TULUNGAGUNG - Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo melepas 9 bus rombongan CJH (calon jamaah haji) asal Tulungagung Rabu (8/6/22) malam di pendopo.
Sayangnya ada 6 CJH yang gagal berangkat tahun ini, dan ditunda pada tahun depan, karena positif covid 19.
Sedianya ada 398 CJH yang dilepas, namun karena positif covid-19, 6 orang memilih untuk menunda keberangkatanya pada tahun 2023 mendatang.
Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo selepas melepas rombongan bus itu berharap CJH bisa melakukan ibadahnya secara khusuk, dan diberi kesehatan selama di tanah suci.
“Dan semoga mereka bisa kembali lagi ke tanah air dengan selamat,” kata Maryoto, Rabu (8/6/22).
CJH asal Tulungagung tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 9.
Sebelum berangkat menuju tanah suci, mereka akan ditampung sementara di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya.
“Dari Pemkab Tulungagung ini seluruh pemberangkatan dan penjemputan (dari asrama haji),” pungkasnya.
Sementara itu Ketua IPHI (Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia), Fuad Syaiful Anam menjelaskan ada 6 orang yang mengundurkan diri dalam haji tahun ini.
“Mereka menghendaki mengundurkan diri,” jelas Fuad.
Ke 6 nya bakal diberangkatkan pada tahun depan.
Kata Fuad, pengunduran diri mereka disebabkan covid-19.
CJH asal Ngunut yang terdiri dari satu keluarga 5 orang kompak mengundurkan diri setelah 1 CJH dinyatakan covid-19.
Mereka ingin berangkat bersama, tidak terpecah-pecah. Sedang 1 CJH asal Boyolangu yang juga positif covid-19 diusahakan bisa berangkat tahun ini, senyampang pelaksanaan ibadah haji belum dimulai.
“Sehingga total yang diberangkatkan hari ini ada 392 CJH dan 4 petugas,” kata Fuad.
Disinggung penggantian CJH yang gagal berangkat tahun ini, Fuad jelaskan merupakan kewenangan pusat.
“Itu kewenangan dari pusat, kita hanya menyodorkan cadangan,” pungkasnya. (JP/t.ag)
Editor : Redaksi