Sengketa Tanah Pogot Memanas! Reaksi Komisi A DPRD Surabaya soal Dugaan Ancaman Ahmad Rizal dari Bantuan Hukum Pemkot

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Hearing di Komisi A DPRD Surabaya terkait sengketa tanah di Pogot
Hearing di Komisi A DPRD Surabaya terkait sengketa tanah di Pogot

i

SURABAYA— Diujung rapat dengar pendapat Ahmad Rizal; Bantuan Hukum Pemerintah Kota adanya dugaan Acaman untuk Dewan Komisi A. “Bilamana dengan adanya rekomendasi dari Dewan Komisi A nanti, klau ternyata tanah aset ini lepas ya mohon berhati-hati,” serunya Ahmad Rizal.Jumat 17/4/2026.

Diwaktu dan tempat yang berbeda waktu di konfirmasi melalui WhatsApp, Muhammad Saifuddin, S.Sos anggota komisi A DPRD kota Surabaya menegaskan, “Karena hearing itu di atur oleh konstitusi”.

Pernyataan Hotlan Marbun secara tidak langsung menyatakan benar benar bahwa bangunan SD IMPRES (SDN TANAH KALI KEDINDING 2) jalan Pogot 57 –58 dan Masjid atas ijin dari orang yang diduga mengaku sebagai ahli waris dan 2 orang (Rembuk Desa 10 Maret 1978)

Hotlan Marbun (Ignatius Hotlan H, S.H.) adalah pejabat penting di BPKAD Kota Surabaya, menjabat sebagai Kepala Bidang Pengamanan dan Penyelesaian Sengketa Barang Milik Daerah (BMD).

Sengketa tanah di jalan Pogot Nomor 57–58 kini tidak lagi sekadar konflik kepemilikan, melainkan telah berkembang menjadi dugaan praktik “perampasan administratif” oleh Pemerintah Kota Surabaya. Warga menuding lahan milik mereka secara sepihak dimasukkan ke dalam Sistem Informasi Manajemen Barang Daerah (SIMBADA) tanpa dasar hukum yang sah.

Kontroversi memuncak saat perwakilan Pemkot menyatakan bahwa tanah yang tidak didaftarkan selama lima tahun dapat dianggap berada dalam penguasaan negara dan dicatat dalam SIMBADA.

Pernyataan tersebut langsung dipatahkan oleh tim kuasa hukum warga. Saiful Anam, S.H., menilai argumen tersebut sebagai bentuk penyesatan hukum yang serius.

“Ini bukan sekadar keliru, tetapi berpotensi menyesatkan publik. Pasal 32 ayat (2) PP No. 24 Tahun 1997 tidak pernah memberikan kewenangan kepada negara untuk mengambil alih tanah warga yang belum bersertifikat,” tegasnya.

SIMBADA Bukan Alat Legitimasi Kepemilikan

Advokat Budiyanto, S.H., menegaskan bahwa SIMBADA hanyalah sistem pencatatan internal, bukan alat legitimasi hak atas tanah.

“Tidak ada norma hukum yang menyatakan pencatatan dalam SIMBADA dapat mengubah status kepemilikan. Jika ini dipaksakan, maka akan menjadi preseden berbahaya bagi kepastian hukum,” ujarnya.

Ia menambahkan, aset daerah hanya sah apabila diperoleh melalui mekanisme yang diakui hukum, yakni pembelian melalui APBD, hibah yang sah, atau putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.

“Tindakan sepihak seperti ini berpotensi kuat dikualifikasikan sebagai Perbuatan Melawan Hukum oleh Penguasa (onrechtmatige overheidsdaad),” tambahnya.

Komisi A Akan Turun Langsung

Menanggapi situasi tersebut, Komisi A DPRD Surabaya mengambil langkah tegas dengan merencanakan peninjauan langsung ke lokasi sengketa.

Ketua Komisi A, Yona Bagus Widyatmoko, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan hanya bergantung pada data administratif semata.

“Kami ingin memastikan kebenaran di lapangan. Jangan sampai ada perbedaan antara data administrasi dengan kondisi riil yang justru merugikan masyarakat,” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya sinkronisasi antara data BPKAD dengan fakta fisik, khususnya terkait batas-batas percil yang menjadi pokok sengketa.

DPRD: Negara Tidak Boleh Kalahkan Rakyat Lewat Administrasi

Komisi A menegaskan bahwa negara tidak boleh menggunakan instrumen administratif untuk mengalahkan hak warga, terlebih terhadap tanah-tanah lama yang memiliki dasar penguasaan tradisional seperti Petok D atau Letter C.

“Kami akan mengawal persoalan ini sampai tuntas. Prinsip keadilan harus dikedepankan, dan hak masyarakat tidak boleh dikalahkan oleh administrasi semata,” tegas Yona.

Ujian Kepastian Hukum

Kasus Pogot kini menjadi ujian nyata bagi komitmen pemerintah daerah dalam menjamin kepastian hukum dan perlindungan hak milik warga.

Jika tidak ditangani secara adil dan transparan, kasus ini berpotensi menjadi preseden buruk dalam praktik pengelolaan aset daerah—di mana hak atas tanah dapat dikalahkan hanya melalui pencatatan administratif. (sumber: panjinusantara.com)

Berita Terbaru

Rutan Gresik Gelar Sidang TPP, Pastikan Hak Integrasi Warga Binaan Tepat Sasaran

Rutan Gresik Gelar Sidang TPP, Pastikan Hak Integrasi Warga Binaan Tepat Sasaran

Rabu, 29 Jul 2026 21:59 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 21:59 WIB

GRESIK – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, menggelar Sidang Tim Pengamat P…

KPK OTT Bupati Pemalang dari Partai Golkar, Amankan Uang Tunai Lebih dari Rp2 Miliar

KPK OTT Bupati Pemalang dari Partai Golkar, Amankan Uang Tunai Lebih dari Rp2 Miliar

Rabu, 29 Jul 2026 21:58 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 21:58 WIB

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, bersama 20 orang lainnya dalam operasi tangkap tangan (OTT). Penyidik…

Games of Society Usung Misi Besar, Bangun Ekosistem Futsal Pelajar Berkelanjutan di 40 Kota Indonesia

Games of Society Usung Misi Besar, Bangun Ekosistem Futsal Pelajar Berkelanjutan di 40 Kota Indonesia

Rabu, 29 Jul 2026 21:49 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 21:49 WIB

Surabaya – Games of Society menegaskan komitmennya membangun ekosistem futsal usia muda yang mandiri dan berkelanjutan melalui penyelenggaraan wondr Futsal S…

Warga Surabaya yang Kos dan Kontrak Wajib Perbarui Alamat KTP, Pemkot Jamin Keamanan Data Pemilik

Warga Surabaya yang Kos dan Kontrak Wajib Perbarui Alamat KTP, Pemkot Jamin Keamanan Data Pemilik

Rabu, 29 Jul 2026 19:33 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 19:33 WIB

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus melakukan pembenahan tata kelola Administrasi Kependudukan (Adminduk) demi menghadirkan pelayanan publik…

ESI Surabaya Sayangkan Pembatalan Ekskul E-sport di Sekolah, Achmad: Pembinaan Lebih Penting daripada Larangan

ESI Surabaya Sayangkan Pembatalan Ekskul E-sport di Sekolah, Achmad: Pembinaan Lebih Penting daripada Larangan

Rabu, 29 Jul 2026 19:28 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 19:28 WIB

SURABAYA – Ketua E-sports Indonesia (ESI) Kota Surabaya, Achmad Nurdjayanto, menanggapi pernyataan Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Febria R…

Polres Mamuju Tengah Salurkan Air Bersih, Warga Terdampak Kemarau Ucap Syukur

Polres Mamuju Tengah Salurkan Air Bersih, Warga Terdampak Kemarau Ucap Syukur

Rabu, 29 Jul 2026 15:14 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 15:14 WIB

MAMUJU TENGAH - Musim kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, mulai berdampak pada ketersediaan air bersih …