Ustaz Maaher Wafat karena Disiksa? Begini Kata Polisi dan Kompolnas

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Almarhum Ustaz Maaher At-Thuwailibi semasa hidup. | Instagram @nikitamirzanimawardi_172
Almarhum Ustaz Maaher At-Thuwailibi semasa hidup. | Instagram @nikitamirzanimawardi_172

i

BACASAJA.ID - Kabar miring yang berhembus tentang penyebab wafatnya Ustaz Maaher At-Thuwailibi terus menggelinding. Mulai dari penyakit yang bakal membuat malu keluarga, hingga disiksa.

Khusus yang terakhir, hal itu ditudingkan pertama kali oleh Kuasa Hukum Muhammad Rizieq Shihab, Aziz Yanuar melalui status Whatsapp miliknya. Status itu lantas viral di media sosial.

Terkait hal ini, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono membantah hal-hal miring penyebab Ustaz Maaher wafat.

"Mengenai meninggal-nya yang bersangkutan sudah dijelaskan pihak Kepolisian bahwa yang bersangkutan meninggal karena sakit," ujar Brigjen Rusdi di Jakarta, Rabu (10/2/2021) malam.

"Masyarakat agar tidak mudah mempercayai berita-berita yang tidak bertanggung jawab," tambahnya.

BACA JUGA: Ustaz Maaher Ditangkap Bareskrim Polri, Dugaan Kasus SARA

Brigjen Rusdi pun memperingatkan kepada publik, supaya tidak dengan begitu saja menyebar informasi miring tersebut ke pihak lain. Sebab, hal itu merupakan tindak pidana.

"Dan jangan menyebarkan berita bohong, karena merupakan tindak pidana," tegas Rusdi.

Terpisah, Komisioner Kompolnas Poengky juga menegaskan, adalah kabar bohong yang menyebut penyidik menyiksa ustaz Maaher. Dia menambahkan, penyidik memunyai bukti-bukti, termasuk rekam medis dan hasil laboratorium lengkap.

"Bahkan keluarga saudara Soni Eranata telah membantah isu-isu tidak bertanggungjawab yang menyatakan saudara Soni disiksa polisi. Keluarga menyatakan bahwa saudara Soni diperlakukan dengan baik oleh penyidik," ungkap Poengky, Rabu (10/2/2021).

Sebelumnya, kuasa hukum Maaher sejatinya telah memastikan bahwa kliennya itu memang punya penyakit radang usus akut dan kulit karena alergi cuaca. Ketika sudah dinyatakan sembuh, Ustaz Maaher kembali jatuh sakit seusai menyerahkan barang bukti dan tersangka ke jaksa. Hingga akhirnya, ia disarankan untuk dirawat di RS Polri.

Akan tetapi, tawaran tersebut ditolak Maaher. Malang baginya. Keputusannya menolak dirawat di RS membuat nyawa Maaher tak tertolong. (mcm/rg4)

Tag :

Berita Terbaru

Digitalisasi Parkir Surabaya Capai 1.541 Titik, Dishub Tertibkan Jukir Tak Ber-KTA

Digitalisasi Parkir Surabaya Capai 1.541 Titik, Dishub Tertibkan Jukir Tak Ber-KTA

Sabtu, 19 Sep 2026 16:04 WIB

Sabtu, 19 Sep 2026 16:04 WIB

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperluas penerapan digitalisasi layanan parkir di seluruh wilayah Kota Pahlawan. Dinas Perhubungan…

Jaga Akuntabilitas Penindakan Pelanggaran, Ditlantas Polda Sulbar Turun Langsung Bimbing Satlantas Mamuju Tengah

Jaga Akuntabilitas Penindakan Pelanggaran, Ditlantas Polda Sulbar Turun Langsung Bimbing Satlantas Mamuju Tengah

Sabtu, 19 Sep 2026 15:06 WIB

Sabtu, 19 Sep 2026 15:06 WIB

POLDA SULBAR - Untuk menjaga akuntabilitas dan memastikan penanganan kasus kecelakaan lalu lintas berjalan profesional, transparan dan sesuai prosedur, Subdit…

Prof. Dr. Tjandra Sridjaya Terpilih Jadi Ketua Umum Asosiasi Advokat Indonesia (AAI)

Prof. Dr. Tjandra Sridjaya Terpilih Jadi Ketua Umum Asosiasi Advokat Indonesia (AAI)

Sabtu, 19 Sep 2026 11:07 WIB

Sabtu, 19 Sep 2026 11:07 WIB

SURABAYA — Pembenahan profesi advokat tidak cukup hanya dengan memperkuat organisasi. Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), komunikasi antarsesama a…

Berakhir di Rutan Kejati Jatim! Tersangka Dugaan Pungli ESDM Jatim Oni Setiawan Meninggal Kena Serangan Jantung

Berakhir di Rutan Kejati Jatim! Tersangka Dugaan Pungli ESDM Jatim Oni Setiawan Meninggal Kena Serangan Jantung

Sabtu, 19 Sep 2026 11:02 WIB

Sabtu, 19 Sep 2026 11:02 WIB

SURABAYA — Kabar duka datang dari penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pungutan liar (pungli) di lingkungan Dinas Energi dan Sumber Daya M…

Pemkot Surabaya Perkuat Nilai Pancasila Lewat Gerakan di Tingkat Kampung

Pemkot Surabaya Perkuat Nilai Pancasila Lewat Gerakan di Tingkat Kampung

Sabtu, 19 Sep 2026 10:57 WIB

Sabtu, 19 Sep 2026 10:57 WIB

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari masyarakat melalui Kampung Pancasila.…

Dugaan Kekerasan Terhadap Jurnalis di Pasangkayu, Kapolres Pastikan Penanganan Objektif 

Dugaan Kekerasan Terhadap Jurnalis di Pasangkayu, Kapolres Pastikan Penanganan Objektif 

Sabtu, 19 Sep 2026 10:37 WIB

Sabtu, 19 Sep 2026 10:37 WIB

PASANGKAYU-   Reporter Tribun Sulbar, Taufan, resmi melaporkan dugaan pemukulan dan ancaman yang dialaminya saat menghadiri undangan klarifikasi di SMA Negeri 1…