BACASAJA.ID - Universitas Islam Negeri Sayyidl Ali Rahmatullah (UIN Satu) Tulungagung belum tentukan sistem perkuliahan di kampusnya. Padahal perkuliahan aktif sudah harus dimulai pada 21 Februari mendatang.
Humas UIN Satu, Ulil Abshor jelaskan UIN Satu berada di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia.
Baca juga: Hati-hati, Belum Divaksin Lebih Beresiko Terpapar Covid-19
Sehingga untuk tekhnis perkuliahan masih menunggu petunjuk dari Kementerian Agama.
“Kita mengacu pada edaran Kementrian Agama,” jelas Ulil, Rabu (9/2/22).
Mengacu pada perkuliahan pada semester genap tahun ini, belum ada petunjuk dari Kementerian.
Apakah akan dilakukan secara daring, tatap muka atau perpaduan keduanya.
Meski demikian, pelaksanaan perkuliahan tetap mempertimbangkan kondisi daerah setempat.
Disinggung kasus 22 mahasiswi UIN Satu yang positif covid-19 pada akhir Januari lalu, Ulil jelaskan hal itu tak berpengaruh pada perkuliahan.
Baca juga: Banyak Kasus Covid-19 Di Sekolah, Dinkes Lakukan Tes Usap Masal
“Kita selain mempedomani arahan Kementerian Agama, juga mempedomani kebijakan di daerah,” terangnya.
Saat ditanya perkuliahan bagi mahasiswa yang berasal dari luar negeri, Ulil katakan kebanyakan mereka masih bertahan di Tulungagung.
Sedang untuk mahasiswa baru, sejak pandemi masih melakukan perkuliahan daring.
Baca juga: 3 Pegawai Positif Covid-19, Lapas Tulungagung Lockdown
“Selama masih belum bisa masuk ke Indonesia dan perkuliahan bisa dilakukan daring, mereka memilih daring,” jelasnya.
Jumlah mahasiswa di UNI Satu lebih dari 25 ribu orang. Sebagian mahasiswa berasal 26 negara dinluar Indonesia.
Ulil mencatat ada sekitar 100 mahasiswa Thailand, sedang mahasiswa pasca sarjana sekitar 50 orang. (JP/t.ag/RG4)
Editor : Redaksi