Proses pembangunan pun disetop

Warga Jombang Ini tak Terima Tanahnya Diserobot untuk Dibangun Masjid

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Masjid Al - Hidayah yang proses pembangunannya dihentikan oleh salah seorang warga Desa Pucangroh, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang .
Masjid Al - Hidayah yang proses pembangunannya dihentikan oleh salah seorang warga Desa Pucangroh, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang .

i

BACASAJA.ID - Proses pembangunan Masjid Al Hidayah di Desa Pucangroh, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang terpaksa dihentikan. Pasalnya, pembangunan rumah ibadah umat Islam itu diduga telah menyerobot tanah milik warga setempat.

Lantaran itu, pemilik tanah seluas 84 meter persegi yang ikut terbangun masjid tersebut merasa keberatan. Dia pun menghentikan proses pembangunan masjid tersebut, sampai permasalahan serobot-menyerobot ini selesai.

Suwaji (70), pemilik tanah yang diserobot, menceritakan awal mula pelaksanaan pembangunan masjid yang diberi nama Masjid Al Hidayah ini.

Dulu, kisah Suwaji, sebelum naik pangkat jadi masjid, berdirilah sebuah musala wakaf dari Pak Tajit alias Tompo. Musala itu sendiri sudah berdiri selama 40 tahun lamanya.

Seiring dengan bergulirnya waktu dan perkembangan penduduk, maka dilakukan renovasi untuk memenuhi syarat sebagai sebuah masjid.

"Dengan swadaya dari masyarakat Dusun Sidodadi, Desa Pucangroh, kami sepakat untuk dibangun sebuah masjid agar bisa menampung jamaah. Namun di tengah berjalannya pembangunan masjid tersebut, saya baru mengetahui kalau tanah saya juga ikut terbagun pondasi masjid," cerita Suwaji, Selasa (16/3/2021).

Mengetahui tanahnya diserobot, Suwaji lantas mengadu ke Pemdes Pucangroh dan BPN Jombang. Atas laporan Suwaji itu, dilakukanlah ukur ulang. Hasil dari pengukuran langsung itu dipatok oleh petugas BPN. Rupanya, patok itu ada di dalam ruangan masjid.

"Tidak menemukan titik temu sehingga saya melaporkan ke Polres Jombang," tutur Suwaji kepada bacasaja.id.

Terpisah, Kades Pucangroh Karen saat dikonfirmasi mengatakan, dirinya akan berusaha memediasi antara panitia pembangunan masjid dengan pihak keluarga Suwaji.

"Awal penetapan tanggal akan dimulainya pembangunan tidak ada masalah, entah mengapa setelah bangunan sudah hampir 50 persen kok timbul permasalahan," ungkap Kades Karen.

Sementara itu, Camat Gudo Thompson Pranggono berharap permasalahan ini cepat selesai. Soalnya, obyek sengketa adalah tanah yang di atasnya berdiri rumah ibadah yang harus dijaga bersama.

"Saya minta kepada pihak keluarga Suwaji duduk bersama untuk memecahkan persoalan ini. Kalau memang mau diwakafkan dengan sebuah pengakuan, kita ikuti prosedur tentang wakaf," ucap Thomson Pranggono. (Ftr)

Berita Terbaru

Usai Keributan, Louis Disebut Masih Beraktivitas Normal

Usai Keributan, Louis Disebut Masih Beraktivitas Normal

Selasa, 06 Okt 2026 20:57 WIB

Selasa, 06 Okt 2026 20:57 WIB

SURABAYA – Fakta baru terungkap dalam sidang perkara dugaan pengeroyokan terhadap Louis Prasetyo di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (6/10/2026). Dua t…

Ledakan di San Antonio Pakuwon City Surabaya, Puluhan Ruko Hancur dan 5 Orang Terluka

Ledakan di San Antonio Pakuwon City Surabaya, Puluhan Ruko Hancur dan 5 Orang Terluka

Selasa, 06 Okt 2026 16:35 WIB

Selasa, 06 Okt 2026 16:35 WIB

SURABAYA - Ledakan keras terjadi di Kompleks Rumah Toko (Ruko) San Antonio Pakuwon City, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, Selasa (6/10/2026) sekitar pukul 07.00…

Polrestabes Surabaya Dalami Penyebab Ledakan Tabung Gas di Pakuwon City Surabaya

Polrestabes Surabaya Dalami Penyebab Ledakan Tabung Gas di Pakuwon City Surabaya

Selasa, 06 Okt 2026 16:30 WIB

Selasa, 06 Okt 2026 16:30 WIB

SURABAYA– Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya masih menyelidiki penyebab ledakan di kawasan Pakuwon City, Surabaya. Dugaan awal mengarah pada k…

Polantas Polda Sulbar Hadir Jaga Langkah Pulang Para Pelajar

Polantas Polda Sulbar Hadir Jaga Langkah Pulang Para Pelajar

Selasa, 06 Okt 2026 13:37 WIB

Selasa, 06 Okt 2026 13:37 WIB

POLDA SULBAR- Setiap bel pulang sekolah berbunyi, wajah-wajah ceria melangkah keluar gerbang. Di saat itulah, Polantas dengan rompi hijau menyala berdiri di…

Lutfiyah: Guru Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, Penentu Masa Depan Surabaya

Lutfiyah: Guru Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, Penentu Masa Depan Surabaya

Selasa, 06 Okt 2026 11:51 WIB

Selasa, 06 Okt 2026 11:51 WIB

SURABAYA — Peringatan Hari Guru Sedunia atau World Teachers’ Day pada 5 Oktober menjadi momentum untuk memberikan penghargaan kepada para guru atas dedikasi mer…

Gerindra Jatim Rekomendasikan Pemecatan Tiga Anggota DPRD Terlibat Pesta Narkoba

Gerindra Jatim Rekomendasikan Pemecatan Tiga Anggota DPRD Terlibat Pesta Narkoba

Selasa, 06 Okt 2026 11:46 WIB

Selasa, 06 Okt 2026 11:46 WIB

SURABAYA — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jawa Timur mengambil sikap tegas terhadap tiga kadernya yang terlibat kasus pesta narkoba di salah satu h…