Tulungagung Siap Aktifkan Proses Belajar Tatap Muka pada Bulan Juli

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Proses belajar mengajar di salah satu SD di Tulungagung sebelum pandemi COVID-19 menyerang. (Kemendikbud)
Proses belajar mengajar di salah satu SD di Tulungagung sebelum pandemi COVID-19 menyerang. (Kemendikbud)

i

BACASAJA.ID - Tenaga Kependidikan Tulungagung harus bersiap melaksanakan pendidikan tatap muka. Pasalnya, Pemkab Tulungagung berencana memberlakukan pendidikan tatap muka Juli mendatang.

Hal itu dilakukan jika vaksinasi Covid-19 telah dilakukan sepenuhnya pada tenaga kependidikan. Vaksinasi Covid-19 bagi tenaga kependidikan ditargetkan dilakukan dan selesai pada Mei-Juni.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung, Galih Nusantoro mengatakan, Pemkab Tulungagung segera melakukan pembelajaran tatap muka seiring vaksinasi Covid-19 yang kian masif.

“Dari pusat sendiri menargetkan (vaksinasi Covid-19) bagi pengajar sampai bulan Juni,” katanya.

Meski demikian batas akhir vaksinasi bagi pengajar disesuaikan dengan sediaan vaksin yang diterima oleh Pemkab. Selepas vaksinasi bagi pengajar, maka pembelajaran tatap muka bisa dilakukan.

Disinggung resiko yang mungkin timbul seperti siswa tertular Covid-19, Galih jelaskan kemungkinan itu terjadi. Namun resikonya relatif kecil lantaran baik pengajar dan orangtunya sudah terlindungi oleh vaksin, sehingga tercipta herd imunity (kekebalan kelompok).

“Ilustrasinya begini, orangtuanya sudah divaksin akan melindungi anak-anak di rumah, gurunya juga divaksin,” jelasnya.

Meski demikian dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka, protokol kesehatan dasar tetap dilakukan. Siswa dan pengajar wajib memakai masker, sering cuci tangan dan menjaga jarak.

“Isi ruang mengajar akan dikurangi menjadi 75 persen,” papar Galih.

Sementara itu, PLT Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung, Hariyo Dewanto mengatakan seluruh pengajar di Tulungagung, baik ASN maupun sukarelawan sudah siap dengan pembelajaran tatap muka.

“Yang penting guru-guru kita sudah siap divaksin, karena banyak yang masuk kelompok rentan,” ujar pria yang akrab disapa Yoyok itu.

Saat ini jumlah guru ASN sebanyak 7 ribuan, dan sukarelawan sekitar 10 ribuan. Proses vaksinasi sudah menyasar pengajar. Seluruh pengajar harus sudah divaksin sebelum pembelajaran tatap muka dilakukan.

“Jika ada satu saja yang belum divaksin, bisa menimbulkan celah penularan,” jelasnya.

Meski begitu, pihaknya menyerahkan sepenuhnya keputusan ini pada Bupati Tulungagung. Selama pembelajaran secara daring, pihaknya sering mendapat protes dari wali murid.

Mereka merasa keberatan dengan pelaksanaan pembelajaran daring (online). Sayangnya meski memprotes kebijakan itu, tak pernah ada solusi yang ditawarkan selain pendidikan daring.

Sebab, jika terjadi penularan saat pembelajaran tatap muka, akan terjadi ledakan penularan Covid-19. Sebagai contoh adalah kegiatan pembelajaran tatap muka yang terjadi di Pagerwojo, September 2020 lalu.

Akibat kejadian itu, muncul kekhawatiran pada para pengajar. Bahkan petugas kesehatan harus melakukan tracing secara luas akibat kejadian itu.

“Tentu kebijakan ini mengacu pada pemerintah, bagaiman agar semua aman dan tidak ada penularan di sekolah,” pungkasnya. (Noyo/rg4).

Berita Terbaru

KPK: Silmy Karim dkk Lakukan Pemerasaan Izin Tinggal WNA Capai Rp145,5 Miliar

KPK: Silmy Karim dkk Lakukan Pemerasaan Izin Tinggal WNA Capai Rp145,5 Miliar

Jumat, 05 Jun 2026 07:19 WIB

Jumat, 05 Jun 2026 07:19 WIB

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Silmy Karim, sebagai tersangka. Silmy ditetapkan t…

Dugaan TPPO di Surabaya, Gion Spa Masih Bungkam, Wartawan Hanya Ditemui Satpam

Dugaan TPPO di Surabaya, Gion Spa Masih Bungkam, Wartawan Hanya Ditemui Satpam

Jumat, 05 Jun 2026 07:06 WIB

Jumat, 05 Jun 2026 07:06 WIB

SURABAYA – Di tengah sorotan publik atas dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan eksploitasi anak yang menyeret sebuah spa di kawasan Jalan HR M…

DPRD Surabaya Soroti Polemik Lahan Padel Golden City, Investasi dan Aset Daerah Diminta Sama-sama Terlindungi

DPRD Surabaya Soroti Polemik Lahan Padel Golden City, Investasi dan Aset Daerah Diminta Sama-sama Terlindungi

Kamis, 04 Jun 2026 21:48 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 21:48 WIB

SURABAYA – Polemik proyek lapangan padel di kawasan Golden City (Goci) Surabaya menjadi perhatian DPRD Surabaya setelah muncul dugaan sebagian lahan yang d…

PROYEK MARGOREJO DISOROT TAJAM: Pekerjaan Yang Amburadul, Hingga "Buta-Tulinya" Para Birokrat serta APH

PROYEK MARGOREJO DISOROT TAJAM: Pekerjaan Yang Amburadul, Hingga "Buta-Tulinya" Para Birokrat serta APH

Kamis, 04 Jun 2026 19:53 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 19:53 WIB

SURABAYA, Bacasaja.id- Proyek saluran U-Ditch di Jalan Margorejo kini berubah menjadi bom waktu. Alih-alih menyembuhkan banjir, proyek miliaran rupiah ini…

Mayor Jenderal TNI Dr. Agus Dhani Mandaladikari, S.H., M.Hum : Klaim Pemkot Atas Lahan Bandung Zoo Penuh Kejanggalan

Mayor Jenderal TNI Dr. Agus Dhani Mandaladikari, S.H., M.Hum : Klaim Pemkot Atas Lahan Bandung Zoo Penuh Kejanggalan

Kamis, 04 Jun 2026 19:14 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 19:14 WIB

BANDUNG- Sengketa kepemilikan lahan Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) terus berguir. Konflik yang melibatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dan pihak…

Petinggi PLN Kasak Kusuk Lobi Kejati DKI Jakarta Soal Dugaan Mark-Up Rp13,5 M, ‘Tangkap Yusuf Didi dan Kroninya

Petinggi PLN Kasak Kusuk Lobi Kejati DKI Jakarta Soal Dugaan Mark-Up Rp13,5 M, ‘Tangkap Yusuf Didi dan Kroninya

Kamis, 04 Jun 2026 18:30 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 18:30 WIB

JAKARTA - Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta tampaknya tidak main-main dalam mengusut kasus dugaan Mark-Up anggaran Kontrak…