Kadin Surabaya: Wisata Kota Lama Jadi Magnet Ekonomi dan Pariwisata Kota Pahlawan

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya H.M. Ali Affandi saat peresmian Kota Lama. (Foto: Kadin Surabaya).
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya H.M. Ali Affandi saat peresmian Kota Lama. (Foto: Kadin Surabaya).

i

SURABAYA - Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya Ali Affandi, mengatakan bahwa "Kota Lama" berpotensi menjadi penggerak ekonomi warga serta menjadi pelecut semangat perjuangan dan toleransi warga Surabaya.

"Kota Lama Surabaya memiliki banyak simbol yang bisa dijadikan magnet ekonomi dan pariwisata Surabaya," ucap Mas Andi, panggilan akrab Ali Affandi di Surabaya, Minggu (7/7/2024).

Dalam sejarahnya, lanjut Mas Andi, Kota Lama Surabaya adalah pusat ekonomi dan pemerintah jaman dahulu. Di kawasan ini terdapat banyak bangunan tua dan cagar budaya dengan nilai seni dan sejarah dalam pengembangan kota Surabaya. Hingga saat ini, keberadaannya sebagai pusat perdagangan masih dipertahankan. Pasar-pasar lama masih beroperasi dan tidak mati.

Beberapa pusat perdagangan tersebut diantaranya pasar Gembong dan pasar Kapasan yang sampai saat ini menjadi pusat "kulakan" berbagai produk garmen dan tekstil warga Jawa Timur. Selain itu juga ada pasar Pabean, pasar rempah-rempah legendaris yang sudah ada sejak tahun 1849. Saat ini pasar tersebut menjadi pusat grosir berbagai produk kebutuhan pokok, rempah-rempah dan ikan laut.

"Ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Lama. Sambil membayangkan bagaimana geliat pasar pada zaman penjajah, wisatawan juga akan menyempatkan berbelanja di sini, karena harganya terkenal murah," katanya.

Disisi lain, dengan dijadikannya Kota Lama sebagai salah satu destinasi pariwisata Surabaya, maka akan bermunculan usaha baru yang mendukung pengembangannya.

"Pegiat wisata pasti akan berinovasi membuat paket wisata, misal paket wisata naik Jeep, atau persewaan sepeda tua, atau sepeda listrik untuk berkeliling di sekitar Kota Lama. Ini bisa jadi lahan usaha baru," ucapnya.

Apalagi Kota Lama juga menjadi simbol perjuangan arek-arek Surabaya melawan penjajah Belanda. Tempat bersejarah yang menjadi saksi bisu pertempuran 10 November 1945 dan tempat tewasnya Jenderal A.W.S Mallaby adalah Jembatan Merah yang berada di kawasan Kota Lama.

"Banyak sejarah yang bisa kita ingat di sini, banyak nilai yang bisa kita ambil hikmahnya. Mulai dari semangat perjuangan hingga nilai toleransi yang sangat kental," katanya.

Untuk itu, ia sangat setuju saat pengembangan Kota Lama dibagi menjadi empat zona utama, yaitu Zona Eropa, Pecinan, Melayu, dan Arab. Dengan pengembangan ini, maka Kota Lama Surabaya menjadi kawasan Kota Tua paling luas di Indonesia.

Setiap zona memiliki ciri khas arsitektur yang unik dan bersejarah, menarik pengunjung untuk menjelajahi kisah-kisah masa lalu yang tersembunyi di balik bangunan-bangunan megahnya. Kawasan Kota Lama ini, ibarat laboratorium arsitektur dunia, dimana wisatawan bisa mempelajari khas arsitektur barat dengan nuansa kolonial dan Eropa serta negara-negara timur dan Tiongkok.

"Di sini para arsitek bisa belajar beraneka ragam ciri khas bangunan dari berbagai negara pada zaman dahulu," pungkas dia. (*)

Berita Terbaru

Wakapolda Sulbar Cek Alat Khusus Ditintelkam: Dorong Transformasi Pelayanan Berbasis Teknologi Informasi

Wakapolda Sulbar Cek Alat Khusus Ditintelkam: Dorong Transformasi Pelayanan Berbasis Teknologi Informasi

Kamis, 23 Jul 2026 13:38 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 13:38 WIB

Cek Peralatan Khusus Ditintelkam, Wakapolda Tekankan Pentingnya Transformasi Pelayanan Berbasis IT…

Sinergi Polantas Sulbar dan Babinsa: Bersama Wujudkan Generasi Muda yang Tertib dan Aman di Jalan Raya

Sinergi Polantas Sulbar dan Babinsa: Bersama Wujudkan Generasi Muda yang Tertib dan Aman di Jalan Raya

Kamis, 23 Jul 2026 13:26 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 13:26 WIB

POLDA SULBAR - Untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban lalu lintas yang berkelanjutan, Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Barat kali ini menjalin sinergi …

Dukung Revitalisasi, Karaton Surakarta dan Damkar Bersihkan Sarang Tawon Vespa

Dukung Revitalisasi, Karaton Surakarta dan Damkar Bersihkan Sarang Tawon Vespa

Kamis, 23 Jul 2026 13:20 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 13:20 WIB

Karaton Surakarta menggandeng Damkar Solo untuk mengevakuasi sarang tawon vespa demi keselamatan pekerja revitalisasi, abdi dalem, dan wisatawan.…

Perkuat Pondasi Moral dan Disiplin, Polda Sulbar Konsisten Gelar Pembinaan Rohani Demi Pelayanan Humanis

Perkuat Pondasi Moral dan Disiplin, Polda Sulbar Konsisten Gelar Pembinaan Rohani Demi Pelayanan Humanis

Kamis, 23 Jul 2026 09:28 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 09:28 WIB

POLDA SULBAR- Memberikan pelayanan terbaik dan menjaga kepercayaan masyarakat tak hanya bermodal kekuatan fisik maupun keterampilan tugas, melainkan juga…

Lapor ke Cak Eri Bongkar Dugaan Pungli SWK Kalijudan

Lapor ke Cak Eri Bongkar Dugaan Pungli SWK Kalijudan

Kamis, 23 Jul 2026 07:22 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 07:22 WIB

SURABAYA - Laporan masyarakat melalui hotline "Lapor Cak Eri" berhasil membongkar dugaan pungutan liar (pungli) terhadap calon pedagang di Sentra Wisata…

KPK Temukan Indikasi Pengondisian Audit BPK di Daerah Lain

KPK Temukan Indikasi Pengondisian Audit BPK di Daerah Lain

Rabu, 22 Jul 2026 16:30 WIB

Rabu, 22 Jul 2026 16:30 WIB

JAKARTA– KPK menemukan indikasi pengondisian hasil audit BPK di daerah lain saat mengusut dugaan suap audit Pemkab Muara Enim. Temuan tersebut diperoleh p…