BACASAJA.ID - Dipercaya sebagai Presidensi G20, Indonesia bisa menentukan arah kebijakan global, terutama bagaimana memulihkan ekonomi dan sosial akibat pandemi Covid-19 yang sudah masuk tahun kedua.
Perhelatan G20 kali ini juga bermanfaat bagi ekonomi nasional terutama sektor paruwisata dan ekonomi kreatif.
Baca juga: Komisi XI Pastikan Pemerintah Tidak Naikkan Harga BBM Hingga Akhir Tahun 2026
Dirilis dari laman DPR RI, anggota Komisi XI DPR RI Puteri Anetta Komarudin menyampaikan Indonesia patut berbangga atas kepercayaan tersebut.
"Karena melalui presidensi ini, Indonesia berkesempatan mengambil peran sentral dalam menentukan arah kebijakan global, khususnya untuk mengonsolidasikan upaya pemulihan akibat pandemi,” ungkapnya dikutip Minggu (05/12/2021).
Menurut politisi Partai Golkar ini, dalam jangka panjang, agenda ini juga dapat meningkatkan investasi seiring menguatnya keyakinan investor terhadap prospek Indonesia. Momentum ini harus dimanfaatkan pula oleh Indonesia untuk menjembatani kepentingan negara berkembang terhadap negara maju.
"Saya yakin Indonesia mampu menjembatani berbagai kepentingan tersebut," sebut Puteri.
Baca juga: Rawan Diretas dan Data Masyarakat Bocor, Komisi XI DPR RI Minta Penggunaan ID Payment Ditunda
Apalagi sebelumnya, lanjut Anggota BKSAP DPR ini, ketika Indonesia menjadi anggota Dewan Keamanan PBB, bisa terus memberikan solusi bagi negara berkembang.
Ini jadi bukti dan modal kesiapan Indonesia menjembatani segala perbedaan dengan mengedepankan prinsip musyawarah mufakat. Setelah kepemimpinan Indonesia di G20 ini, Indonesia juga akan dipercaya memimpin ASEAN 2023.
Dua tongkat kepemimpinan ini memberikan kesempatan bagi Indonesia melanjutkan momentum agenda global G20 dan mensinergikannya dengan kepentingan regional ASEAN.
Baca juga: Komisi XI DPR Panggil PPATK karena Blokir Rekening Pasif: Jangan Sentuh Ranah Privat Warga
Puteri yakin, di bawah kepemimpinan Indonesia, kontribusi positif pada pemulihan ekonomi global akan semakin kuat dan berkelanjutan. Isu-isu prioritas yang didorong pemerintah untuk finance track pun telah menunjukkan ke arah tersebut.
Finance track tersebut misalnya, pembahasan exit strategy, penanganan dampak pandemi pada sektor riil, pembiayaan berkelanjutan, hingga perpajakan internasional.
"Ke depan, saya rasa kita perlu perhatikan agar KTT G20 nanti menghasilkan kesepakatan yang dapat dilaksanakan dan menjawab tantangan yang dihadapi negara-negara anggota, baik negara maju maupun berkembang," tutup legislator dapil Jawa Barat VII ini. (PAR/RG4)
Editor : Redaksi