Terkuburnya Tokoh Tokoh Asli NU Dalam Pilpres 2024

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Nahdliyin Bergerak (NABRAK)
Nahdliyin Bergerak (NABRAK)

i

BACASAJA.ID - Ketika berbagai lembaga survey menenggelamkan tokoh-tokoh asli NU, kita sedih. Tapi lebih sedih lagi ketika sebagian elit PBNU dan partai-partai berbasis NU, mengubur dalam-dalam tokoh-tokoh asli NU sendiri. Mereka memoles orang bukan asli NU seakan lebih NU dari tokoh NU tulen.

Padahal kalau dibandingkan, figur-figur NU tulen jauh lebih unggul. Bahkan menurut saya jauh lebih prospektif daripada katakanlah Erick Thohir maupun Sandiaga Uno.

Mahfud MD misalnya, saat ini namanya sedang semerbak mewangi di puncak langit Indonesia, memenuhi atmosfir hingga di seluruh permukaan bumi, perut bumi dan dasar lautan. Mahfud MD pernah menduduki posisi trias politika plus pers, pernah menjadi anggota DPR RI, pernah menjadi menteri utama, pernah menjadi Ketua MK, pernah jadi pimpinan pers perjuangan, bahkan hari ini Mahfud MD adalah Menkopolhukam RI. Tapi nama Mahfud MD berkibar bukan karena jabatan-jabatan itu, namanya berkibar karena ia isi jabatan-jabatan tersebut dengan nilai-nilai perjuangan, dengan aksi-aksi idealisme seorang aktivis.

Atau Khofifah Indar Parawansa, tokoh NU tulen lainnya. Pernah berkali-kali menjadi menteri, Gubernur Jawa Timur hari ini, ketua Umum PP Muslimat NU, Wakil Ketua PBNU, Ketua IKA Unair dan sebagainya. Tapi dia juga dikubur dalam-dalam oleh tukang survey dan sedihnya, lubang kuburnya ditutup juga oleh saudara NU-nya. Popularitasnya tidak berbanding lurus dengan elektabilitasnya, jauh dari logika. Apa benar kata orang, logika tanpa logistik akan jadi barang antik?

Kurang apa Khofifah dan Mahfud MD dibanding katakanlah Erick Thohir dan Sandiaga Uno? Semua komponen aspek kepemimpinan, pengalaman bahkan integritas mereka unggul. Khusus Mahfud MD bahkan sama sekali tidak pernah berurusan dengan KPK walau sekedar diduga atau disebut-sebut.

Atau mau diadu yang paling NU? Warga NU yang waras pasti mengatakan tokoh NU tulen tidak bisa dibandingkan dengan NU hasil naturalisasi, atau mendadak NU, atau NU sertifikat, atau NU Kartanu. Pengabdian yang panjang pada NU, tidaklah cukup sepadan dibandingkan dengan tokoh yang menjadi NU ketika menjelang Pilpres. Tentu fakta ini tidak berlaku pada sebagian elit PBNU dan partai-partai berbasis pemilih NU yang mungkin saja 'tuhannya' adalah uang.

Satu-satunya kelemahan kedua tokoh NU tulen ini adalah uang. Mereka tidak punya dana sebanyak Erick Thohir dan Sandiaga Uno.

Padahal kalau mau melihat sejarah Pilpres, kontestan yang ada tokoh NU tulennya, perolehan suaranya selalu signifikan. Apalagi di Jawa Timur dan Jawa Tengah yang notabene lumbung suara pemilih NU. JK dan Makruf Amin, adalah contoh tokoh NU tulen.

Tapi dalam Pilpres 2024 tampaknya tokoh NU dimarginalkan. Elektabilitas dikubur dalam-dalam oleh tukang Survey. Sebanyak 110 juta anggota NU tak diperhitungkan. Maka jika benar nantinya tokoh-tokoh NU tulen tidak mendapat tempat dalam kontestasi Pilpres, kita bisa menggaungkan agar suara pemilih NU diberikan pada Anies Baswedan. Saat itu akan kita lihat, apakah benar suara Pemilih NU memang mudah dibeli? apakah benar tokoh NU bisa dibeli?

Oleh : Nahdliyin Bergerak (NABRAK)

Berita Terbaru

Polda Sulbar Perkuat Pondasi Iman Lewat Binrohtal, Perkokoh Pelayanan yang Profesional

Polda Sulbar Perkuat Pondasi Iman Lewat Binrohtal, Perkokoh Pelayanan yang Profesional

Kamis, 22 Okt 2026 10:39 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 10:39 WIB

Polda Sulbar – Keimanan dan profesionalisme menjadi dua pilar penting dalam tugas kepolisian khususnya di Sulbar. Hal ini ditegaskan dalam kegiatan Bimbingan R…

Polantas Sulbar, Samsat dan Jasa Raharja Edukasi Kepatuhan Pajak Kendaraan, Taat Pajak Dapat Coklat dari Petugas

Polantas Sulbar, Samsat dan Jasa Raharja Edukasi Kepatuhan Pajak Kendaraan, Taat Pajak Dapat Coklat dari Petugas

Kamis, 22 Okt 2026 09:26 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 09:26 WIB

POLDA SULBAR- Terlihat pemandangan berbeda dari kegiatan operasi pemeriksaan kendaraan yang dilakukan Polantas Polda Sulbar bersama Samsat dan Jasa Raharja…

Tanah Diklaim BBWS, Air Bersih Terkendala, Anggota DPRD Josiah Michael Soroti Nasib Warga Warugunung

Tanah Diklaim BBWS, Air Bersih Terkendala, Anggota DPRD Josiah Michael Soroti Nasib Warga Warugunung

Kamis, 22 Okt 2026 09:22 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 09:22 WIB

SURABAYA – Persoalan status tanah dan sulitnya akses air bersih menjadi keluhan warga Warugunung, Kota Surabaya. Selain mempertanyakan lahan yang diklaim masuk …

Dua Tahun Prabowo, Politisi Gerindra Ini Dorong Birokrasi Surabaya Lebih Responsif dan Berintegritas

Dua Tahun Prabowo, Politisi Gerindra Ini Dorong Birokrasi Surabaya Lebih Responsif dan Berintegritas

Rabu, 21 Okt 2026 14:43 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 14:43 WIB

SURABAYA – Dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dinilai menjadi momentum untuk memperkuat kepastian hukum sekaligus mendorong reformasi birokrasi d…

Pastikan Kesiapan Sarana Dinas, Biro Logistik Polda Sulbar Supervisi ke Polres Majene

Pastikan Kesiapan Sarana Dinas, Biro Logistik Polda Sulbar Supervisi ke Polres Majene

Rabu, 21 Okt 2026 14:24 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 14:24 WIB

MAJENE – Memastikan pengelolaan perlengkapan dinas berjalan tertib, aman, dan sesuai ketentuan menjadi fokus Tim Bidang Logistik Tahun Anggaran 2026 dari Biro L…

Wakapolda Sulbar Pimpin Anev Penguatan Program Prioritas Kapolri

Wakapolda Sulbar Pimpin Anev Penguatan Program Prioritas Kapolri

Rabu, 21 Okt 2026 14:22 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 14:22 WIB

POLDA SULBAR- Wakapolda Sulbar, Brigjen Pol Hari Santoso, memimpin langsung rapat Analisa dan Evaluasi (Anev) penguatan program prioritas Kapolri di Polda…