Sungkem Ibu Sebelum Dilantik, Armuji: Mak, Mohon Doa Restunya

Redaksi


Sungkem Ibu Sebelum Dilantik, Armuji: Mak, Mohon Doa Restunya

Armuji melakukan sungkem dan meminta doa restu kepada ibunya, di Jalan Nginden Baru 2, Surabaya.

BACASAJA.ID - Jelang pelantikan, Wakil Wali Kota Surabaya Armuji melakukan ziarah ke makam ayahanda di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Keputih. Kemudian sungkem meminta doa restu ke rumah ibunya di Jalan Nginden Baru 2 No. 22 Surabaya, Jum'at (26/2/2021) pagi.

Berangkat dari kediamannya di Penjaringan Sari 2 D16 Surabaya sekitar pukul 09.25 WIB, Armuji tiba di TPU Keputih pukul 09.40 WIB. Dia yang didampingi anak keduanya langsung duduk membersihkan dedaunan kering sembari menaburkan bunga di antara kedua nisan pusara ayahanda.

Usai di TPU Keputih, Armuji bersama anaknya menuju ke rumah ibunya.  Armuji sungkem mohon doa restu di bawah kedua kaki ibunya. "Mak (Ibu, red) saya mohon doa restunya ya, agar terus diberikan kesehatan dan diberikan kelancaran menjalankan amanah masyarakat menjadi Wakil Wali Kota Surabaya," ucap Armuji saat sungkem kepada ibundanya.

Bagi Armuji, memohon doa restu kepada orang tua adalah hal yang wajib dilakukan. Sebab, tanpa adanya doa dari orang tua, maka seseorang tak akan dapat mencapai suatu keberhasilan dan kesuksesan.

"Minta didoakan kesehatan, seger waras (sehat) dan tentunya menjalankan amanah dengan baik. Itu yang saya minta doa kepada orang tua," katanya.

"Pesannya supaya hati-hati dalam menjalankan tugas, dan tentunya sebagaimana amanah dari pada masyarakat agar dijaga dengan betul dan baik," sambungnya.

Rumah yang berada di Jalan Nginden Baru 2 No. 22 Surabaya tersebut, merupakan salah satu tempat tinggal Armuji saat masa kecil. Ketika itu, ia tinggal di sana saat masih mengenyam pendidikan jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).

"Masa kecil saya juga di sini. Semenjak SMP saya (tinggal) di sini, kalau SD (tinggal) di Ngagel," kenangnya.

Bahkan, Armuji mengaku tak ada persiapan khusus yang dilakukan jelang dilantik menjadi Wakil Wali Kota Surabaya. "Persiapan khusus tidak ada karena selama dua puluh tahun di DPRD prosesi-prosesi seperti ini sudah biasa. Cuma kebiasaan kita pamit kepada orang tua supaya kita mendapatkan doa restu," tandasnya. (byta)