Komisi D DPRD Surabaya Soroti Perbedaan Data Penerima Beasiswa di RAPBD 2026

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Komisi D DPRD Kota Surabaya menggelar rapat koordinasi bersama Disbudporapar
Komisi D DPRD Kota Surabaya menggelar rapat koordinasi bersama Disbudporapar

i

SURABAYA, bacasaja.id — Komisi D DPRD Kota Surabaya menggelar rapat koordinasi bersama Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Kamis (16/10/2025), membahas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun 2026. Rapat dipimpin Ketua Komisi D, dr. Akmarawita Kadir, dan dihadiri pejabat dinas terkait.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah anggota dewan menyoroti adanya perbedaan signifikan antara data penerima beasiswa dan angka yang tercantum dalam rancangan anggaran.

Anggota Komisi D, dr. Zuhrotul Mar’ah, mengungkapkan terjadinya perubahan mencolok pada rincian objek retribusi.

“Dari 12 pos kini hanya tersisa 4 pos. Sementara pemanfaatan aset awalnya 6 pos, naik menjadi 14 pos. Padahal, penggunaan Balai Budaya hingga Oktober sudah mencapai Rp1,55 miliar, sedangkan anggaran 2026 hanya menempatkan Rp1,45 miliar,” jelasnya.

Sementara itu, Imam Syafi’i menyoroti perbedaan data penerima beasiswa.

“Proyeksi penerima beasiswa mencapai 24 ribu orang, tetapi dalam RAPBD 2026 hanya tercatat 15.500 penerima. Data ini harus disinkronkan agar publik tidak salah paham,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, nominal Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang ditanggung pemerintah seharusnya Rp10 juta, namun realisasinya hanya Rp2,5 juta.

Pendapatan Retribusi Masih Rendah

Wakil Ketua Komisi D, Luthfiyah, menilai pendapatan daerah dari sektor retribusi masih tergolong rendah. Menurutnya, banyak potensi yang belum tergarap karena terkendala birokrasi.

“Anggaran sebaiknya difokuskan untuk kesejahteraan warga, termasuk perempuan, pemuda, dan kelompok rentan — bukan untuk kegiatan seremonial yang minim manfaat,” tegasnya.

Kadisbudporapar Hidayat Syah memastikan standar harga fasilitas dan kegiatan sudah sesuai ketentuan. Sementara Kabid Kebudayaan, Herry Purwadi, menjelaskan pihaknya rutin memfasilitasi seniman tampil di 14 titik ruang publik setiap akhir pekan, lengkap dengan transportasi dan perlengkapan panggung.

Juru bicara Bappedalitbang, Salim A., menjelaskan perbedaan angka penerima beasiswa muncul karena perbedaan sumber data.

“Angka 24 ribu penerima berasal dari proyeksi keluarga miskin dan prasejahtera menurut BPS, sedangkan Disbudporapar mencatat 15.500 penerima dalam rancangan anggaran,” paparnya.

Menutup rapat, Ketua Komisi D dr. Akmarawita Kadir menyatakan pihaknya akan memberikan catatan khusus dan menjadwalkan rapat lanjutan.

 “Masih ada ketidaksinkronan antara proyeksi penerima beasiswa 2026 dan alokasi anggarannya. Kami akan memanggil kembali Disbudporapar dan bagian anggaran untuk memastikan kesesuaian data,” ujarnya.

Akma menegaskan bahwa anggaran bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam mewujudkan keadilan, transparansi, dan kesejahteraan warga. Dewan berkomitmen mengawal perbaikan data agar setiap rupiah APBD benar-benar kembali kepada masyarakat Surabaya yang membutuhkan. (dims)

Berita Terbaru

Jelang Bertahta, SISKS Pakoe Boewono XIV Jalani Ruwatan, Gusti Moeng Ungkap Maknanya

Jelang Bertahta, SISKS Pakoe Boewono XIV Jalani Ruwatan, Gusti Moeng Ungkap Maknanya

Jumat, 04 Sep 2026 20:52 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 20:52 WIB

SURAKARTA— Rangkaian upacara bertahtanya Sahandhap Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kangjeng Susuhunan (SISKS) Pakoe Boewono XIV di Keraton Surakarta Hadiningrat …

AMPG Jatim Jadi Ikon Penggerak, Gelar Diklatda I AMPG Provinsi se-Kabupaten/Kota Pertama di Indonesia

AMPG Jatim Jadi Ikon Penggerak, Gelar Diklatda I AMPG Provinsi se-Kabupaten/Kota Pertama di Indonesia

Jumat, 04 Sep 2026 18:06 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 18:06 WIB

SURABAYA – Pimpinan Daerah Angkatan Muda Partai Golkar (PD AMPG) Jawa Timur kembali membuat gebrakan dengan menggelar Pendidikan dan Pelatihan Daerah (…

Anggota DPRD Surabaya : Sistem Boleh Modern, Tapi Jangan Bikin Warga Makin Ribet

Anggota DPRD Surabaya : Sistem Boleh Modern, Tapi Jangan Bikin Warga Makin Ribet

Jumat, 04 Sep 2026 18:03 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 18:03 WIB

SURABAYA – Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026 harus menjadi momentum yang benar-benar dirasakan masyarakat Kota Surabaya. Bukan sekadar seremoni, tetapi m…

Krisis Air Melanda Bojonegoro, PNIB Salurkan 99.999 Liter Air Bersih ke Wilayah Kekeringan

Krisis Air Melanda Bojonegoro, PNIB Salurkan 99.999 Liter Air Bersih ke Wilayah Kekeringan

Jumat, 04 Sep 2026 18:01 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 18:01 WIB

BACASAJA.ID — Kemarau panjang hingga krisis air bersih yang dialami masyarakat di sejumlah desa di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, akhirnya mendapatkan b…

Tingkatkan Mutu Pelayanan Publik, Subdit Regident Gelar Evaluasi Kinerja Seluruh Jajaran Secara Daring

Tingkatkan Mutu Pelayanan Publik, Subdit Regident Gelar Evaluasi Kinerja Seluruh Jajaran Secara Daring

Jumat, 04 Sep 2026 17:57 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 17:57 WIB

POLDA SULBAR- Komitmen untuk senantiasa meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat terus dilakukan oleh Subdit Regident Ditlantas Polda Sulbar. Lewat…

DPRD Surabaya Minta Pemkot Berani Intervensi Bantuan Pendidikan hingga Desil 5: Jangan Kaku Soal Data!

DPRD Surabaya Minta Pemkot Berani Intervensi Bantuan Pendidikan hingga Desil 5: Jangan Kaku Soal Data!

Jumat, 04 Sep 2026 12:40 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 12:40 WIB

SURABAYA- DPRD Surabaya mendorong Pemerintah Kota Surabaya tidak menjadikan klasifikasi desil sebagai satu-satunya batas dalam menentukan warga yang berhak…