Ngeri! Utang Luar Negeri Indonesia Sudah Tembus Rp6.598,26 Triliuan

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi utang
Ilustrasi utang

i

JAKARTA - Posisi utang luar negeri Indonesia pada Mei 2024 tercatat sebesar USD407,3 miliar atau setara Rp6.598,26 triliun (kurs Rp16.200/USD). Ini berarti naik 1,8 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) setelah terkontraksi sebesar 1,5 persen (year-on-year) pada April 2024.

Demikian disampaikan Asisten Gubernur Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Erwin Haryono, dikutip dari laman RRI, Selasa (16/7/2024). "Pertumbuhan tersebut bersumber dari utang luar negeri sektor publik, baik pemerintah maupun bank sentral, serta sektor swasta," ujarnya.

Utang luar negeri pemerintah per Mei 2024 tercatat mencapai USD191 miliar (Rp3.094,20 triliun). Ini berarti terkontraksi 0,8 persen secara tahunan melanjutkan kontraksi pada April 2024 sebesar 2,6 persen (yoy).

"Perkembangan tersebut terutama dipengaruhi peningkatan aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional dan domestik," katanya. Hal ini, lanjut Erwin, didukung sentimen positif kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia.

Sedangkan utang luar negeri swasta pada Mei 2024 tercatat USD197,6 miliar atau setara Rp3.201,12 triliun. Secara tahunan utang luar negeri swasta ini terkontraksi 0,4 persen (yoy) melanjutkan kontraksi 2,8 persen (yoy) pada April 2024.

Menurut Erwin, perkembangan utang luar negeri swasta bersumber dari utang lembaga keuangan yang terkontraksi 2,6 persen (yoy). Kemudian utang perusahaan non-lembaga keuangan tumbuh 0,1 persen (yoy).

Sebanyak 78,9 persen utang swasta berasal dari berbagai sektor ekonomi. Di antaranya industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta pertambangan dan penggalian.

Utang luar negeri swasta juga tetap didominasi utang yang bersifat jangka panjang. Jika dipersentasekan jumlahnya mencapai 76,1 persen.

Meski begitu, Erwin mengatakan struktur utang luar negeri Indonesia tetap sehat didukung penerapan sistem kehati-hatian dalam pengelolaannya. Ini tercermin dari rasio utang luar negeri terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 29,8 persen.

Selain itu, 85,9 persen utang luar negeri Indonesia didominasi oleh utang jangka panjang. "BI dan pemerintah akan terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN," ujarnya.

Erwin juga menegaskan bakal terus mengoptimalkan utang luar negeri demi menopang pembiayaan pembangunan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. "Caranya dengan meminimalisasi risiko yang dapat mempengaruhi stabilitas perekonomian," ujarnya. (rri)

Tag :

Berita Terbaru

Kasus Oli Palsu, Polda Sulbar Limpahkan Tersangka HZ ke Kejaksaan Polman 

Kasus Oli Palsu, Polda Sulbar Limpahkan Tersangka HZ ke Kejaksaan Polman 

Rabu, 16 Sep 2026 18:11 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 18:11 WIB

POLMAN – Kasus dugaan peredaran oli palsu dan oplosan yang sempat menghebohkan Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, memasuki babak baru. D…

Kapolda Sulbar Beserta PJU Ikuti Penyerahan LHP Keuangan dan Grand Entry Meeting Audit Semester II 2026

Kapolda Sulbar Beserta PJU Ikuti Penyerahan LHP Keuangan dan Grand Entry Meeting Audit Semester II 2026

Rabu, 16 Sep 2026 18:06 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 18:06 WIB

POLDA SULBAR - Kapolda Sulbar, Irjen Pol. Adi Deriyan Jayamarta bersama seluruh pejabat utamanya menghadiri langsung kegiatan penyerahan Laporan Hasil…

Pledoi di PN Surabaya, Goli Korlita Bantah Penggelapan Dana SD Cita Hati

Pledoi di PN Surabaya, Goli Korlita Bantah Penggelapan Dana SD Cita Hati

Rabu, 16 Sep 2026 15:59 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 15:59 WIB

SURABAYA – Perkara dugaan penggelapan dana di SD Kristen Cita Hati Pakuwon City Surabaya terus bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Dalam agenda p…

JPU Bantah Pledoi Terdakwa Deposito OSO, Sebut Janji Bunga 13 Persen Tak Sesuai Kenyataan

JPU Bantah Pledoi Terdakwa Deposito OSO, Sebut Janji Bunga 13 Persen Tak Sesuai Kenyataan

Rabu, 16 Sep 2026 15:53 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 15:53 WIB

SURABAYA – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Damang Anubowo membantah seluruh dalil pembelaan terdakwa Agustin Widyawati dan Ranto Hensa Barlin Sidauruk dalam perkara d…

Soal Pemanggilan Nusron Wahid, KPK Minta Tunggu Proses Penyidikan Berjalan

Soal Pemanggilan Nusron Wahid, KPK Minta Tunggu Proses Penyidikan Berjalan

Rabu, 16 Sep 2026 15:46 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 15:46 WIB

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka peluang memanggil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid. Hal ini…

KPK: Bos Summarecon Suap Orang Kepercayaan Menteri ATR/BPN Rp1,5 Miliar

KPK: Bos Summarecon Suap Orang Kepercayaan Menteri ATR/BPN Rp1,5 Miliar

Rabu, 16 Sep 2026 15:44 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 15:44 WIB

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Direktur Utama PT Summarecon Agung, Adrianto Pitojo Adhi, sebagai tersangka. Adrianto ditetapkan terkait…