Pemkot Surabaya Segera Normalisasi Sungai Kalianak

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pemkot Surabaya akan membuat plengsengan pada tiap sisi Sungai Kalianak
Pemkot Surabaya akan membuat plengsengan pada tiap sisi Sungai Kalianak

i

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya segera melakukan normalisasi di Sungai Kalianak Surabaya. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi terjadinya banjir di wilayah Kecamatan Asemrowo dan Kecamatan Krembangan saat musim hujan.

Pada tahap awal sebelum melakukan normalisasi, pemkot mulai memasang patok sebagai penandaan titik lebarnya sungai, sekaligus batas antara Kecamatan Asemrowo dan Kecamatan Krembangan, di Jembatan Kalianak Surabaya, Rabu (5/2/2025).

Kepala Bidang Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Windo Gusman Prasetyo menuturkan, pelaksanaan normalisasi tersebut merupakan salah satu program yang telah direncanakan oleh Pemkot Surabaya dalam menanggulangi banjir di wilayah Kecamatan Asemrowo dan Kecamatan Krembangan.

“Sebelumnya kita sudah merapatkan, menentukan titik-titik mana saja yang akan diberi penanda (patok), serta pembahasan terkait tahap pemeliharaan apa yang akan dilakukan. Sehingga untuk hari ini, kami lakukan penentuan titik tengah di Sungai Kalianak,” kata Windo.

Setelah satgas DSDABM bersama para personel Satpol PP Surabaya menentukan titik tengah sungai, selanjutnya menentukan batas wilayah Kecamatan Asemrowo dan Kecamatan Krembangan berdasarkan penanda yang telah terpasang.

“Kami tarik garis ke sisi selatan ke bagian hulu dari Sungai Kalianak ini, dengan alur yang telah kami dapat dari hasil monitoring rekan-rekan Disperkim dan Bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat. Nanti kita sepakati bersama batas antara dua kecamatan itu dari penanda tengah ini,” jelasnya.

Nantinya, setelah dilakukan normalisasi sungai, Pemkot Surabaya akan membuat plengsengan pada tiap sisi Sungai Kalianak. Bahkan, pada sisi bagian utara Jembatan Kalianak, akan dibangun rumah pompa, dan di sisi bagian selatan akan dilakukan pembangunan bozem.

“Upaya ini dilakukan agar Kecamatan Asemrowo dan Kecamatan Krembangan di sisi Sungai Kalianak bisa terjaga dan tidak ada genangan. Ini merupakan program kerja Wali Kota Surabaya yang menginginkan Kota Surabaya bebas genangan,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Ketentraman dan Ketertiban Umum serta Perlindungan Masyarakat Satpol PP Kota Surabaya, Irna Pawanti mengatakan sebelum dilakukan normalisasi, para petugas telah melakukan pertemuan bersama perangkat wilayah setempat untuk membahas normalisasi Sungai Kalianak tersebut.

“Kami juga sudah melakukan survei bersama dengan RT/RW di wilayah Asemrowo, sehingga masyarakat juga sudah mengetahui tentang adanya pelaksanaan normalisasi ini,” kata Irna.

Irna menjelaskan, normalisasi Sungai Kalianak dilakukan karena adanya penyempitan lebar saluran air. Penyempitan Sungai Kalianak ini disebabkan banyaknya pembangunan rumah warga yang menggerus sisi sungai.

“Karena penyempitan inilah, perlu dilakukan pelebaran sehingga dapat memperlancar aliran air, maka Pemkot Surabaya melakukan normalisasi sungai. Sehingga air dapat mengalir saat hujan turun dan tidak menyebabkan banjir,” jelasnya.

Irna menyebut, pemasangan batas ini dilakukan Pemkot Surabaya melalui Satpol PP dan DSDABM Surabaya sebagai upaya pencegahan banjir. Bahkan, dalam pelaksanaannya, turut didampingi oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.

“Harapannya tidak ada banjir di kawasan ini, sehingga normalisasi ini kami lakukan saat ini,” pungkasnya. (*)

Berita Terbaru

Kasus Anak Dibawa Pergi di Mamuju Tengah Sudah Ditangani, Kabid Humas: Proses Hukum Terus Berjalan

Kasus Anak Dibawa Pergi di Mamuju Tengah Sudah Ditangani, Kabid Humas: Proses Hukum Terus Berjalan

Sabtu, 10 Okt 2026 17:57 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 17:57 WIB

MAMUJU — Polda Sulawesi Barat memastikan kasus dugaan membawa pergi seorang anak perempuan di bawah umur dari Kabupaten Mamuju Tengah, yang menjadi perhatian m…

Reses Lutfiyah di Surabaya Utara: Warga Pertanyakan Paving dan Saluran Mangkrak

Reses Lutfiyah di Surabaya Utara: Warga Pertanyakan Paving dan Saluran Mangkrak

Sabtu, 10 Okt 2026 16:55 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 16:55 WIB

SURABAYA – Persoalan infrastruktur lingkungan, keterbatasan fasilitas pendidikan dan kesehatan, hingga bantuan bagi warga kurang mampu menjadi aspirasi yang m…

Polisi Tahan Tersangka Kasus Anak Dibawa Pergi di Mateng, Korban Mendapat Pendampingan Psikologis

Polisi Tahan Tersangka Kasus Anak Dibawa Pergi di Mateng, Korban Mendapat Pendampingan Psikologis

Sabtu, 10 Okt 2026 16:08 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 16:08 WIB

MAMUJU TENGAH — Kepolisian terus menindaklanjuti kasus seorang anak perempuan yang diduga dibawa pergi oleh seorang pria berinisial S dari Kabupaten Mamuju T…

Korban Arisan Meow Resmi Lapor Polda Jatim, Pertanyakan Dugaan Transfer Dana ke Perusahaan Spa

Korban Arisan Meow Resmi Lapor Polda Jatim, Pertanyakan Dugaan Transfer Dana ke Perusahaan Spa

Sabtu, 10 Okt 2026 12:11 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 12:11 WIB

SURABAYA, – Polemik arisan Meow yang menyeret nama MCL kembali memanas. Setelah sempat menjadi perhatian publik, delapan korban akhirnya menempuh jalur hukum d…

Menelisik Proyek Revitalisasi Rp 1,7 Miliar di SMK Al Husna Loceret

Menelisik Proyek Revitalisasi Rp 1,7 Miliar di SMK Al Husna Loceret

Sabtu, 10 Okt 2026 12:02 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 12:02 WIB

SMK Al Husna Loceret Nganjuk menjadi salah satu sekolah yang mendapat anggaran revitalisasi dari Kemendikdasmen, dengan nilai Rp 1,7 miliar.…

Lambaian Perpisahan dengan Irjen Pol Adi Deriyan, "Sampai Jumpa Sahabatku, Kita Saling Mendoakan"

Lambaian Perpisahan dengan Irjen Pol Adi Deriyan, "Sampai Jumpa Sahabatku, Kita Saling Mendoakan"

Sabtu, 10 Okt 2026 09:52 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 09:52 WIB

Polda Sulbar - Setelah seluruh rangkaian acara pelepasan Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta selesai, Kapolda Sulbar yang baru, Irjen Pol Totok Suharyanto, bersama…