID - Pemprov Jatim melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim mengirimkan Tim Rapid Health Assesment (RHA) ke lokasi bencana erupsi Gunung Semeru setelah mendapat laporan dari masyarakat.
Mereka akan melakukan Rapid Health Assesment atau Kaji Cepat Bidang Kesehatan guna mengetahui kebutuhan bidang kesehatan yang dibutuhkan di lokasi bencana.
Baca juga: Gresik Kebut Eliminasi TBC Tahun 2028, Dinkes Gandeng PWI Perkuat Edukasi Publik
Selain itu Dinkes Jatim terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang untuk menyiapkan atau mensiagakan kebutuhan sesuai dengan Rencana Kontijensi dan Rencana Operasi yang sudah dimiliki, memonitor kondisi fasilitas kesehatan primer dan sekunder dan menerjunkan Tim Komunikasi beserta perlengkapan komunikasi mobile untuk mendukung komunikasi bidang kesehatan.
Saat ini tim RHA telah menyiapkan logistik awal bagi warga terdampak erupsi Gunung Semeru antara lain, masker 10.000 buah, tenda 4x4 sebanyak 1 unit, sepatu boat 12 buah, kacamata google 10 buah dan sarung tangan karet 36 pasang.
Tercatat jumlah korban di kabupaten Lumajang, antara lain korban luka ringan sebanyak 27 orang dirawat di Puskesmas Penanggal, 9 orang luka berat dirujuk ke RSUD Haryoto, 2 orang luka berat dirujuk ke RS Bhayangkara, 10 orang luka berat dirujuk ke RS Pasirian, 1 orang luka berat masih dilakukan observasi di IGD Puskemas Candipuro, serta 2 orang meninggal dunia.
Baca juga: Gunug Semeru Meletus Lagi, Abu Vulkanik Menyembur Setinggi 1.000 Meter
Sedangkan jumlah warga terdampak jiwa dan KK, antara lain Kabupaten Malang sebanyak 56.879 Jiwa, Kabupaten Lumajang Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro sebanyak 5.205 Jiwa.
Kepala Dinkes Jatim, Dr. Erwin Astha Triyono, dr., Sp.PD, KPTI menjelaskan bahwa segala kebutuhan bidang kesehatan hingga saat ini terus dikoordinasikan agar segera terpenuhi.
Baca juga: Pemprov dan DPRD Jatim Temukan Solusi Penonaktifan BPJS Kesehatan Warga Miskin
"Kami akan menyelenggarakan Rapat Koordinasi dengan para Direktur RS beserta organisasi profesi bidang kesehatan untuk membahas strategi pemenuhan pelayanan kesehatan sesegera mungkin," tutur dr. Erwin, dikutip Minggu (05/12/2021).
Tahap awal, telah diberangkatkan Emergency Medical Team (EMT) dari RSSA dan RS Soedono tadi malam membantu pelayanan masyarakat terdampak khususnya korban luka bakar berat. (JNR/RG4)
Editor : Redaksi