BHS Tegaskan Anggaran BNPB, Basarnas, BMKG, dan Coast Guard Tidak Boleh Dipangkas

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Anggota DPR RI Dapil Jawa Timur I Fraksi Gerindra, Ir. H. Bambang Haryo Soekartono (BHS), meninjau lokasi bencana di Aceh Tamiang
Anggota DPR RI Dapil Jawa Timur I Fraksi Gerindra, Ir. H. Bambang Haryo Soekartono (BHS), meninjau lokasi bencana di Aceh Tamiang

i

SURABAYA - Anggota DPR RI Dapil Jawa Timur I Fraksi Gerindra, Ir. H. Bambang Haryo Soekartono (BHS), menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh melakukan pemangkasan anggaran terhadap lembaga-lembaga strategis penanganan bencana. Hal tersebut disampaikan BHS saat meninjau langsung posko pengungsian korban banjir di Aceh Tamiang, Rabu (10/12).

Menurutnya, lembaga seperti BNPB, Basarnas, BMKG, hingga Coast Guard memegang peran vital dalam upaya penyelamatan masyarakat, terutama di tengah meningkatnya intensitas bencana hidrometeorologi maupun geologi di berbagai daerah. Karena itu, katanya, penguatan anggaran terhadap empat lembaga tersebut harus menjadi prioritas utama pemerintah.

“Ini menyangkut nyawa rakyat. BNPB, Basarnas, BMKG, hingga Coast Guard tidak boleh dipangkas anggarannya, justru harus diperkuat,” tegas BHS.

Ia menilai bahwa dukungan anggaran yang memadai akan memungkinkan penanganan bencana berlangsung lebih cepat, terukur, dan efektif. Termasuk dalam fase pemulihan pascabencana, yang menurutnya membutuhkan percepatan perbaikan infrastruktur dasar, normalisasi jalur air, serta pembangunan kembali rumah-rumah warga yang rusak.

BHS juga mendorong keterlibatan sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membantu percepatan pemulihan di wilayah terdampak bencana. Menurut Alumni ITS Surabaya itu, seluruh daerah rawan longsor, banjir, gempa, dan tsunami harus berada di bawah koordinasi terpadu BNPB.

“Early warning system wajib disediakan dan harus terus disimulasikan. Begitu bencana terjadi, sistem peringatan harus langsung aktif,” ujarnya.

Ia turut menyoroti minimnya perangkat peringatan dini, mulai dari sirine hingga sensor kebencanaan, di sejumlah daerah. Kondisi ini disebutnya berkontribusi terhadap tingginya jumlah korban pada berbagai kejadian bencana.

“Tidak boleh lagi seperti sekarang: tidak ada satu pun peringatan dini, sirine tidak ada, akhirnya korban menjadi banyak. BNPB harus menjadi leading sector dalam penyelamatan nyawa publik,” tegasnya.

BHS menekankan bahwa Indonesia sebagai negara yang berada di kawasan cincin api membutuhkan sistem mitigasi bencana yang kuat dan terintegrasi. Karena itu, penguatan anggaran, modernisasi sarana-prasarana, serta optimalisasi koordinasi lintas lembaga harus menjadi langkah prioritas pemerintah.

Dengan dorongan kuat dari Bambang Haryo Soekartono tersebut, diharapkan pemerintah dapat mempercepat penguatan mitigasi dan memastikan seluruh daerah memiliki kesiapsiagaan yang lebih optimal dalam menghadapi potensi bencana. (dims)

Berita Terbaru

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Masuki Tahap III, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Masuki Tahap III, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

Selasa, 21 Jul 2026 20:47 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 20:47 WIB

SURABAYA- Pemkot Surabaya terus melanjutkan program normalisasi Ruang Sungai Kalianak yang kini memasuki tahap ketiga, Senin (20/7/2026). Program ini merupakan…

Pikap PT Latitude Industries Bolak-balik Lansir Pertalite untuk Speedboat Reni Fadhila 08 di SPBU Kodim Seraya Ataa

Pikap PT Latitude Industries Bolak-balik Lansir Pertalite untuk Speedboat Reni Fadhila 08 di SPBU Kodim Seraya Ataa

Selasa, 21 Jul 2026 19:12 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 19:12 WIB

BATAM— Mobil pikap bernomor polisi BP 8640 DM yang melansir belasan jeriken BBM jenis Pertalite di SPBU 13.294.704 Kodim, Batam, tercatat atas nama PT Latitude …

KPK Masih Dalami Pengembangan Kasus Suap Pelepasan Hutan Menhut Raja Juli

KPK Masih Dalami Pengembangan Kasus Suap Pelepasan Hutan Menhut Raja Juli

Selasa, 21 Jul 2026 14:06 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 14:06 WIB

JAKARTA– KPK mengisyaratkan peluang mengembangkan penyidikan dugaan suap pengurusan pelepasan kawasan hutan produksi terbatas di Kementerian Kehutanan (…

Dari 'Murid Hebat' Menuju Sekolah Ramah Anak: Praktik Inklusif SMP Negeri 3 Probolinggo

Dari 'Murid Hebat' Menuju Sekolah Ramah Anak: Praktik Inklusif SMP Negeri 3 Probolinggo

Selasa, 21 Jul 2026 14:00 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 14:00 WIB

Oleh: Lujeng Lutvia, S.Pd, Gr  Di tengah berbagai tantangan penyelenggaraan pendidikan inklusif di Indonesia, SMP Negeri 3 Probolinggo menunjukkan bahwa …

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT Ke-81 RI Tetap Diperbolehkan Asal Sukarela

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT Ke-81 RI Tetap Diperbolehkan Asal Sukarela

Selasa, 21 Jul 2026 12:12 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 12:12 WIB

SURABAYA- Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia (RI), Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegaskan bahwa penarikan iuran atau …

Menhut Raja Julo Berpeluang Jadi Tersangka Gratifikasi Amplop Kuansing

Menhut Raja Julo Berpeluang Jadi Tersangka Gratifikasi Amplop Kuansing

Selasa, 21 Jul 2026 11:48 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 11:48 WIB

JAKARTA- Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni berpeluang ditetapkan sebagai tersangka apabila Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan bukti adanya…