Pengawas SPPG Bojonegoro Minta Maaf, Akui Menu MBG Ramadan Tak Sesuai Standar

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Menu MBG yang diberikan kepada pelajar saat Ramadan
Menu MBG yang diberikan kepada pelajar saat Ramadan

i

BOJONEGORO– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bojonegoro menuai sorotan publik. Sejak Senin pagi (23/2/2026), linimasa media sosial diramaikan keluhan warga terkait kualitas menu MBG yang diterima siswa di sejumlah kecamatan di hari pertama masuk sekolah di bulan Ramadan.

Ratusan unggahan dan komentar beredar di platform seperti Facebook, Instagram, dan TikTok. Mayoritas wali murid mempertanyakan kelayakan dan kandungan gizi menu yang dinilai jauh dari standar.

Salah satu unggahan datang dari Indah, warga Kecamatan Purwosari. Ia menyebut anaknya yang bersekolah di Desa Purwosari hanya menerima satu botol Yakult dan sebungkus kacang koro sebagai menu MBG.

 Sejumlah warganet turut mengomentari nilai dan kandungan gizi paket tersebut. Mereka memperkirakan biaya pembelian menu itu tidak mencapai Rp5.000 per paket

“Itu nilainya berapa, sepertinya tak sampai Rp5 ribu. Terus nilai gizinya dari mana?” tulis akun Ali Mustofa.

Komentar bernada kritik juga disampaikan warganet lain.

“Dilaporkan saja,” tulis akun Dewa Bayu. Bahkan ada yang menyebut program tersebut tidak mencerminkan tujuan pemenuhan gizi

Selain menu Yakult dan kacang koro, wali murid juga membagikan foto paket lain yang rata-rata berisi tiga jenis makanan sederhana, seperti sepotong roti atau telur, kurma dan jeruk, bahkan ada yang hanya berisi tiga buah rambutan berukuran kecil.

Warga menghitung jika rata-rata yang diterima murid, jika dirupiahkan berjumlah Rp5 ribu. Angka tersebut dianggap jauh dari nominal yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional, yang jumlahnya mencapai Rp15.000 per porsi MBG

Menanggapi polemik tersebut, Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Bojonegoro, Tomi Mandala Putra, mengakui bahwa menu yang dikeluhkan tidak sesuai standar mutu gizi

“Tidak sesuai. Kurang mutunya, perlu ditingkatkan mutunya,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Namun, saat ditanya mengenai jumlah SPPG yang diduga tidak memenuhi standar selama Ramadan serta kemungkinan sanksi yang akan diberikan, ia tidak memberikan jawaban rinci.

Tomi menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas polemik tersebut.

“Pertama kami sampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat apabila dalam pelayanan MBG ada menu yang dinilai tidak sesuai mutu gizi yang diterima,” katanya

Ia menambahkan, pihaknya akan melakukan evaluasi dan memperketat pengawasan mutu gizi selama Ramadan.

“Ke depan dan seterusnya untuk menu MBG pada bulan Ramadan akan kami lakukan perbaikan yang lebih baik dengan pengawasan mutu gizi sesuai standar yang ada,” pungkasnya. (BojonegoroTV)

 

 

Tag :

Berita Terbaru

Digitalisasi Parkir Surabaya Capai 1.541 Titik, Dishub Tertibkan Jukir Tak Ber-KTA

Digitalisasi Parkir Surabaya Capai 1.541 Titik, Dishub Tertibkan Jukir Tak Ber-KTA

Sabtu, 19 Sep 2026 16:04 WIB

Sabtu, 19 Sep 2026 16:04 WIB

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperluas penerapan digitalisasi layanan parkir di seluruh wilayah Kota Pahlawan. Dinas Perhubungan…

Jaga Akuntabilitas Penindakan Pelanggaran, Ditlantas Polda Sulbar Turun Langsung Bimbing Satlantas Mamuju Tengah

Jaga Akuntabilitas Penindakan Pelanggaran, Ditlantas Polda Sulbar Turun Langsung Bimbing Satlantas Mamuju Tengah

Sabtu, 19 Sep 2026 15:06 WIB

Sabtu, 19 Sep 2026 15:06 WIB

POLDA SULBAR - Untuk menjaga akuntabilitas dan memastikan penanganan kasus kecelakaan lalu lintas berjalan profesional, transparan dan sesuai prosedur, Subdit…

Prof. Dr. Tjandra Sridjaya Terpilih Jadi Ketua Umum Asosiasi Advokat Indonesia (AAI)

Prof. Dr. Tjandra Sridjaya Terpilih Jadi Ketua Umum Asosiasi Advokat Indonesia (AAI)

Sabtu, 19 Sep 2026 11:07 WIB

Sabtu, 19 Sep 2026 11:07 WIB

SURABAYA — Pembenahan profesi advokat tidak cukup hanya dengan memperkuat organisasi. Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), komunikasi antarsesama a…

Berakhir di Rutan Kejati Jatim! Tersangka Dugaan Pungli ESDM Jatim Oni Setiawan Meninggal Kena Serangan Jantung

Berakhir di Rutan Kejati Jatim! Tersangka Dugaan Pungli ESDM Jatim Oni Setiawan Meninggal Kena Serangan Jantung

Sabtu, 19 Sep 2026 11:02 WIB

Sabtu, 19 Sep 2026 11:02 WIB

SURABAYA — Kabar duka datang dari penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pungutan liar (pungli) di lingkungan Dinas Energi dan Sumber Daya M…

Pemkot Surabaya Perkuat Nilai Pancasila Lewat Gerakan di Tingkat Kampung

Pemkot Surabaya Perkuat Nilai Pancasila Lewat Gerakan di Tingkat Kampung

Sabtu, 19 Sep 2026 10:57 WIB

Sabtu, 19 Sep 2026 10:57 WIB

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari masyarakat melalui Kampung Pancasila.…

Dugaan Kekerasan Terhadap Jurnalis di Pasangkayu, Kapolres Pastikan Penanganan Objektif 

Dugaan Kekerasan Terhadap Jurnalis di Pasangkayu, Kapolres Pastikan Penanganan Objektif 

Sabtu, 19 Sep 2026 10:37 WIB

Sabtu, 19 Sep 2026 10:37 WIB

PASANGKAYU-   Reporter Tribun Sulbar, Taufan, resmi melaporkan dugaan pemukulan dan ancaman yang dialaminya saat menghadiri undangan klarifikasi di SMA Negeri 1…