SURABAYA – Manajemen Kebun Binatang Surabaya (KBS) melalui PD Taman Satwa (PDTS) KBS menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Aspiration Gathering Kebun Binatang Surabaya: Kondisi Eksistensi dan Harapan Masa Depan”, Senin (2/2/2026).
FGD tersebut menjadi forum dialog terbuka yang menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari manajemen KBS, akademisi, komunitas pemerhati satwa, hingga unsur legislatif. Forum ini digelar untuk membahas kondisi eksistensi KBS sekaligus merumuskan arah pengembangan kebun binatang ke depan.
Direktur Keuangan PDTS KBS, Ahmad Nahroni, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen manajemen dalam membangun tata kelola yang transparan dan profesional. Ia menegaskan, masukan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk memperkuat peran KBS sebagai lembaga konservasi, edukasi, sekaligus destinasi wisata keluarga.
Sementara itu, Direktur Operasional dan Umum PDTS KBS, Nurika Widyasanti, menekankan pentingnya inovasi dan evaluasi berkelanjutan dalam pengelolaan satwa dan fasilitas.
Menurutnya, pengembangan KBS harus tetap mengedepankan prinsip kesejahteraan satwa dan kenyamanan pengunjung.
Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Faridz Afif, dalam kesempatan tersebut menyampaikan harapannya agar Kebun Binatang Surabaya ke depan dapat bertransformasi menjadi Perusahaan Umum Daerah (Perumda).
Namun demikian, ia mengingatkan agar transformasi tersebut tidak membebani masyarakat.
“KBS boleh berinovasi, tapi pengunjung harus tetap merasa senang. Jangan sampai tarif dinaikkan tetapi kepuasan pengunjung justru menurun,” tegas Faridz Afif.
Ia menambahkan, sebagai fasilitas publik, KBS harus tetap terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Oleh sebab itu, setiap kebijakan pengelolaan harus berpijak pada pelayanan publik dan kebermanfaatan sosial.
Melalui FGD ini, diharapkan terbangun sinergi antara manajemen, DPRD, dan masyarakat dalam mendorong Kebun Binatang Surabaya menjadi lembaga yang modern, inovatif, namun tetap ramah, terjangkau, dan berorientasi pada kepuasan pengunjung serta kesejahteraan satwa. (dims)
Editor : Redaksi