Muhammadiyah Undang 3 Capres-Cawapres di Dialog Publik, Haedar Nashir Singgung 'Wasit'nya Pilpres 2024

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Muhammadiyah, ormas Islam terbesar di Indonesia selain Nahdlatul Ulama
Muhammadiyah, ormas Islam terbesar di Indonesia selain Nahdlatul Ulama

i

SURABAYA – Agar masyarakat dalam Pemilu 2024 nanti tidak memilih pasangan seperti “memilih kucing dalam karung”, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah akan gelar Dialog Publik bagi ketiga capres-cawapres pada Bulan November ini.

Muhammadiyah menginginkan adanya kemajuan dalam proses konstitusi, hal itu sebagai amanat dari reformasi. Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir dengan jelas menyebut, Muhammadiyah tidak ingin demokrasi di Indonesia berlaku sebatas prosedural saja.

“Demokratisasinya bukan cuma prosedural, tapi juga harus substantif. Semua orang fair, konstitusi dijaga, aturan dijaga, hingga kemudian kita bisa nyaman,” kata Haedar dikutip dari laman resmi Muhammadiyah, Minggu (12/11/2023).

Demokrasi substansial dilakukan oleh Muhammadiyah dengan langkah yang elegan, salah satunya melalui penyelenggaraan Dialog Publik bagi ketiga capres-cawapres yang akan berlaga pada Pemilu 2024 mendatang.

Saat ini PP Muhammadiyah sudah mengirimkan undangan, dan menunggu konfirmasi dari masing-masing pihak.

“Ini sedang proses, Mas Sekum (Abdul Mu’ti) sedang diproses karena baru kemarin undangan dikirim secara langsung. Jadi Sekum dengan tim sengaja datang juga untuk menunjukan bahwa kita serius dan kita mengayomi semua pasangan,” papar Haedah saat berada di Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur di Surabaya.

Haedar menambahkan Muhammadiyah memberikan keleluasaan bagi warga persyarikatan dalam memilih capres-cawapres.

Warga Persyarikatan Muhammadiyah diharapkan menentukan pilihannya sesuai dengan tanggung jawab, kecerdasan, kearifan, dan hati demi kemaslahatan bangsa dan negara.

Haedar juga tegas menyampaikan, Muhammadiyah tidak akan mengarah ke satu calon.

Selain itu, dalam mewujudkan demokrasi substantif, Muhammadiyah juga berpesan supaya “wasit” pertandingan di Pemilu harus adil dan jujur, serta pemainnya menjunjung sportifitas. Menurutnya, jika hal itu dilaksanakan sebagaimana mestinya akan membawa pertandingan yang enak untuk diikuti.

“Seperti pertandingan sepak bola, wasitnya jujur, para pemainnya menjunjung tinggi sportifitas. Tapi seringkan penonton itu ribut karena wasit tidak adil, permainan kotor, mafia pertandingan dan seterusnya,” pesan Haedar.

Haedar berharap ketiga capres-cawapres dan tim legowo, dan siap untuk menghadiri undangan tersebut. Forum Dialog Publik tersebut sebagaimana garis yang ditetapkan oleh organisasi, Muhammadiyah tidak akan memihak ke salah satu paslon. (*)

 

Berita Terbaru

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Masuki Tahap III, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Masuki Tahap III, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

Selasa, 21 Jul 2026 20:47 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 20:47 WIB

SURABAYA- Pemkot Surabaya terus melanjutkan program normalisasi Ruang Sungai Kalianak yang kini memasuki tahap ketiga, Senin (20/7/2026). Program ini merupakan…

Pikap PT Latitude Industries Bolak-balik Lansir Pertalite untuk Speedboat Reni Fadhila 08 di SPBU Kodim Seraya Ataa

Pikap PT Latitude Industries Bolak-balik Lansir Pertalite untuk Speedboat Reni Fadhila 08 di SPBU Kodim Seraya Ataa

Selasa, 21 Jul 2026 19:12 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 19:12 WIB

BATAM— Mobil pikap bernomor polisi BP 8640 DM yang melansir belasan jeriken BBM jenis Pertalite di SPBU 13.294.704 Kodim, Batam, tercatat atas nama PT Latitude …

RUU PFII Resmi Disahkan, DPR RI Targetkan Indonesia Jadi Pusat Keuangan Berdaya Saing Global

RUU PFII Resmi Disahkan, DPR RI Targetkan Indonesia Jadi Pusat Keuangan Berdaya Saing Global

Selasa, 21 Jul 2026 19:07 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 19:07 WIB

JAKARTA- DPR RI resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) menjadi undang-undang dalam agenda Rapat…

KPK Masih Dalami Pengembangan Kasus Suap Pelepasan Hutan Menhut Raja Juli

KPK Masih Dalami Pengembangan Kasus Suap Pelepasan Hutan Menhut Raja Juli

Selasa, 21 Jul 2026 14:06 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 14:06 WIB

JAKARTA– KPK mengisyaratkan peluang mengembangkan penyidikan dugaan suap pengurusan pelepasan kawasan hutan produksi terbatas di Kementerian Kehutanan (…

Dari 'Murid Hebat' Menuju Sekolah Ramah Anak: Praktik Inklusif SMP Negeri 3 Probolinggo

Dari 'Murid Hebat' Menuju Sekolah Ramah Anak: Praktik Inklusif SMP Negeri 3 Probolinggo

Selasa, 21 Jul 2026 14:00 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 14:00 WIB

Oleh: Lujeng Lutvia, S.Pd, Gr  Di tengah berbagai tantangan penyelenggaraan pendidikan inklusif di Indonesia, SMP Negeri 3 Probolinggo menunjukkan bahwa …

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT Ke-81 RI Tetap Diperbolehkan Asal Sukarela

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT Ke-81 RI Tetap Diperbolehkan Asal Sukarela

Selasa, 21 Jul 2026 12:12 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 12:12 WIB

SURABAYA- Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia (RI), Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegaskan bahwa penarikan iuran atau …