Warga Gubeng Klingsingan Protes Musala Ibrahim Dipakai Salat Jumat

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Warga saat menggelar aksi protes di depan Musala Ibrahim Gubeng Klingsingan. (Istimewa)
Warga saat menggelar aksi protes di depan Musala Ibrahim Gubeng Klingsingan. (Istimewa)

i

BACASAJA.ID - Warga RT06 RW03 Gubeng Klingsingan, Surabaya melakukan aksi protes di depan Musala Ibrahim, Jumat (4/6/2021).

Aksi itu dilakukan karena mereka tak terima musala itu digunakan untuk salat jumat. Padahal hasil mediasi terakhir bersama pihak terkait meminta tempat ibadah itu tidak menggelarnya untuk sementara waktu.

Seorang warga Nur Wachid mengatakan bahwa salat jumat yang digelar di musala tersebut belum mempunyai izin karena bukan masjid.

"Kami sangat resah karena sampai sekarang belum ada ujungnya. Apalagi musala itu melanggar perjanjian yang sudah ditetapkan BPB Linmas, yang mana tidak boleh menggelar salat jumat untuk sementara waktu," kata dia saat dikonfirmasi, Sabtu (5/6/2021).

Dia mengatakan sebelum ada ketentuan itu, warga dan perangkat kampung seperti RT hingga kelurahan sudah beberapa kali melakukan mediasi dengan pengurus musala tersebut. Namun, tidak ada titik temunya.

"Sudah berulang kali, tetapi pihak pengurus musala tetap mengadakan salat jumat dan itu sudah tiga kali dilakukan," beber Wachid.

Wachid mengaku bahwa warga sebenarnya berharap ada dialog dengan pengurus musala. Pihaknya ingin supaya tidak ada gejolak antar warga, sehingga ketertiban dan ketentraman bersama terus terjaga.

"Di satu gang, satu RT itu ada dua tempat ibadah, satu masjid dan musala. Jaraknya pun hanya 150 meter. Jadi, warga seakan dipecah," ungkap dia.

"Yang salat jumat ya di Masjid Darussalam. Jemaahnya di sana (Musala Ibrahim) sedikit," tambahnya.

Wachid berharap polemik ini segera tuntas. Warga setempat hanya ingin fungsi musala kembali seperti semula.

Hal serupa juga disampaikan Ketua RT 06, RW 03, Lukman yang menyebut bahwa polemik itu sangat meresahkan warga.

"Warga di sini sudah benar-benar resah. Kami (warga Gubeng Klingsingan) seperti tidak dianggap dari pihak sana (pengurus Musala Ibrahim). Padahal niat kami baik, agar tidak terjadi perpecahan warga di sini," ujarnya.

Dia menceritakan bahwa musala itu dulunya adalah rumah milik Umi Ibrahmin yang ditinggal suami dan tiga anak angkatnya. Kemudian dia dan suaminya meninggal.

Rumah itu kemudian di amanahkan ke keponakannya dan dipercayakan ke Syafi'i yang dulu pernah menjadi Ketua Jemaah Tahlil Dakwatul Qoirot.

Akhirnya dibangunlah musala untuk salat dan mengaji. Hingga berdiri sampai sekarang tempat ibadah itu malah digunakan salat jumat dan dibuat yayasan.

"Ceritanya memang panjang, Mas. Padahal dulu baik-baik saja, tidak sampai ada perpecahan seperti sekarang ini. Salat Jumat, Jamaah dari dulu yang cuma satu di Masjid Darussalam, tetapi sekarang jadi gini. Makanya warga sangat resah," jelasnya.

"Ya mudah-mudahan segera ada keputusan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Surabaya. Karena kemarin tanggal 2 Juni 2021 katanya mau ada mediasi lagi dari MUI. Tapi nyatanya hingga sekarang tidak ada," tambahnya.

Pihaknya yang mewakili warga pun berecana akan menggelar aksi ke MUI apabila tidak ada keputusan apapun terkait masalah tersebut. Sebab, masalah ini sudah sangat berlarut-larut.

"Warga di sini, semua, RT 01 sampai RT 09 juga sama-sama sepaham, sejalan, agar masalah ini segera dituntaskan. Agar semuanya bisa aman dan kondusif. Tidak sampai ada perpecahan," pungkasnya. (ads)

Berita Terbaru

KPK Sambut Positif Putusan Pengadilan Singapura, Ekstradisi Paulus Tannos Segera

KPK Sambut Positif Putusan Pengadilan Singapura, Ekstradisi Paulus Tannos Segera

Jumat, 05 Jun 2026 13:14 WIB

Jumat, 05 Jun 2026 13:14 WIB

JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyambut positif putusan Pengadilan Tinggi Singapura yang menolak permohonan tersangka korupsi E-KTP, Paulus T…

Komitmen Nyata Pemkot Surabaya: Wujudkan Kota Layak Anak Lewat Sistem Perlindungan yang Responsif dan Humanis

Komitmen Nyata Pemkot Surabaya: Wujudkan Kota Layak Anak Lewat Sistem Perlindungan yang Responsif dan Humanis

Jumat, 05 Jun 2026 13:09 WIB

Jumat, 05 Jun 2026 13:09 WIB

SURABAYA- Predikat Kota Layak Anak (KLA) yang disandang Kota Surabaya bukan sekadar piagam penghargaan administratif. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Surabaya,…

KPK: Silmy Karim dkk Lakukan Pemerasaan Izin Tinggal WNA Capai Rp145,5 Miliar

KPK: Silmy Karim dkk Lakukan Pemerasaan Izin Tinggal WNA Capai Rp145,5 Miliar

Jumat, 05 Jun 2026 07:19 WIB

Jumat, 05 Jun 2026 07:19 WIB

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Silmy Karim, sebagai tersangka. Silmy ditetapkan t…

Dugaan TPPO di Surabaya, Gion Spa Masih Bungkam, Wartawan Hanya Ditemui Satpam

Dugaan TPPO di Surabaya, Gion Spa Masih Bungkam, Wartawan Hanya Ditemui Satpam

Jumat, 05 Jun 2026 07:06 WIB

Jumat, 05 Jun 2026 07:06 WIB

SURABAYA – Di tengah sorotan publik atas dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan eksploitasi anak yang menyeret sebuah spa di kawasan Jalan HR M…

DPRD Surabaya Soroti Polemik Lahan Padel Golden City, Investasi dan Aset Daerah Diminta Sama-sama Terlindungi

DPRD Surabaya Soroti Polemik Lahan Padel Golden City, Investasi dan Aset Daerah Diminta Sama-sama Terlindungi

Kamis, 04 Jun 2026 21:48 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 21:48 WIB

SURABAYA – Polemik proyek lapangan padel di kawasan Golden City (Goci) Surabaya menjadi perhatian DPRD Surabaya setelah muncul dugaan sebagian lahan yang d…

PROYEK MARGOREJO DISOROT TAJAM: Pekerjaan Yang Amburadul, Hingga "Buta-Tulinya" Para Birokrat serta APH

PROYEK MARGOREJO DISOROT TAJAM: Pekerjaan Yang Amburadul, Hingga "Buta-Tulinya" Para Birokrat serta APH

Kamis, 04 Jun 2026 19:53 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 19:53 WIB

SURABAYA, Bacasaja.id- Proyek saluran U-Ditch di Jalan Margorejo kini berubah menjadi bom waktu. Alih-alih menyembuhkan banjir, proyek miliaran rupiah ini…