Polemik Dugaan Penelantaran dan Eksploitasi Anak, Wali Kota Eri: Tunggu Keputusan Hukum

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sunardi saat bermain dengan anaknya
Sunardi saat bermain dengan anaknya

i

SURABAYA- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah menindaklanjuti adanya dugaan penelantaran dan eksploitasi anak oleh seorang ayah yang viral di media sosial (medsos) beberapa waktu lalu. Setelah melakukan kroscek lapangan, Pemkot bersama Polrestabes Surabaya tidak menemukan adanya bukti kuat atas dugaan tersebut. 

Terkait hal itu, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyampaikan pesan penting kepada seluruh warganya. Dirinya tidak ingin, kejadian ini terulang kembali di Kota Surabaya. Sebab menurutnya, jejak digital dari kejadian ini akan mempengaruhi kondisi psikologis anak di kemudian hari. 

“Jadi saya tidak ingin warga terjadi hal seperti itu. Makanya saya sampaikan, kalau terjadi hal seperti itu maka jejak digital tidak akan pernah hilang, kasihan putra-putrinya kalau sudah dewasa melihat, ada yang mengeluarkan aibnya maka ini tidak bagus,” kata Wali Kota Eri Cahyadi saat ditemui di balai kota, Senin (3/8/2026). 

Wali Kota Eri menekankan, bahwa suami istri tidak dibenarkan saling mengungkap aib satu sama lain. Karena, lanjut dia, aib seorang istri harus ditutup oleh seorang suami, begitu pula sebaliknya. “Ketika ini ada perpisahan janganlah membuka aib itu. Tapi ditutup aib itu, untuk apa? Untuk anak-anak kita, jangan hanya karena egonya orang tua, anak yang jadi korban,” ujarnya. 

Wali Kota Surabaya yang akrab disapa Cak Eri Cahyadi itu juga menyebutkan, telah bertemu dengan kedua orang tua anak yang sempat viral tersebut. Sampai saat ini, Cak Eri menyampaikan, Pemkot masih menunggu hasil putusan terkait hak asuh anak dari Pengadilan Agama (PA) Kota Surabaya. 

“Alhamdulillah kemarin sudah kita pertemukan, ayo tunggu terkait keputusan hukumnya, karena negara kita negara hukum. Kalau keputusannya seperti apa, ya harus kita ikuti. Kita lihat nanti keputusan hukum dari pengadilan agamanya apa,” sebut Cak Eri. 

Cak Eri menekankan sekali lagi kepada masyarakat, jangan sampai kejadian ini terulang kembali ke depannya. Dirinya tidak ingin warganya saling mengumbar aib, terlebih kasus ini adalah urusan keluarga yang seharusnya tidak diketahui oleh masyarakat umum. 

“Jangan buka aib keluarga warga saya di tempat umum. Karena warga saya adalah keluarga saya, anaknya mereka adalah anak saya. Sehingga saya tidak ingin, anak ini nanti ketika dewasa juga akhirnya memiliki tekanan batin atau trauma gara-gara berita-berita yang menyudutkan bapak ibunya,” pungkasnya. 

Diketahui sebelumnya, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB) Kota Surabaya, Ida Widayati mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk memastikan kondisi anak sekaligus menelusuri kebenaran informasi yang beredar. Selain itu, Ida menuturkan bahwa tim DP3A-PPKB juga telah bertemu langsung dengan ayah dan anak tersebut. Hasilnya, anak berada dalam kondisi baik dan saat ini diasuh oleh ayahnya.

Selain menemui sang anak, Pemkot Surabaya juga meminta keterangan dari ibu kandung yang sebelumnya menyampaikan dugaan eksploitasi tersebut. Namun, hingga kini bukti yang mendukung tuduhan tersebut belum dapat ditunjukkan. (*)

Berita Terbaru

Pengendara Tertib Dapat Hadiah Cabe Segar Hasil Panen Ditlantas Polda Sulbar

Pengendara Tertib Dapat Hadiah Cabe Segar Hasil Panen Ditlantas Polda Sulbar

Selasa, 04 Agu 2026 10:32 WIB

Selasa, 04 Agu 2026 10:32 WIB

POLDA SULBAR - Kepatuhan dan kesadaran keselamatan di jalan raya patut diapresiasi. Hal ini dibuktikan jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Barat yang…

Ditlantas Polda Sulbar Sinkronisasi Data Kecelakaan dengan Jasa Raharja: Pastikan Santunan Tepat Sasaran dan Akurat

Ditlantas Polda Sulbar Sinkronisasi Data Kecelakaan dengan Jasa Raharja: Pastikan Santunan Tepat Sasaran dan Akurat

Selasa, 04 Agu 2026 10:29 WIB

Selasa, 04 Agu 2026 10:29 WIB

POLDA SULBAR- Demi menjamin keakuratan data serta memastikan hak santunan korban kecelakaan lalu lintas tersalurkan dengan tepat dan cepat, Direktorat Lalu…

Jangan Tunggu Warga Tercebur, Minimnya Pengamanan Proyek di Simorejo Timur Disorot

Jangan Tunggu Warga Tercebur, Minimnya Pengamanan Proyek di Simorejo Timur Disorot

Senin, 03 Agu 2026 18:39 WIB

Senin, 03 Agu 2026 18:39 WIB

SURABAYA – Proyek di kawasan Simorejo Timur, Kelurahan Simomulyo, Kecamatan Sukomanunggal, menjadi sorotan warga. Pasalnya, area pekerjaan yang berada di dekat …

Sikapi Proses PAW Wagub Sulbar: Polda Sulbar Jamin Kamtibmas, Awasi Potensi Pelanggaran Tanpa Campuri Proses Politik

Sikapi Proses PAW Wagub Sulbar: Polda Sulbar Jamin Kamtibmas, Awasi Potensi Pelanggaran Tanpa Campuri Proses Politik

Senin, 03 Agu 2026 17:16 WIB

Senin, 03 Agu 2026 17:16 WIB

POLDA SULBAR - Menanggapi berbagai pertanyaan masyarakat terkait pengawalan proses Pengisian Anggota Wakil (PAW) Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Kepolisian…

Anggota DPR RI Adela Kanasya Adies Temui Ratusan Relawan Surabaya, Pastikan Program Kerakyatan Terus Berlanjut

Anggota DPR RI Adela Kanasya Adies Temui Ratusan Relawan Surabaya, Pastikan Program Kerakyatan Terus Berlanjut

Senin, 03 Agu 2026 15:34 WIB

Senin, 03 Agu 2026 15:34 WIB

SURABAYA – Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur I Surabaya-Sidoarjo, dari Fraksi Golkar, Adela Kanasya Adies (AKA), menyapa ratusan relawan di G…

Wali Kota Eri Cahyadi Tekankan Akuntabilitas Calon Dirut KBS, Audit Independen Jadi Pengawasan

Wali Kota Eri Cahyadi Tekankan Akuntabilitas Calon Dirut KBS, Audit Independen Jadi Pengawasan

Senin, 03 Agu 2026 14:55 WIB

Senin, 03 Agu 2026 14:55 WIB

SURABAYA- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegaskan akuntabilitas menjadi syarat utama bagi calon Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Daerah (Perumda)…