BATU - Puluhan sapi mati mendadak selama satu minggu terakhir sampai berita hari ini diturunkan di Dusun Jeding RW 7 dan 8, Desa Junrejo Kecamatan Junrejo Kota Batu.
Misteri kematian puluhan ekor sapi di satu desa di Dusun Jeding Desa Junrejo tersebut sebelumnya sudah dilaporkan ke Dinas Pertanian Pemerintah Kota Batu dan bahkan Dewanti Rumpoko Walikota Batu sempat turun langsung melihat beberapa sapi mati mendadak. (21/5/2022).
Baca juga: Gubernur Khofifah Saksikan Serah Terima Jabatan Wali Kota Batu
Tetapi sampai berita ini diturunkan belum ada tindakan apapun dari pihak dinas pertanian pemerintah kota Batu yang membuat warga masyarakat Dusun Jeding panik karena banyaknya sapi mereka yang mati mendadak.
Menurut Asaf warga Junrejo, “Sudah kami lakukan pendataan terkait data kematian sapi tersebut adalah 10 mati, 8 terpaksa di potong dan 3 dijual paksa. Data ini baru kami dapatkan.”
“Beberapa hari yang lalu sudah dilaporkan pada pemerintah dinas pertanian dan terkait bahkan Ibu Wailkota juga hadir tetapi belum ada tindakan apapun, barangkali masih dilakukan penelitian sampai hari ini belum ada hasil berita terkait kematian sapi sapi tersebut.” tegas Asaf.
“Dan semoga secepatnya ada hasil berita dari pemerintah Kota Batu.” imbuhnya.
Sebanyak 10 mati, 8 dipotong paksa, dan 3 sapi sapi itu dijual paksa belum diketahui penyebab kematiannya. Kematiannya dikawatirkan Penyakit Mulut dan Kuku yang saat ini lagi ramai dibicarakan di dunia penyakit hewan saat ini. Dan juaga dikawatirkan itu adalah penyakit anthrax pada sapi, karena sampai hari ini belum ada kepastian dari laboratorium dinas terkait, kira-kira virus apa yg menyebabkan sapi-sapi itu banyak yang mati mendadak.
Baca juga: Daftar Nama Korban Tewas dan Luka-luka Akibat Bus Rem Blong di Kota Batu
Dinas Pertanian Kota Batu turun ke lokasi setelah adanya laporan dan rumor berkembang kalau banyak sapi dan menggegerkan Dusun Jeding Desa Junrejo Kecamatan Junrejo tersebut.
“Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Batu diharapkan oleh masyarakat setempat bisa bekerja cepat untuk mengetahui penyebab kematian hewan ternaknya.” Kata Suwadi.
Harapan masyarakat Junrejo, secepatnya Pemerintah Kota Batu mengerahkan tim untuk mengambil sampel isi lambung, darah serta empedu dari ternak yang sudah mati dan dikubur serta diharapkan ada pembiayaan penguburan sapi mati itu. Petugas juga mengambil sampel darah serta feses dari ternak sapi hidup dalam pemeriksaan yang dilakukan.
Sampai. berita ini diturunkan, pihak awak media mencoba konfirmasi ke pada Walikota belum ada jawaban, tetapi kami dan masyarkat obtimis masalah ini segera akan diatasi dan semoga cepat diambil kesimpulan penyebab kematian sapi-sapi tersebut.
Baca juga: Rem Blong, Bus Pariwisata Tewaskan Empat Orang di Kota Batu
Beberapa nama pemilik sapi sapi tersebut di lingkungan RW 07 dan 08 Dusun Jeding antara lain: Suwadi, Misenu, Yuli, Dendo, Joko Yasin, Winarko dan Dulawi yang telah kehilangan ternak sapinya kurun waktu satu Minggu ini.
Mereka khawatir kalau sampai ada virus ternak yang mati itu disebabkan oleh virus tertentu yang bisa menular ke manusia misalnya ‘zoonosis’ yang diduga bisa menular ke manusia sehingga antisipasi masyarakat bisa dilakukan sejak dini terhadap hewan ternaknya dengan dilakukan lockdown atau apa saja yang sifatnya tidak mengawatirkan terhadap kesehatan manusia.
Termasuk upaya proteksi dini agar mencegah penularan terhadap kesehatan manusia dengan melakukan upaya penyemprotan kandang menggunakan disinfektan. Para peternak juga diminta melapor ke posko jika menemukan gejala sakit pada sapi.
“Namun, dengan alasan langkah-langkah tersebut diatas memang bila sudah ditemukan dan dinyatakan positif terkait kematian penyebabnya adalah virus, maka kelak jangan ada penutupan pasar hewan di daerah setempat.” Kata Misenu. “Dan harapan kami ada bantuan pengganti susu sapi karena susu sapi tidak keluar lagi yang keluar air mata kami.” Imbuhnya. (MHRN)
Editor : Redaksi