Komisi D DPRD Surabaya Soroti Proyek Dua Puskesmas yang Molor, Pertanyakan Profesionalitas Kontraktor

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Komisi D DPRD Surabaya melakukan sidak di lokasi pembangunan Puskesmas Pegirian dan Puskesmas Manukan Kulon
Komisi D DPRD Surabaya melakukan sidak di lokasi pembangunan Puskesmas Pegirian dan Puskesmas Manukan Kulon

i

SURABAYA – Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya menyoroti keterlambatan pembangunan dua fasilitas layanan kesehatan, yakni Puskesmas Pegirian dan Puskesmas Manukan Kulon, yang hingga kini belum rampung meski telah melewati batas waktu penyelesaian.

Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Imam Syafi’i, mengatakan keterlambatan tersebut terungkap saat pihaknya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek pada Senin (19/12). Dua proyek puskesmas itu diketahui memiliki tenggat waktu penyelesaian pada akhir November 2025.

“Pembangunan Puskesmas Pegirian yang dikerjakan oleh PT Java Kosmik Perkasa seharusnya sudah diserahterimakan akhir November. Namun sampai sekarang, proyek senilai Rp8 miliar itu belum selesai,” ujar Imam di Surabaya.

Sidak tersebut dilakukan bersama anggota Komisi D lainnya, yakni Abdul Malik, William Wirakusuma, dr. Zuhrotul Mar’ah, dan Agus Mashuri. Dalam kunjungan itu, rombongan berdialog langsung dengan mandor proyek serta pegawai puskesmas untuk mengetahui kendala di lapangan.
Tak hanya Puskesmas Pegirian, keterlambatan juga terjadi pada proyek renovasi Puskesmas Manukan Kulon yang dikerjakan oleh CV Reno Abadi, kontraktor asal Kota Malang, dengan nilai proyek sekitar Rp5 miliar.

“Targetnya juga selesai akhir November. Kontraktor meminta tambahan waktu 20 hari. Tapi saat kami datang kembali pada 19 Desember, masih banyak pekerjaan yang belum beres,” jelasnya.

Imam menilai penunjukan kontraktor dari luar daerah patut dipertanyakan, mengingat banyak kontraktor di Kota Surabaya yang dinilai memiliki kemampuan memadai. Selain itu, Komisi D juga menemukan adanya praktik subkontrak dalam pelaksanaan proyek tersebut.

“Di lapangan kami menemukan pekerjaan disubkontrakkan ke CV Pusaka Timur Nusantara yang juga berdomisili di Malang. Bahkan para pekerja mengaku berasal dari perusahaan subkon tersebut. Ini menimbulkan tanda tanya besar terkait profesionalitas dan proses pengadaan,” tegasnya.

Selain keterlambatan, Komisi D juga mencatat persoalan krusial pada aspek perencanaan fasilitas, khususnya di Puskesmas Pegirian. Area parkir dinilai sangat terbatas dan tidak sebanding dengan jumlah pegawai maupun kebutuhan operasional.

“Jumlah pegawai sekitar 35 orang, parkir motor sudah penuh. Bisa-bisa ambulans dan kendaraan roda empat lainnya tidak punya ruang parkir yang memadai,” kata Imam.

Komisi D DPRD Surabaya meminta Pemerintah Kota Surabaya untuk mengevaluasi kinerja kontraktor serta memastikan proyek fasilitas kesehatan dibangun sesuai standar, tepat waktu, dan mengutamakan kenyamanan serta keselamatan pelayanan publik. (dims)

Berita Terbaru

Kejagung Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana dan Dua Wakilnya

Kejagung Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana dan Dua Wakilnya

Rabu, 03 Jun 2026 21:53 WIB

Rabu, 03 Jun 2026 21:53 WIB

JAKARTA- Kejaksaan Agung menahan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, Rabu, 3 Juni 2026. Selain Dadan, dua mantan Wakil Kepala BGN, Sony…

DJ Panti Pijat GION SPA Surabaya Terseret Kasus TPPO Anak di Bawah Umur

DJ Panti Pijat GION SPA Surabaya Terseret Kasus TPPO Anak di Bawah Umur

Rabu, 03 Jun 2026 21:44 WIB

Rabu, 03 Jun 2026 21:44 WIB

SURABAYA- Kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) anak di bawah umur kembali mencuat. Praktik ini diduga melibatkan seorang pria bernama FR alias FRA,…

Aksi Pencurian Tiang Rambu Parkir Viral di Medsos, Dishub Surabaya Tempuh Jalur Hukum

Aksi Pencurian Tiang Rambu Parkir Viral di Medsos, Dishub Surabaya Tempuh Jalur Hukum

Rabu, 03 Jun 2026 21:41 WIB

Rabu, 03 Jun 2026 21:41 WIB

SURABAYA- Sebuah video amatir yang merekam dugaan aksi pencurian fasilitas publik viral di media sosial (medsos). Dalam video yang beredar, terlihat dua orang…

Anas Karno: Warga Butuh Kepastian, Respons Sederhana Bisa Bangun Kepercayaan

Anas Karno: Warga Butuh Kepastian, Respons Sederhana Bisa Bangun Kepercayaan

Rabu, 03 Jun 2026 20:14 WIB

Rabu, 03 Jun 2026 20:14 WIB

SURABAYA – Pelayanan publik yang berkualitas tidak selalu diukur dari seberapa cepat sebuah persoalan terselesaikan. Bagi masyarakat, perhatian dan komunikasi y…

Ir Sudarmadji : Lelang Calon Pengelolah Bandug Zoo Tidak Bermanfaat

Ir Sudarmadji : Lelang Calon Pengelolah Bandug Zoo Tidak Bermanfaat

Rabu, 03 Jun 2026 15:19 WIB

Rabu, 03 Jun 2026 15:19 WIB

BANDUNG- Pembentukan Tim Pengelolah Sementara (TPS) Bandung Zoo yang digaungkan APECSI harus segera direalisasikan oleh Kementerian Kehutanan, bukan justru…

KPK Kembali Periksa Bos Maktour dan Mantan Menag Yaqut dalam Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

KPK Kembali Periksa Bos Maktour dan Mantan Menag Yaqut dalam Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

Rabu, 03 Jun 2026 09:23 WIB

Rabu, 03 Jun 2026 09:23 WIB

  Pemilik Maktour Travel, Fuad Hasan Masyhur, memberi keterangan usai diperiksa KPK beberapa waktu lalu. (Foto: RRI/Chairul Umam) JAKARTA- Komisi …