Pemberian booster

Gandeng BIN, Pemkab Tulungagung Terus Genjot Vaksinasi Covid-19

bacasaja.id
Warga saat ikuti kegiatan vaksinasi covid-19

TULUNGAGUNG - Pemkab Tulungagung terus meningkatkan capaian vaksinasi. Terutama vaksinasi booster atau dosis ke 3. Hal itu dilakukan untuk mempercepat pemulihan ekonomi di Kota Marmer ini.

Berbagai pihak pun dirangkul untuk meningkatkan vaksinasi covid-19, salah satunya Badan Intelijen Negara (BIN).

Kegiatan vaksinasi ini dilakukan pada Minggu (5/6/22) lali, di sela-sela car free day (CFD) di Alun-alun Kabupaten Tulungagung.

Warga yang berolahraga di Alun-alun pun antusias mengikuti vaksinasi ini. Terpantau puluhan warga mengantri untuk mendapat vaksin. Vaksinasi dilakukan di Balai Budaya yang berada di sekitar Alun-alun.

Menurut Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung, Ahmad Mugiyono menjelaskan bahwa capaian vaksinasi booster Kabupaten Tulungagung pada Sabtu (4/6/22) baru 17,09 persen, sedang capaian vaksin I sebesar 91,01 persen, dan vaksin II 79,98 persen.

Padahal untuk menuju level 1 PPKM, capaian vaksinasi booster harus di angka 30 persen.

“Kita terus menggenjot capaian vaksinasi booster, dengan menggandeng semua pihak,” jelasnya.

Jika masuk PPKM Level 1, maka akan banyak kelonggaran yang didapat masyarakat. Salah satu diantaranya adalah diperbolehkannya pusat perbelanjaan dengan 100 persen pengunjung.

Sebelumnya Pemkab dan BIN juga melakukan vaksinasi masal pada peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Rabu (1/6/22) lalu, dengan sasaran masyarakat umum.

Lalu juga terhadap keluarga nelayan di Dusun Popoh Desa Besole Kecamatan Besuki pada 27 Mei 2022 lalu.

Vaksin yang digunakan berjenis Astra Zeneca, Pfizer dan Shinovac.

Ahmad melanjutkan, pemulihan ekonomi akan membuat berbagai usaha yang sebelumnya kembang kempis bisa segera kembali..

Toko kelontong kembali buka secara normal, tempat hiburan kembali beroperasi, serta tempat wisata bisa sepenuhnya beroperasi.

“Jika capaian vaksinasi tinggi, tempat wisata dan tempat hiburan bisa kembali beroperasi,” terangnya.

Cukup beralasan, capaian vaksinasi yang tinggi bisa merubah status pandemi menjadi endemi. (JP/t.ag)

Editor : Redaksi

Hukum
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru