BACASAJA.ID - Vaksinasi lansia terhenti sementara waktu. Hingga kini Pemkot Surabaya masih menunggu kedatangan vaksin Sinovac dari Pemerintah Pusat.
Pasalnya, vaksin yang dikirimkan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada termin pertama sudah habis.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita mengatakan, saat ini Pemkot masih mengatur jadwal vaksin lansia di termin kedua.
"Nanti dilanjutkan vaksinasi bila vaksin sudah datang di Surabaya,"katanya, Kamis (4/3/2021).
Feny sapaan akrabnya mengaku, saat ini lansia di Kota Surabaya sudah mendapatkan vaksin sebanyak 30 persen lansia dari total sasaran 253.751 lansia di Surabaya.
"Perbandingannya 80:20 yang sudah mendapatkan vaksin. Mudah-mudahan bisa segera datang dalam dua hari ini,"ungkapnya.
Kelanjutan dan jadwal vaksinasi tahap 2 untuk lansia akan disampaikan ke pihak RT/RW melalui puskemas. "Nanti kita akan umumkan jadwalnya,"katanya.
Target vaksinasi kedua, untuk tahap pertama ini menyasar lansia dan petugas layanan publik. Hingga tanggal 2 Maret 2021, total sudah ada 103.400 orang dari dua kategori itu yang menerima suntikan vaksin.
Jumlah keseluruhan penerima vaksin didominasi oleh lansia, rinciannya adalah 82.726 merupakan kategori lansia dan 20.714 kategori pelayanan publik.
Sementara itu, Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriaditya Prajatara mengatakan, Pemkot Surabaya baru menerima 12.480 vial vaksin. Setiap satu vial bisa digunakan hingga 10 dosis suntikan, artinya jika dikoversikan dalam dosis jumlahnya mencapai 124.800.
"Dengan capaian ini berarti Pemkot Surabaya telah memberikan vaksin sekitar 165 persen, karena kan 124.800 vial. Sedangkan kita kan sudah sempet 103.400 orang, seperti itu," terangnya.
"Inilah yang menyebabkan pelaksanaan pemberian vaksin pada lansia itu terhenti. Karena kami masih mendapatkan itu tadi 12.480 (vial vaksin)," lanjutnya.
Febri pun meminta kepada seluruh di Kota Surabaya yang belum mendapatkan jatah suntikan vaksin tak perlu khawatir. (byta/L1)
Editor : Redaksi