Tahun Ini, RS Umar Mas'ud Bawean Gresik Miliki Lima Dokter Spesialis

Redaksi


Tahun Ini, RS Umar Mas'ud Bawean Gresik Miliki Lima Dokter Spesialis

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat berkunjung ke Rumah sakit Umar Ma'sud Bawean, Kamis (10/6/2021).

BACASAJA.ID - Sejak dibuka tahun 2017 lalu, Rumah Sakit (RS) Umar Mas'ud yang berada di Sangkapura pulau Bawean kesulitan adanya dokter spesialis. Tapi kini, rumah sakit tipe D itu sudah memiliki lima dokter spesialis.

Lima dokter spesialis di rumah sakit umum satu-satunya yang ada di pulau Bawean itu yakni dokter spesialis anestesi, spesialis anak, spesialis bedah, spesialis dalam dan spesialis kandungan.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat berkunjung ke rumah sakit itu kemudian beraudiensi dengan seluruh tenaga kesehatan termasuk lima dokter spesialis yang bertugas di sana.

Keberadaan dokter spesialis tidak lepas dari program dari Kementerian Kesehatan RI maupun Program Dinas Kesehatan Provinsi.

Terkait kelangkaan dokter spesialis dan tenaga kesehatan lain untuk mengisi formasi di Rumah Sakit Umar Mas’ud ini, Gus Yani Bupati berencana akan mencukupi dari penerimaan CPNS dan P3K.

“Sebentar lagi ada penerimaan CPNS dan P3K, kami akan mengisi beberapa dokter dan tenaga kesehatan yang lain. Untuk kemajuan Rumah sakit ini dan pelayanan spesialis kepada masyarakat Bawean," kata Gus Yani.

Lebih lanjut, untuk kedepan pihaknya berencana untuk memberikan beasiswa khusus untuk pendidikan spesialis kepada putera puteri Bawean, untuk bisa ditempatkan di rumah sakit ini.

"Kami ada rencana untuk memberikan beasiswa khusus untuk pendidikan spesialis kepada putra putri Bawean agar bisa bekerja di rumah sakit ini," jelas Gus Yani.

Selain beraudiensi dengan para tenaga kesehatan, pada kunjungan ke RS Umar Mas’ud ini Bupati juga mengunjungi pasien rumah sakit tersebut. Bupati menanyakan beberapa keluhan serta kekurangan layanan pada rumah sakit tersebut.

Saat di Poli bersalin, Bupati mengecek langsung program Unggulan yang digagas sebagai bagian dari nawakarsa 99 hari kerja Bupati.

“Bagaimana pelaksanaan Bayi lahir Pulang Bawa Akte ?” tanya Bupati kepada Direktur RS Umar Mas’ud, dr. Tony S Hartanto.

“Lancar pak, kam sudah menyerah terimakan 29 akte kelahiran. Namun demikian ada 3 akte kelahiran yang belum kami cetak dan masih ngendon di aplikasi karena ada persyaratan pendukung belum dicukupi,” kata Tony.

Terkait program Bayi lahir pulang bawa akte, Kepala Dinas Kesehatan Syaifudin Ghozali menambahkan bahwa program tersebut sukses dan mendapat atensi masyarakat. Dia menyatakan sudah mencetak dan menyerahkan 120 akte kelahiran. Sedangkan 60 lainnya sudah masuk aplikasi dan dalam proses.

“Tentang dokter spesialis definitiv untuk rumah sakit Umar Mas’ud, kami berharap program yang digagas Bupati Gresik ini bisa dilaksanakan secepatnya. Meski demikian, kami tetap berusaha agar tidak ada kekosongan formasi dokter spesialis di Rumah Sakit ini meskipun hanya sebagai dokter penugasan program,” katanya. (TBK)