Babat, Kota Strategis Majapahit dan Pernah Jadi Pusat Pemerintah VOC

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Stasiun kereta di Babat Lamongan, salah satu peninggalan Belanda, yang hingga saat ini masih berfunsi. Foto diambil Senin (15/2/2021)(Foto Ichol/Bacasaja.id)
Stasiun kereta di Babat Lamongan, salah satu peninggalan Belanda, yang hingga saat ini masih berfunsi. Foto diambil Senin (15/2/2021)(Foto Ichol/Bacasaja.id)

i

BACASAJA.ID - Jika Anda melintasi Kabupaten Lamongan ke arah Bojonegoro atau Tuban, pasti melewati daerah Babat. Kota kecil yang terkenal dengan makanan khas wingko ini menyimpan sejarah yang kuat sejak Kerajaan Majapahit. Lantas, apa yang menarik dari kota Babat ini? Berikut ini laporan wartawan BACASAJA.ID.

Babat adalah salah satu kota tua di Nusantara. Pada zaman kerajaan Majapahit, Babat menjadi salah satu kerajaan bawahan Majapahit bernama Kahuripan. Bukti tersebut dari tanah tinggi di lereng Gunung Pegat (Gunung yang terbelah) jalan raya Babat-Jombang.

Banyak jejak situs purbakala merupakan warisan sejarah bangsa peninggalan megalitik peradaban masa lampau yang ditemukan. Seperti situs masih erat hubungannya dengan masa Kerajaan besar di Jawa seperti kerajaan Majapahit yang berhasil menyatukan Nusantara.

Di lokasi yang tak jauh dari kecamatan Babat terdapat petilasan Jaka Mada, nama masa kecil Mahapatih kerajaan Majapahit, Gajahmada yang mengingatkan kita pada sumpah Amukti Palapa, penaklukan Nusantara, hingga peristiwa berdarah di alun-alun Bubat.

Gajah Mada adalah Perdana Menteri Kemaharajaan Majapahit yang dikenal sebagai panglima perang yang selalu unggul dalam pertempuran. Ia merupakan seorang negarawan, intelektual hukum dan birokrat yang ulung.

"Gajah Mada sebagai putra Lamongan, dan ditunjukkanya dengan adanya makam ibundanya, Nyi Andong Sari di Dusun Cancing Desa Sendangrejo Kecamatan Ngimbang. Tepatnya di gunung ratu sebelah timur Kota Babat," kata Supriyo, pemerhati budaya Lamongan saat ditemui Minggu (14/02/2021).

Hal tersebut diperkuat dengan adanya Situs Sitinggil di Desa Mojorejo Kecamatan Modo yang diyakni tempat Joko Modo melakukan ritual ibadah. Serta adanya Prasasti Biluluk yang menegaskan arti penting lokasi strategis Kota Babat di masa lalu.

 "Situs Sitinggil sebuah bangunan punden berundak, tempat Gajah Mada saat masih kecil," tutur Priyo, panggilan akrab Supriyo.

Tak heran pada masa pemerintah kolonial Belanda dikenal dengan nama Siti Hinggil atau Sitinggil yang berarti tanah tinggi. "Sitinggil sendiri adalah sebuah tatanan batu-batu alami yang dibentuk menyerupai sebuah punden berundak, sebagai aktifitas semedi atau ritual," papar Priyo.

Hingga pada massa Kolonial Belanda atau penjajahan sebelum Indonesia merdeka, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan dahulunya dijadikan pusat pemerintahan Kolonial Belanda yang menjajah negeri ini hampir 3,5 abad.

Sampai saat ini terlihat sederet gedung atau bangunan tua yang masih berdiri kokoh di sepanjang jalan raya Surabaya-Bojonegoro oleh Perusahaan Hindia Timur yang akrab dikenal VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) dijadikan pusat pemerintahan

"Dahulunya Babat ini sebagai kantor kawedanan atau keresidenan yang membawahi beberapa pemerintahan. Bahkan dahulunya Babat ini merupakan ibu dari Lamongan," papar Nafis Abdurouf, Guru Sejarah dan Pemerhati Sejarah dan Kebudayaan, Lamongan.

VOC menjadikan Babat sebagai pusat pemerintahan lantaran wilayah tersebut merupakan daerah strategis yang bisa menghubungkan antara beberapa kabupaten seperti, Bojonegoro, Tuban dan Jombang.

"Sungai Bengawan Solo yang berada di sisi utara Babat salah satu teransportasi massa kerjaan selain kuda dan pada massa kolonial Belanda digunakan mengangkut hasil rempah-rempah," jelas Nafis.

Salah satunya gedung bekas Corps Tjadangan Nasional (CTN) peninggalan Belanda yang saat ini masih berdiri kokoh, salah satu saksi bisu Agresi Militer Belanda I dan II pada tahun 1950-an, yang nampak rusak dan ditumbuhi semak belukar karena tidak dirawat.

"Sejumlah bangunan peninggalan Belanda diantaranya gudang di depan Pasar Babat, dahulunya gudang itu dijadikan tempat penyimpanan senjata dan ada pula yang mengatakan sebagai gudang penyimpanan beras," terang guru sejarah, Nafis.

Bangunan peninggalan Belanda yakni Rumah Sakit milik Marbrig (Mariniers Brigade atau Koninklijk Nederlandse Marine Korps), hingga saat ini masih difungsikan sebagai kantor.

"Peninggalan bangunan peninggalan Belanda. Seperti Polsek Babat, Koramil Babat, Gedung Garuda, Stasiun Babat, Jembatan Cincim, Rumah Panggung milik PT KAI. Kalau bangunan tersebut dipastikan Babat dahulunya merupakan pusat pemerintahan," tandas Nafis.

Bahkan pondok pesantren tertua di Jawa Timur yakni Ponpes Langitan yang berdiri sejak tahun 1852 sebelumnya berada di Babat. Karena sering banjir maka oleh pengurus pondok pada saat itu dipindahkan menyebrang sungai Bengawan Solo yang saat ini berada di Kecamatan Widang, Tuban. Perbatasan dari Kecamatan Babat dan Tuban. (Ichol)

Berita Terbaru

4 Petugas Tewas saat Bertugas Padamkan Karhutla Bromo, 2 Lainnya Alami Luka Bakar

4 Petugas Tewas saat Bertugas Padamkan Karhutla Bromo, 2 Lainnya Alami Luka Bakar

Jumat, 16 Okt 2026 16:20 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 16:20 WIB

PROBOLINGGO - Petugas gabungan yang menjadi korban waktu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS)…

Peduli dan Memupuk Kebersamaan, Ditlantas Polda Sulbar Sambangi Pesantren Campaloga

Peduli dan Memupuk Kebersamaan, Ditlantas Polda Sulbar Sambangi Pesantren Campaloga

Jumat, 16 Okt 2026 14:11 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 14:11 WIB

POLDA SULBAR– Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Barat kembali menunjukkan komitmen nyata dalam mendekatkan diri kepada masyarakat melalui aksi k…

Wujudkan Polisi Bersama Masyarakat, Kapolda Sulbar Tekankan Pelayanan Bersih dan Polantas Humanis

Wujudkan Polisi Bersama Masyarakat, Kapolda Sulbar Tekankan Pelayanan Bersih dan Polantas Humanis

Jumat, 16 Okt 2026 14:09 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 14:09 WIB

POLDA SULBAR - Semangat “Polisi Bersama Masyarakat” harus diwujudkan melalui pelayanan yang bersih, penanganan perkara yang adil, serta sikap humanis di jalan r…

Jaga Kamtibmas, Polantas Polda Sulbar Intensifkan Patroli Malam Humanis demi Keselamatan Masyarakat

Jaga Kamtibmas, Polantas Polda Sulbar Intensifkan Patroli Malam Humanis demi Keselamatan Masyarakat

Jumat, 16 Okt 2026 10:59 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 10:59 WIB

POLDA SULBAR- Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Barat terus mengintensifkan kegiatan patroli malam secara berkala di sejumlah titik rawan…

KPK Sita Rp800 Juta dari Kuasa Hukum Hercules Terkait Kasus dugaan Suap ATR/BPN

KPK Sita Rp800 Juta dari Kuasa Hukum Hercules Terkait Kasus dugaan Suap ATR/BPN

Jumat, 16 Okt 2026 10:55 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 10:55 WIB

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang tunai Rp800 juta dari kuasa hukum Hercules Rosario Marcal terkait penyidikan dugaan korupsi ATR/BPN. P…

Kapolda Sulbar Bersama PJU Perkuat Fisik Lewat Tes Kesamaptaan di Stadion Manakarra

Kapolda Sulbar Bersama PJU Perkuat Fisik Lewat Tes Kesamaptaan di Stadion Manakarra

Jumat, 16 Okt 2026 10:02 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 10:02 WIB

POLDA SULBAR – Untuk menjaga kondisi fisik yang prima, sebagai upaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, Kapolda Sulawesi Barat, Irjen Pol Totok S…