Petani asal Gresik Ini Klaim Bisa Usir Tikus dengan Fermentasi Urine Sapi

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Akhmad Sokhe temukan cara kreatif kendalikan hama tikus. (Ditjan Tanaman Pangan)
Akhmad Sokhe temukan cara kreatif kendalikan hama tikus. (Ditjan Tanaman Pangan)

i

Kreatif, Petani Gresik Usir Tikus dengan Urine Sapi

Akhmad Sokhe temukan cara kreatif kendalikan hama tikus | Sumber Foto:Ditjan Tanaman Pangan

BACASAJA.ID - Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) seperti tikus, di Indonesia masih menjadi momok bagi petani,khususnya tanaman padi. Berbagai upaya petani untuk mengendalikan hama pengerat tersebut.

Mulai menggunakan pestisida kimia seperti racun hingga perangkap listrik yang berbahaya bagi manusia, tapi justru memakan korban manusia akibat tersetrum.

Untuk mengatasi hal tersebut Kementerian Pertanian bersama Dinas Pertanian di daerah terus mengembangankan metode pengendalian hama tikus yang ramah lingkungan, kreatif, inovatif, serta berbiaya murah dan efisien. Salah satu metode yang dikembangkan adalah pengendalian tikus dengan urin sapi.

Cara pengendalian ini pertama dikembangkan salah satu petugas Pengendali OPT (POPT), Akhmad Sokhe asal Kecamatan Bungah Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Akhmad memanfaatkan fermentasi urin sapi sebagai repellent (pengusir) hama tikus pada pertanaman padi.

Selama ini Ia melihat banyaknya manusia atau petani justru menjadi korban tersengat listrik dari penggunaan perangkap tikus di sawah.

“Dengan metode ini petani bisa menghemat biaya karena bikinnya ngga mahal. Bahannya jugamudah didapat dan yang pasti aman nngga kesetrum listrik,” tutur Akhmad, Jumat (25/6/2021).

Untuk membuat larutan fermentasi Ahmad menggunakan urin sapi sebagai bahan utama. Sedangkan bahan penyertanya,molase, susu creamer, terasi tanpa pengawet, empon-empon (jahe, temu ireng, lengkuas, dan lain sebagainya), serta starter probiotik.

Cara membuatnya. Pertama,empon-empon dihaluskan menggunakan blender. Kedua, empon yang sudah halus dicampur dengan molase, susu creamer, terasi tanpa pengawet, starter probiotik dan urin sapi ke dalam wadah besar seperti drum plastik.

Ketiga, tutup wadah drum dan pasang aerotor besar dan biarkan selama 21 hari untuk proses fermentasi sebelum larutan bisa digunakan. Keempat, setelah 21 hari saring hasil fermentasi.

“Untuk penggunaan dosisnyaper 25 cc bahan cair fermentasi ditambah 1 liter air bersih,” saran Akhmad.

Bagaiman cara penggunaannya? Akhmad menuturkan, cukup menyemprotkan larutan keseluruh bagian tanaman yang diduga sebagai tempat jalan atau sarang tikus. Waktu penyemprotan dilakukan pagi dan sore dengan jarak minimal 14 hari sekali (4 sampai dengan 6 kali aplikasi). (rga)

Berita Terbaru

Siap Mengawal Aspirasi dan Tangani Karhutla, Kapolda Sulbar Cek Langsung Kesiapan Personel dan Sarpras

Siap Mengawal Aspirasi dan Tangani Karhutla, Kapolda Sulbar Cek Langsung Kesiapan Personel dan Sarpras

Senin, 19 Okt 2026 20:57 WIB

Senin, 19 Okt 2026 20:57 WIB

POLDA SULBAR- Kesiapan melindungi masyarakat dimulai dari personel yang terlatih dan peralatan yang siap digunakan. Semangat tersebut mendasari pengecekan…

Hadir Saat Warga Membutuhkan, Kapolda Sulbar Pastikan Kesiapan Pelayanan di Polresta Mamuju

Hadir Saat Warga Membutuhkan, Kapolda Sulbar Pastikan Kesiapan Pelayanan di Polresta Mamuju

Senin, 19 Okt 2026 20:55 WIB

Senin, 19 Okt 2026 20:55 WIB

MAMUJU – Setiap warga yang datang ke kantor polisi membawa harapan untuk didengar, dibantu, dan mendapatkan perlindungan. Harapan itulah yang menjadi semangat k…

Kapolda Sulbar dan Jajaran Pejabat Utama Turun Langsung Atur Lalu Lintas dan Sapa Masyarakat

Kapolda Sulbar dan Jajaran Pejabat Utama Turun Langsung Atur Lalu Lintas dan Sapa Masyarakat

Senin, 19 Okt 2026 15:02 WIB

Senin, 19 Okt 2026 15:02 WIB

POLDA SULBAR- Ada yang berbeda dari keramaian lalu lintas pagi di Kota Mamuju, Senin (19/10/26). Jika biasanya di setiap persimpangan jalan hanya terlihat…

Dispendik Surabaya Imbau SD-SMP Manfaatkan Destinasi Lokal untuk Outing Class

Dispendik Surabaya Imbau SD-SMP Manfaatkan Destinasi Lokal untuk Outing Class

Senin, 19 Okt 2026 14:58 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:58 WIB

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengimbau sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) mengoptimalkan destinasi wisata edukasi dan ruang…

KPK: Pejabat BNPB Diduga Terima Suap Rp2,38 Miliar dan Emas 325 Gram

KPK: Pejabat BNPB Diduga Terima Suap Rp2,38 Miliar dan Emas 325 Gram

Senin, 19 Okt 2026 14:55 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:55 WIB

JAKARTA- KPK mengungkap dugaan penerimaan suap oleh pejabat BNPB terkait pengadaan yang menggunakan DSP kebencanaan. Suap tersebut diduga diterima dalam bentuk …

Hari Santri 2026, PKB Kota Surabaya Ajak Santri dan Santriwati Jaga Tradisi Pesantren dan Keutuhan Negeri

Hari Santri 2026, PKB Kota Surabaya Ajak Santri dan Santriwati Jaga Tradisi Pesantren dan Keutuhan Negeri

Senin, 19 Okt 2026 14:04 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:04 WIB

SURABAYA – Menjelang peringatan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2026, Ketua DPC PKB Kota Surabaya Muhammad Faridz Afif atau Gus Afif mengajak seluruh s…