Mensos Risma Ungkap Alasan Hentikan Dana Santunan Kematian Covid-19

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Menteri Sosial Tri Rismaharini bersama Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Balai Kota Surabaya
Menteri Sosial Tri Rismaharini bersama Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Balai Kota Surabaya

i

BACASAJA.ID - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengungkapkan alasan menghentikan dana santunan kematian kepada keluarga korban Covid-19. Ia menyebut ada kesalahan prosedur.

Risma mengungkapan kebijakan mengenai pemberian dana santunan kematian korban Covid-19, seharusnya adalah kebijakan dari Menteri.

"Sebetulnya dulu itu ada yang terlampaui. Mestinya yang mengeluarkan kebijakan seperti itu adalah Menteri. Tapi saat itu yang membuat edaran adalah Plt Direktur di Kemensos. Itu sudah melampaui kewenangan dari Direktur. Ini adalah kesalahan administrasi," ungkap Mensos Risma usai memberikan bantuan kepada Pemkot Surabaya yang diterima langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Minggu (28/2/2021).

Kemudian, kesalahan kedua adalah tidak diperhitungkannya berapa banyak jumlah korban meninggal akibar Covid - 19. "Saat itu, tidak dihitung berapa akan ada jumlah orang yang jadi korban," katanya.

Kemudian, saat Mensos Risma memasuki tahun 2021, ia banyak menerima laporan bila sudah ratusan orang yang telah mengajukan dana santunan kematian tersebut. "Tahun 2021 banyak yang mengajukan ke saya. Nah saya ngomong ini tidak mungkin. Padahal kita sendiri anggaran yang ada di Kementerian juga ikut dipotong," jelasnya.

"Saya mengada-ngadakan juga tidak mungkin. Uang dari mana, uang yang besar di Kementrian Sosial untuk bantuan sosial, dan untuk bantuan sosial itu sudah ada jadwal yang menunggu," sambungnya.

Tidak hanya itu, Mensos Risma memaparkan, jika terdapat 100 orang yang mengajukan, maka anggaran tersebut mencapai Rp 150 miliar. "Sedangkan bantuan untuk bencana alam hanya ikut turun, kurang lebih Rp 9 miliar, padahal banyak sekali bencana di Indonesia. Pegadaan juga saya hapus semua untuk kita ubah sebagai penanganan bencana," tandasnya. (byta)

Berita Terbaru

KKP Temukan 144 Ton Udang Vannamei Impor di PT PT Bumi Menara Internusa Lamongan

KKP Temukan 144 Ton Udang Vannamei Impor di PT PT Bumi Menara Internusa Lamongan

Selasa, 22 Sep 2026 09:55 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 09:55 WIB

LAMONGAN– Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyegel 144 ton udang vannamei impor yang ditemukan di PT Bumi Menara Internusa (BMI), Kabupaten Lamongan, J…

Anas Karno Dorong Bunda Jelita Diperkuat, Administrasi Anak Disiapkan Sejak Kehamilan

Anas Karno Dorong Bunda Jelita Diperkuat, Administrasi Anak Disiapkan Sejak Kehamilan

Selasa, 22 Sep 2026 09:21 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 09:21 WIB

SURABAYA – Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya, Anas Karno, mengapresiasi inovasi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Surabaya m…

DPRKPP Klarifikasi Tiga Kos Dharmahusada Permai, Mengapa Berbeda dengan Penanganan Stay.vie?

DPRKPP Klarifikasi Tiga Kos Dharmahusada Permai, Mengapa Berbeda dengan Penanganan Stay.vie?

Senin, 21 Sep 2026 20:53 WIB

Senin, 21 Sep 2026 20:53 WIB

SURABAYA – Penanganan bangunan yang dimanfaatkan sebagai rumah kos di kawasan Dharmahusada Permai memunculkan tanda tanya. Di satu sisi, Stay.vie Coliving C…

KPK Benarkan OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara

KPK Benarkan OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara

Senin, 21 Sep 2026 20:01 WIB

Senin, 21 Sep 2026 20:01 WIB

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin…

Adella Kanasya Adies Buka Bahlil Mini Soccer Zona 7, 16 Tim Pelajar Adu Skill

Adella Kanasya Adies Buka Bahlil Mini Soccer Zona 7, 16 Tim Pelajar Adu Skill

Senin, 21 Sep 2026 18:54 WIB

Senin, 21 Sep 2026 18:54 WIB

SURABAYA - Persaingan Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak 2026 Zona 7 Surabaya resmi dimulai, Senin (21/9/2026). Sebanyak 16 tim pelajar dari tingkat SMA,…

Roadshow Puspaga, Bunda PAUD Surabaya Targetkan 100 Persen Anak Usia 5-6 Tahun Bersekolah

Roadshow Puspaga, Bunda PAUD Surabaya Targetkan 100 Persen Anak Usia 5-6 Tahun Bersekolah

Senin, 21 Sep 2026 16:25 WIB

Senin, 21 Sep 2026 16:25 WIB

SURABAYA- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat upaya memastikan anak usia 5–6 tahun mendapatkan akses pendidikan anak usia dini (PAUD) sebelum m…