Anggaran Rp 192 M Dipotong Lagi, Jangan Harap Jatim Berprestasi di PON

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Atlet Jatim saat bertanding di PON XIX 2016 di Jawa Barat lalu. Angkat besi/berat menjadi lumbung medali bagi Jatim.
Atlet Jatim saat bertanding di PON XIX 2016 di Jawa Barat lalu. Angkat besi/berat menjadi lumbung medali bagi Jatim.

i

BACASAJA.ID -Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Begitu nasib para peserta Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) Jawa Timur yang diproyeksi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 Papua.

Pasalnya, anggaran yang sebelumnya sudah ditetapkan Rp192 miliar kembali dipotong oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur sebanyak Rp23 miliar, sehingga tersisa Rp169 miliar.

Hal tersebut akan memberi dampak yang lebih dalam lagi. Pasalnya Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jatim bisa mengubah komposisi anggaran untuk Puslatda kali ini. Mulai dari pembatalan training camp (TC) luar negeri, pembatalan try out (to) luar negeri.

Bahkan mungkin bisa memotong uang makan dan gaji atlet, dan bisa jadi akan mengurangi pengiriman cabang olahraga yang akan diberangkatkan ke Papua.

Pelatih Angkat Besi Jatim, Jeffry Tagore salah satu yang menyampaikan kekecewaannya terhadap pemotongan ini. Pasalnya, anggaran tersebut akan sangat berpengaruh pada persiapan Puslatda agar dapat menjawab tantangan menjadi juara umum PON.

"Saya dengar tadi bahwa anggaran akan dikurangi, sedangkan saya posisi baru pulang dari Batu untuk TC kita sudah ajukan permohonaan TC tiga bulan karena setiap PON finishing di sini dan hasilnya selalu mencapai target. Kalau ada berita TC akan dihilangkan, jadi pukulan telak bagi kita, gak hanya PABSI tapi semua cabor pasti akan teriak karena kami ditarget emas," kata Jeffry, Minggu (25/4/2021).

Menurutnya, untuk mencapai target tiga emas di angkat besi, lalu dua emas di binaraga, dan satu emas di angkat berat bukan hal yang mudah. Dibutuhkan program tambahan seperti TC dan try out untuk mengasah kemampuan atlet. Khususnya try out akan mengasah mental atlet dalam bertanding.

Ia menambahkan, jika anggaran kemudian terpotong dan membuat program tambahan ini program yang sudah dibuat sejak lama untuk membentuk atlet berprestasi akan sia-sia, mengingat atlet sudah berjuang mati-matian.

"Kita sudah habisan-habisan fokus, lalu di ujung gini TC dihilangkan, gaji dikurangi. Ini leputusuan kurang bijaksana bagi olahraga di Jatim. Harusnya Pemprov Jatim mendukung prestasi atlet di luar konteks pandemi," papar dia.

Kata Jeffry, pemerintah enak hanya berperan di belakang meja tanpa mengetahui kondisi atlet. Terutama tim pelatih yang harus betul-betul menjaga semangat atlet.

"Bisa-bisa atlet berangkat tanpa semangat, bisa dapat medali syukur tidak dapat pun syukur. Ini jauh sekali dengan rival kita Jawa Barat dan DKI Jakarta sudah merancang program ke luar negeri, nah kita disarankan dalam negeri saja. Kami harap pemerintah dapat lebih bijak membuat keputusan," pungkasnya.

Senada dengan Jeffry, pelatih Selam Jatim, M Riyadh mengaku kaget dengan informasi tersebut. Ia berharap kebijakan pemotongan anggaran agar dibatalkan karena akan sangat berdampak pada atlet. Terutama selam Jatim yang jadi andalan membawa pulang emas terbanyak dengan target 14-15 emas.

"Tentu akan sangat mengganggu program latihan. Apalagi persaingan sekarang tidak seperti empat tahun lalu (PON XIX 2016 di Jabar), sekarang lebih merata," ungkapnya.

Karena itu, untuk meningkatkan potensi atlet Selam Jatim sudah berencana TC di Tiongkok atau Rusia. Hal itu penting karena atlet bisa berlatih dan bertanding bersama dengan atlet dan suasanya yang berbeda.(TBK)

Berita Terbaru

Komisi D DPRD Surabaya Pastikan Kuota SPMB 2026 Cukup

Komisi D DPRD Surabaya Pastikan Kuota SPMB 2026 Cukup

Kamis, 04 Jun 2026 11:12 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 11:12 WIB

SURABAYA– Persiapan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 menjadi perhatian serius Komisi D DPRD Surabaya. Dalam rapat bersama Dinas Pendidikan (…

Wakil Menteri Imigrasi Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK

Wakil Menteri Imigrasi Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK

Kamis, 04 Jun 2026 08:17 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 08:17 WIB

JAKARTA – Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas), Silmy Karim, menyerahkan diri ke Gedung Merah Putih KPK, Rabu, 3 Juni 2026. Diketahui, KPK m…

Kejagung Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana dan Dua Wakilnya

Kejagung Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana dan Dua Wakilnya

Rabu, 03 Jun 2026 21:53 WIB

Rabu, 03 Jun 2026 21:53 WIB

JAKARTA- Kejaksaan Agung menahan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, Rabu, 3 Juni 2026. Selain Dadan, dua mantan Wakil Kepala BGN, Sony…

DJ Panti Pijat GION SPA Surabaya Terseret Kasus TPPO Anak di Bawah Umur

DJ Panti Pijat GION SPA Surabaya Terseret Kasus TPPO Anak di Bawah Umur

Rabu, 03 Jun 2026 21:44 WIB

Rabu, 03 Jun 2026 21:44 WIB

SURABAYA- Kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) anak di bawah umur kembali mencuat. Praktik ini diduga melibatkan seorang pria bernama FR alias FRA,…

Aksi Pencurian Tiang Rambu Parkir Viral di Medsos, Dishub Surabaya Tempuh Jalur Hukum

Aksi Pencurian Tiang Rambu Parkir Viral di Medsos, Dishub Surabaya Tempuh Jalur Hukum

Rabu, 03 Jun 2026 21:41 WIB

Rabu, 03 Jun 2026 21:41 WIB

SURABAYA- Sebuah video amatir yang merekam dugaan aksi pencurian fasilitas publik viral di media sosial (medsos). Dalam video yang beredar, terlihat dua orang…

Anas Karno: Warga Butuh Kepastian, Respons Sederhana Bisa Bangun Kepercayaan

Anas Karno: Warga Butuh Kepastian, Respons Sederhana Bisa Bangun Kepercayaan

Rabu, 03 Jun 2026 20:14 WIB

Rabu, 03 Jun 2026 20:14 WIB

SURABAYA – Pelayanan publik yang berkualitas tidak selalu diukur dari seberapa cepat sebuah persoalan terselesaikan. Bagi masyarakat, perhatian dan komunikasi y…