Pencinta Sejarah: Kota Tua Surabaya Butuh Pengelolaan Tepat

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Gedung Siola di Jalan Tunjungan, salah satu bangunan cagar budaya di Kota Surabaya, Jawa Timur.
Gedung Siola di Jalan Tunjungan, salah satu bangunan cagar budaya di Kota Surabaya, Jawa Timur.

i

BACASAJA.ID –Pada Oktober 2021 mendatang, Pemkot Surabaya bakal menjadi tuan rumah dari event Jalur Rempah yang diadakan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Kapal Dewa Ruci yang mulai berlayar ke-18 kota juga akan singgah ke Kota Surabaya.

Kota Surabaya yang menjadi salah satu tuan rumah, dinilai memiliki sejarah yang cukup besar dengan perdagangan jalur rempahnya. Nantinya para peserta yang menumpangi Dewa Ruci akan diajak berkililing Kota Surabaya untuk menikmati wisata heritage yang ada di Kota Surabaya.

Menurut Koordinator Forum Begandring Soerabaia Kuncarsono Prasetyo, Kota Surabaya berpotensi menjadi kota wisata tua. Sebab banyak warisan dari leluhur yang masih bisa dinikmati.

“Sebut saja di bidang kesenian. Surabaya memiliki kesenian khas ludruk. Bahkan prosesi manten juga memiliki ciri khas. Manten pegon namanya. Sedangkan di bidang makanan Surabaya juga memiliki makanan khas sendiri. Seperti semanggi Surabaya,” terang Kuncarsono, Minggu (18/4/2021).

Namun potensi ini tampaknya masih belum bisa digali secara maksimal. Untuk wisata kota tua sendiri, Kota Surabaya memiliki tiga klaster, yakni kota tua Asia, Eropa dan Kebangsaan.

Kota tua Asia berada di kawasan religi Sunan Ampel sampai Kya-Kya. Sedangkan untuk bangunan bergaya Eropa bisa dinikmati setelah Jembatan Merah Surabaya. Serta kota tua kebangsaan terletak di Peneleh. Tempat di mana menjadi saksi pergerakan kemerdekaan.“Potensi wisata ini bisa melebihi kota tua Jakarta,” katanya.

lanjut Kuncar, seharusnya Pemkot Surabaya memperhatikan undang-undang yang berkaitan dengan cagar budaya. Sebab cagar budaya tidak hanya menjadi objek penyelamatan. Melainkan sudah merambah kepada objek pemanfaatan.

Oleh sebab itu, sudah waktunya pemkot memiliki badan khusus untuk mengelola heritage di Kota Surabaya. Kuncar mencontohkan seperti di Jakarta. Di sana badan pengelolanya berbentuk perseroan terbatas (PT). Pun candi Borobudur. Badan pengelolanya berbentuk PT. Sedangkan Surabaya tertinggal jauh terkait itu.

“Seharusnya heritage tidak lagi jatuh pada kajian akademis saja. tapi bisa menguntungkan kota,” terangnya.

Kuncar juga menjelaskan, bahwa pengelola di Surabaya bisa berbentuk apapun, asalkan di dalamnya ada komponen yang bisa bersinergi. Mulai dari sejarahwan, akademisi sampai ekonom.

Sementara itu Direktur Surabaya Harritage Society Freddy H. Istanto mengatakan Pemkot Surabaya selama ini tidak memperhatikan heritage yang ada di Surabaya. Banyak cagar budaya yang mendadak beganti fungsinya. Bahkan tidak sedikit yang dirubah bentuk aslinya.

Selain itu, selama ini bangunan tua aset pemkot juga jarang diremajakan. Alhasil banyak yang rusak. Freddy juga mendorong agar pemkot segera membentuk pengelolaan heritage, yang berisikan orang yang ahli dalam bidangnya. Sehingga bisa dimanfaatkan dan dikembangkan lebih baik lagi.

“Pemkot memperbaiki sendiri. tapi tidak profesional. Bahkan tidak jarang begitu direvitalisasi bentuknya jadi aneh,” ungkapnya.

Sedangkan Kabid Gedung DPRKPCKTR Iman Christian mengatakan pada tahun ini pemkot menganggarkan Rp 10 Miliar untuk perbaikan gedung heritage. Peremajaan akan dilakukan sesuai kebutuhan dan kerusakan yang ada. “Sampai saat ini ada 8 gedung yang menjadi target peremajaan,” katanya. (byta)

Berita Terbaru

Dukung Penuntasan Dugaan Korupsi KBS, Wali Kota Eri: Proses Hukum Harus Transparan

Dukung Penuntasan Dugaan Korupsi KBS, Wali Kota Eri: Proses Hukum Harus Transparan

Kamis, 23 Jul 2026 21:18 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 21:18 WIB

SURABAYA - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan dukungannya terhadap langkah Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) dalam menangani dugaan korupsi …

Internalisasi Polantas KARIB, Rakernis Polda Kalsel 2026 Hadirkan Motivator Nasional

Internalisasi Polantas KARIB, Rakernis Polda Kalsel 2026 Hadirkan Motivator Nasional

Kamis, 23 Jul 2026 21:10 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 21:10 WIB

BANJARMASIN— Penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu fokus utama dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Bidang Lalu Lintas Tahun Anggaran 2026 yang …

Lutfiyah: Hari Anak Nasional Momentum Perkuat Surabaya Kota Layak Anak

Lutfiyah: Hari Anak Nasional Momentum Perkuat Surabaya Kota Layak Anak

Kamis, 23 Jul 2026 16:24 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 16:24 WIB

SURABAYA – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen mewujudkan Surabaya sebagai Kota Layak Anak. Hal itu disampaikan …

Wakapolda Sulbar Cek Alat Khusus Ditintelkam: Dorong Transformasi Pelayanan Berbasis Teknologi Informasi

Wakapolda Sulbar Cek Alat Khusus Ditintelkam: Dorong Transformasi Pelayanan Berbasis Teknologi Informasi

Kamis, 23 Jul 2026 13:38 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 13:38 WIB

Cek Peralatan Khusus Ditintelkam, Wakapolda Tekankan Pentingnya Transformasi Pelayanan Berbasis IT…

Sinergi Polantas Sulbar dan Babinsa: Bersama Wujudkan Generasi Muda yang Tertib dan Aman di Jalan Raya

Sinergi Polantas Sulbar dan Babinsa: Bersama Wujudkan Generasi Muda yang Tertib dan Aman di Jalan Raya

Kamis, 23 Jul 2026 13:26 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 13:26 WIB

POLDA SULBAR - Untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban lalu lintas yang berkelanjutan, Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Barat kali ini menjalin sinergi …

Dukung Revitalisasi, Karaton Surakarta dan Damkar Bersihkan Sarang Tawon Vespa

Dukung Revitalisasi, Karaton Surakarta dan Damkar Bersihkan Sarang Tawon Vespa

Kamis, 23 Jul 2026 13:20 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 13:20 WIB

Karaton Surakarta menggandeng Damkar Solo untuk mengevakuasi sarang tawon vespa demi keselamatan pekerja revitalisasi, abdi dalem, dan wisatawan.…