Novita Hardini: Jangan Hancurkan Usaha Rakyat Kecil dengan Pajak Digital

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Novita Hardini, anggota Fraksi PDIP DPR RI (Foto: Instagram @novitamochamad)
Novita Hardini, anggota Fraksi PDIP DPR RI (Foto: Instagram @novitamochamad)

i

JAKARTA - Kebijakan pajak digital atau e-commerce terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mendapat perhatian anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini. Ia khawatir dampak pengenaan pajak ini berdampak terhadap kelangsungan usaha yang dirintis pedagang kecil.

Novita yang diketahui istri Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin ini mengungkapkan di saat digitalisasi ekonomi semakin gencar, seharusnya pemerintah tak hanya melihat sebatas pada legalitas dan formalitas.

Namun juga pada keberlanjutan usaha kecil yang rentan terhempas beban regulasi yang tidak proporsional.

“Jangan sampai UMKM yang baru belajar bernafas melalui digital, langsung ditekan dengan kebijakan pajak tanpa kesiapan ekosistem. Mereka ini bukan perusahaan raksasa, tapi tulang punggung ekonomi rakyat,” tandas Novita dikutip dari laman resmi pdiperjuangan-jatim.com, Minggu, 27 Juli 2025.

Hal itu dia sampaikan setelah mengikuti kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI di Danau Toba, Kabupaten Toba, Sumatera Utara (Sumut), kemarin, Jumat (25/7/2025).

Perempuan yang dikenal aktif dalam pemberdayaan UMKM itu menegaskan bahwa kebijakan perpajakan harus memperhatikan realitas di lapangan.

Dia mencontohkan banyak pelaku UMKM yang sudah berusaha mengurus legalitas seperti sertifikasi halal, hak merek, hingga PT perorangan. Namun masih menghadapi kendala birokrasi yang lamban.

“Dari dua tahun lalu daftar sertifikasi halal, sampai sekarang belum turun. Ini kan ironis, sudah didorong untuk formal tapi tidak difasilitasi dengan cepat. Sekarang malah dihadapkan pajak,” ujarnya.

Politisi PDI Perjuangan itu mengatakan bahwa pajak e-commerce yang dibebankan pada pelaku usaha kecil bisa menjadi penghambat alih-alih pendorong.

Dia menilai bahwa fokus saat ini harus diarahkan pada penguatan kapasitas usaha, keberlanjutan produksi, dan edukasi digital yang konkret.

“UMKM itu perlu kepastian, bukan kejutan. Jangan sampai hari ini bisa jualan, besok tidak. Yang mereka butuhkan adalah kestabilan, agar bisa menyekolahkan anak, menghidupi keluarga, dan berputar ekonominya,” tuturnya.

Lebih lanjut, Novita juga mengingatkan agar program-program pemerintah tidak hanya bersifat pada seremoni. Harus ada program nyata yang bisa menyentuh langsung kebutuhan UMKM dari pembiayaan, digitalisasi, hingga penguatan rantai pasok dan pasar.

“Saya apresiasi ada kolaborasi antar kementerian seperti kementerian UMKM, kementerian hukum, dan lembaga-lembaga lainnya. Tapi mari kita pastikan bukan hanya soal penandatanganan MoU, tapi soal output dan dampak riil. Apalagi kalau menyangkut hajat hidup rakyat kecil,” tegas Novita.

Sebagai legislator perempuan satu-satunya dari Dapil 7 Jawa Timur itu, dia menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan yang berpihak pada pelaku UMKM.

Novita juga mengajak seluruh pemangku kebijakan agar tidak menjadikan pajak sebagai instrumen yang membebani pelaku usaha kecil, melainkan sebagai alat pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.

“Kalau UMKM kita kuat, ekonomi nasional juga kuat. Tapi kalau mereka tersungkur karena kebijakan yang tidak adil, kita semua yang akan rugi,” pungkas Novita Hardini. ***

Berita Terbaru

Siap Mengawal Aspirasi dan Tangani Karhutla, Kapolda Sulbar Cek Langsung Kesiapan Personel dan Sarpras

Siap Mengawal Aspirasi dan Tangani Karhutla, Kapolda Sulbar Cek Langsung Kesiapan Personel dan Sarpras

Senin, 19 Okt 2026 20:57 WIB

Senin, 19 Okt 2026 20:57 WIB

POLDA SULBAR- Kesiapan melindungi masyarakat dimulai dari personel yang terlatih dan peralatan yang siap digunakan. Semangat tersebut mendasari pengecekan…

Hadir Saat Warga Membutuhkan, Kapolda Sulbar Pastikan Kesiapan Pelayanan di Polresta Mamuju

Hadir Saat Warga Membutuhkan, Kapolda Sulbar Pastikan Kesiapan Pelayanan di Polresta Mamuju

Senin, 19 Okt 2026 20:55 WIB

Senin, 19 Okt 2026 20:55 WIB

MAMUJU – Setiap warga yang datang ke kantor polisi membawa harapan untuk didengar, dibantu, dan mendapatkan perlindungan. Harapan itulah yang menjadi semangat k…

Kapolda Sulbar dan Jajaran Pejabat Utama Turun Langsung Atur Lalu Lintas dan Sapa Masyarakat

Kapolda Sulbar dan Jajaran Pejabat Utama Turun Langsung Atur Lalu Lintas dan Sapa Masyarakat

Senin, 19 Okt 2026 15:02 WIB

Senin, 19 Okt 2026 15:02 WIB

POLDA SULBAR- Ada yang berbeda dari keramaian lalu lintas pagi di Kota Mamuju, Senin (19/10/26). Jika biasanya di setiap persimpangan jalan hanya terlihat…

Dispendik Surabaya Imbau SD-SMP Manfaatkan Destinasi Lokal untuk Outing Class

Dispendik Surabaya Imbau SD-SMP Manfaatkan Destinasi Lokal untuk Outing Class

Senin, 19 Okt 2026 14:58 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:58 WIB

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengimbau sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) mengoptimalkan destinasi wisata edukasi dan ruang…

KPK: Pejabat BNPB Diduga Terima Suap Rp2,38 Miliar dan Emas 325 Gram

KPK: Pejabat BNPB Diduga Terima Suap Rp2,38 Miliar dan Emas 325 Gram

Senin, 19 Okt 2026 14:55 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:55 WIB

JAKARTA- KPK mengungkap dugaan penerimaan suap oleh pejabat BNPB terkait pengadaan yang menggunakan DSP kebencanaan. Suap tersebut diduga diterima dalam bentuk …

Hari Santri 2026, PKB Kota Surabaya Ajak Santri dan Santriwati Jaga Tradisi Pesantren dan Keutuhan Negeri

Hari Santri 2026, PKB Kota Surabaya Ajak Santri dan Santriwati Jaga Tradisi Pesantren dan Keutuhan Negeri

Senin, 19 Okt 2026 14:04 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:04 WIB

SURABAYA – Menjelang peringatan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2026, Ketua DPC PKB Kota Surabaya Muhammad Faridz Afif atau Gus Afif mengajak seluruh s…