Sebaran Covid-19 Tinggi, Masyarakat Sidoarjo Diminta Lebih Patuh

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono
Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono

i

BACASAJA.ID - Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono mengakui tingkat penyebaran Covid-19 di wilayahnya masih tinggi. Untuk itu ia meminta masyarakat lebih patuh lagi saat berlangsungnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mulai hari ini sampai 25 Januari mendatang.

Hari ini, Senin (11/1/2021) petugas gabungan langsung turun ke jalan memberikan edukasi ke masyarakat mengenai pemberlakukan PPKM serta mengingatkan untuk selalu menggalakkan 3M.

"Kami bergerak untuk memberikan edukasi, mudah-mudahan masyarakat Sidoarjo sudah paham aturan PPKM ini. Pergerakan ini sebagai usaha kita semua mendukung melaksanakan PPKM," terang Hudiyono di Pendopo Sidoarjo.

Hudiyono melanjutkan, operasi yustisi masih akan terus dilakukan. Hudiyono ingin Sidoarjo bisa mengaplikasikannya dan menekan angka penyebaran Covid-19. "Pengetatan jam malam juga ada. Artinya kegiatan dibatasi 25 persen. Mudah-mudah mudahan ini menjadi inisiasi edukasi kepada masyarakat bahwa kita harus tetap waspada untuk prokes," kata dia.

Untuk itu, masyarakat Sidoarjo diminta lebih patuh dengan aturan yang ada. Apabila melanggar, dan ketahuan oleh petugas saat dilakukannya operasi, tak segan-segan untuk ditindak tegas.

"Karena sudah ada produk perundang-undangan yang disiapkan oleh tim produk hukum. Operasi yustisi pasti ada punishment untuk memberikan efek jera, untuk kita bersama mematuhi prokes," jelasnya.

Hudiyono berharap setelah PPKM usai pada 25 Januari mendatang bisa muncul perubahan yang siginifikan. Dalam artian, tidak ada RS yang penuh, dan pasien meninggal.

"Selain itu tidak ada pasien baru, serta tingkat kesembuhan bisa ditekan. Karena daerah ini perlu perhatian khusus mencegah pandemi Covid-19," tuturnya.

Sebagai informasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo, Jawa Timur, menerapkan jam malam saat Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang berlangsung selama 14 hari yaitu 11-25 Januari 2021.

Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono mengatakan selama diberlakukan PPKM, Satgas COVID-19 Pemkab Sidoarjo akan membatasi pergerakan kegiatan masyarakat. Pembatasan jam masih sama dilakukan mulai pukul 22.00-04.00 WIB.

Selain itu, pelaksanaan belajar tatap muka dan kegiatan belajar mengajar tetap dilakukan secara daring. Sementara mal akan buka sampai pukul 19.00 WIB.

Untuk toko swalayan sendiri mulai buka pukul 07.00-22.00 WIB, pun dengan catatan penerapan protokol kesehatan ketat. Untuk restoran dibatasi 25 persen, dan pelayanan pesan antar atau take away batasan jam sampai 22.00 WIB.

Toko kebutuhan bahan pokok beroperasi seperti biasa dengan protokol kesehatan ketat. Selanjutnya untuk kegiatan keagamaan dibatasi maksimal 50 persen. Pembatasan tempat kerja atau perkantoran dengan menerapkan WFH (Work From Home) 75 persen dan WFO (Work From Office) 25 persen dengan pengaturan jam kerja diserahkan ke instansi masing-masing.(Arry)

Berita Terbaru

Jelang Bertahta, SISKS Pakoe Boewono XIV Jalani Ruwatan, Gusti Moeng Ungkap Maknanya

Jelang Bertahta, SISKS Pakoe Boewono XIV Jalani Ruwatan, Gusti Moeng Ungkap Maknanya

Jumat, 04 Sep 2026 20:52 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 20:52 WIB

SURAKARTA— Rangkaian upacara bertahtanya Sahandhap Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kangjeng Susuhunan (SISKS) Pakoe Boewono XIV di Keraton Surakarta Hadiningrat …

AMPG Jatim Jadi Ikon Penggerak, Gelar Diklatda I AMPG Provinsi se-Kabupaten/Kota Pertama di Indonesia

AMPG Jatim Jadi Ikon Penggerak, Gelar Diklatda I AMPG Provinsi se-Kabupaten/Kota Pertama di Indonesia

Jumat, 04 Sep 2026 18:06 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 18:06 WIB

SURABAYA – Pimpinan Daerah Angkatan Muda Partai Golkar (PD AMPG) Jawa Timur kembali membuat gebrakan dengan menggelar Pendidikan dan Pelatihan Daerah (…

Anggota DPRD Surabaya : Sistem Boleh Modern, Tapi Jangan Bikin Warga Makin Ribet

Anggota DPRD Surabaya : Sistem Boleh Modern, Tapi Jangan Bikin Warga Makin Ribet

Jumat, 04 Sep 2026 18:03 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 18:03 WIB

SURABAYA – Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026 harus menjadi momentum yang benar-benar dirasakan masyarakat Kota Surabaya. Bukan sekadar seremoni, tetapi m…

Krisis Air Melanda Bojonegoro, PNIB Salurkan 99.999 Liter Air Bersih ke Wilayah Kekeringan

Krisis Air Melanda Bojonegoro, PNIB Salurkan 99.999 Liter Air Bersih ke Wilayah Kekeringan

Jumat, 04 Sep 2026 18:01 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 18:01 WIB

BACASAJA.ID — Kemarau panjang hingga krisis air bersih yang dialami masyarakat di sejumlah desa di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, akhirnya mendapatkan b…

Tingkatkan Mutu Pelayanan Publik, Subdit Regident Gelar Evaluasi Kinerja Seluruh Jajaran Secara Daring

Tingkatkan Mutu Pelayanan Publik, Subdit Regident Gelar Evaluasi Kinerja Seluruh Jajaran Secara Daring

Jumat, 04 Sep 2026 17:57 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 17:57 WIB

POLDA SULBAR- Komitmen untuk senantiasa meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat terus dilakukan oleh Subdit Regident Ditlantas Polda Sulbar. Lewat…

DPRD Surabaya Minta Pemkot Berani Intervensi Bantuan Pendidikan hingga Desil 5: Jangan Kaku Soal Data!

DPRD Surabaya Minta Pemkot Berani Intervensi Bantuan Pendidikan hingga Desil 5: Jangan Kaku Soal Data!

Jumat, 04 Sep 2026 12:40 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 12:40 WIB

SURABAYA- DPRD Surabaya mendorong Pemerintah Kota Surabaya tidak menjadikan klasifikasi desil sebagai satu-satunya batas dalam menentukan warga yang berhak…