Ketidakpastian Global Hingga 2023, BI Beri Peringatan Akan Hadapi Situasi Cash Is The King

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kompleks Bank Indonesia di Jakarta (Ilustrasi)
Kompleks Bank Indonesia di Jakarta (Ilustrasi)

i

BACASAJA.ID - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan tekanan inflasi masih mendominasi perekonomian di sejumlah negara, yang menyebabkan pasar keuangan global akan terus diwarnai ketidakpastian global hingga 2023.

Deputi Gubernur BI Aida S Budiman menjelaskan, dari pengamatan BI, pertumbuhan ekonomi dunia akan semakin menurun di tahun depan, terutama berasal dari negara maju seperti Amerika Serikat (AS), Eropa, dan negara berkembang seperti China.

Inflasi di negara berkembang atau emerging market saat ini sudah di atas 10%, sementara negara maju yang selama ini mengalami inflasi 0% sekarang sudah di atas 8%. Hal ini terjadi tak luput karena masih berlangsungnya tensi geopolitik Rusia dan Ukraina.

"Akibatnya semua energi, komoditas naik, berlanjut proteksionisme pangan, heat wave di China dan Eropa yang menerus memberikan tekanan inflasi," jelas Aida dalam Diskusi Publik Memperkuat Sinergi untuk Menjaga Stabilitas Perekonomian, Rabu (28/9/2022).

Untuk menahan laju inflasi tersebut, banyak negara terutama di negara Pam Sam, melakukan normalisasi kebijakan. BI memperkirakan Bank Sentral AS masih akan meningkatkan suku bunga acuan atau fed fund rate hingga 2023.

"Kita kenal istilah higher for longer yang menimbulkan ketidakpastian global dan pasar keuangan, diikuti Eropa. Sehingga mata uang dolar AS mengalami peningkatan tertinggi dalam sejarahnya dan mengalami tekanan cash is the king," jelas Aida.

Lantas apa yang akan ditempuh BI?

Aida bilang, dengan kenaikan suku bunga acuan BI yang sudah dilakukan dalam dua bulan terakhir sebesar masing-masing 25 bps pada bulan lalu dan 50 bps pada bulan ini sudah menjangkar inflasi dan ekspektasi inflasi ke depan.

Kendati demikian, yang perlu diwaspadai ke depan adalah inflasi yang berasal dari volatile food atau pergerakan harga pangan.

"Kita perlu mewaspadai kondisi volatile food... Karena harga-harga komoditas pangan global masih berlanjut dan masih terdapat tantangan, karena cuaca yang belum kondusif," jelas Aida.

Disamping itu, dalam menjaga inflasi yang berasal dari volatile food, Aida bilang seluruh daerah perlu untuk melakukan operasi pasar guna mengawasi produksi pangan, karena saat ini dalam satu waktu dan wilayah produksi pangan di berbagai daerah di Indonesia tidak merata.

"Kita harus punya fundamental terkait produksi supaya kuat antar waktu dan wilayah," jelas Aida.

Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, kenaikan suku bunga acuan ini merupakan langkah front-loaded, preemptive, dan forward looking dalam menurunkan ekspektasi inflasi dan inflasi inti.

Stance kebijakan suku bunga BI ke depan, kata Perry, Indonesia tidak akan mengadopsi kenaikan suku bunga secara agresif atau hawkish. Menurutnya, inflasi yang terjadi di Indonesia dalam taraf yang terkendali.

"Inflasi kita relatif terkendali dibandingkan negara lain, sehingga keperluan untuk menaikkan suku bunga lebih agresif tidak diperlukan di Indonesia," tegas Perry dalam konferensi pers, Kamis (22/9/2022). (CNBC)

 

Tag :

Berita Terbaru

Kasus Oli Palsu, Polda Sulbar Limpahkan Tersangka HZ ke Kejaksaan Polman 

Kasus Oli Palsu, Polda Sulbar Limpahkan Tersangka HZ ke Kejaksaan Polman 

Rabu, 16 Sep 2026 18:11 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 18:11 WIB

POLMAN – Kasus dugaan peredaran oli palsu dan oplosan yang sempat menghebohkan Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, memasuki babak baru. D…

Kapolda Sulbar Beserta PJU Ikuti Penyerahan LHP Keuangan dan Grand Entry Meeting Audit Semester II 2026

Kapolda Sulbar Beserta PJU Ikuti Penyerahan LHP Keuangan dan Grand Entry Meeting Audit Semester II 2026

Rabu, 16 Sep 2026 18:06 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 18:06 WIB

POLDA SULBAR - Kapolda Sulbar, Irjen Pol. Adi Deriyan Jayamarta bersama seluruh pejabat utamanya menghadiri langsung kegiatan penyerahan Laporan Hasil…

Pledoi di PN Surabaya, Goli Korlita Bantah Penggelapan Dana SD Cita Hati

Pledoi di PN Surabaya, Goli Korlita Bantah Penggelapan Dana SD Cita Hati

Rabu, 16 Sep 2026 15:59 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 15:59 WIB

SURABAYA – Perkara dugaan penggelapan dana di SD Kristen Cita Hati Pakuwon City Surabaya terus bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Dalam agenda p…

JPU Bantah Pledoi Terdakwa Deposito OSO, Sebut Janji Bunga 13 Persen Tak Sesuai Kenyataan

JPU Bantah Pledoi Terdakwa Deposito OSO, Sebut Janji Bunga 13 Persen Tak Sesuai Kenyataan

Rabu, 16 Sep 2026 15:53 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 15:53 WIB

SURABAYA – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Damang Anubowo membantah seluruh dalil pembelaan terdakwa Agustin Widyawati dan Ranto Hensa Barlin Sidauruk dalam perkara d…

Soal Pemanggilan Nusron Wahid, KPK Minta Tunggu Proses Penyidikan Berjalan

Soal Pemanggilan Nusron Wahid, KPK Minta Tunggu Proses Penyidikan Berjalan

Rabu, 16 Sep 2026 15:46 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 15:46 WIB

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka peluang memanggil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid. Hal ini…

KPK: Bos Summarecon Suap Orang Kepercayaan Menteri ATR/BPN Rp1,5 Miliar

KPK: Bos Summarecon Suap Orang Kepercayaan Menteri ATR/BPN Rp1,5 Miliar

Rabu, 16 Sep 2026 15:44 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 15:44 WIB

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Direktur Utama PT Summarecon Agung, Adrianto Pitojo Adhi, sebagai tersangka. Adrianto ditetapkan terkait…