Bernilai Arsitektur Tinggi, BPCB Trowulan Kaji Pemugaran Candi Gayatri di Tulungagung

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

BACASAJA.ID- Pihak BPCB (Balai Pelestarian Cagar Budaya) Trowulan melakukan kajian kelayakan pemugaran candi Gayatri yang berada di Desa/Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung.

Kajian ini sebagai langkah awal untuk melakukan pemugaran terhadap candi era Kerajaan Majapahit tersebut.

Candi Budha ini merupakan perabuan nenek Hayam Wuruk, Gayatri. Candi inipun dinamakan sesuai namanya.

Menurut informasi sejarah dibangun pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk (1359 s/d 1389 M).

Gayatri adalah salah satu dari keempat anak raja Kertanegara (Singosari) yang kemudian diwakili Raden Wijaya (Majapahit).

Pada masa hidupnya, Gayatri terkenal sebagai pendeta wanita Budha (Bhiksumi) kerajaan Majapahit dengan gelar Rajapadmi.

Kondisi candi bagian atas sudah tidak tampak bentuk aslinya. Patung Budha di bagian tengah candi juga hilang kepala dan lengannya.

Dua candi Perwara (pendamping) juga dalam kondisi serupa. Namun kondisi kaki candi induk dan candi Perwara di bagian Utara masih utuh.

Di bangunan induk candi terdapat 7 umpak dengan dua umpak berangka tahun 1291 C (1369 M) dan 1322 C (1389 M).

Tekno Arkeologi Kegiatan Pelaksanaan Kajian Kelayakan Pemugaran, Iwan Tarwanto di lokasi menjelaskan ada 3 hal yang dikaji.

“Nilai penting candi Gayatri berupa nilai arsitektural, struktural maupun tata letak bangunan,” jelas Iwan, Jum’at (2/7/21).

Hasil dari kegiatan ini akan mengerucut layak tidaknya bangunan candi ini untuk kajian teknis untuk dilakukan pemugaran.

Hasil kajian sementara, secara teknis bangunan candi ini masih stabil, terlihat dari kaki candi yang masih utuh dan bata penyusun kaki candi relatif masih lengkap.

“Untuk dilakukan pemugaran, acuan yang dipakai masih bisa,” terangnya.

Proses kajian dilakukan selama 10 hari. Hari ini sudah memasuki hari ke 4 kajian pemugaran. Selama 4 hari kajian ini pihaknya sudah melakukan pengukuran dimensi candi.

“Kita input data baik secara literatur maupun input data dari hasil dilapangan,” katanya.

Hasil kajian akan dilaporkan ke BPCB Trowulan. Selanjutnya akan dinilai kelayakan dilakukan kajian teknis. Jika layak maka candi ini akan dilakukan pemugaran.

Meski demikian, pihaknya tak bisa memastikan waktu dilakukan pemugaran, mengingat penilaian hasil kajian bisa memakan waktu bertahun-tahun.

“Kita belum tahu, karena seperti Candi Mirigambar yang dipugar tahun ini, kajian tekhnisnya sudah dilakukan tahun 2015,” paparnya.

Candi ini ditemukan kembali oleh masyarakat pada tahun 1914 dalam timbunan tanah.

Candi Boyolangu berada di tengah pemukiman penduduk di wilayah Dusun Dadapan, Desa Boyolangu, kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung.

Bangunan induk perwara terdiri dari dua teras berundak yang hanya tinggal bagian kakinya.

Bentuk bangunan berdenah bujur sangkar dengan panjang dan lebar 11,40 m dengan sisa ketinggian kurang lebih 2,30 m (dengan mengambil sisi selatan). (Noyo/JP).

Berita Terbaru

Dukung Penuntasan Dugaan Korupsi KBS, Wali Kota Eri: Proses Hukum Harus Transparan

Dukung Penuntasan Dugaan Korupsi KBS, Wali Kota Eri: Proses Hukum Harus Transparan

Kamis, 23 Jul 2026 21:18 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 21:18 WIB

SURABAYA - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan dukungannya terhadap langkah Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) dalam menangani dugaan korupsi …

Internalisasi Polantas KARIB, Rakernis Polda Kalsel 2026 Hadirkan Motivator Nasional

Internalisasi Polantas KARIB, Rakernis Polda Kalsel 2026 Hadirkan Motivator Nasional

Kamis, 23 Jul 2026 21:10 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 21:10 WIB

BANJARMASIN— Penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu fokus utama dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Bidang Lalu Lintas Tahun Anggaran 2026 yang …

Hari Anak Nasional 2026, Armuji: Anak Terlindungi adalah Investasi Masa Depan Bangsa

Hari Anak Nasional 2026, Armuji: Anak Terlindungi adalah Investasi Masa Depan Bangsa

Kamis, 23 Jul 2026 21:06 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 21:06 WIB

SURABAYA – Memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang jatuh pada 23 Juli, Wakil Wali Kota Surabaya Armuji mengajak seluruh elemen masyarakat untuk m…

Lutfiyah: Hari Anak Nasional Momentum Perkuat Surabaya Kota Layak Anak

Lutfiyah: Hari Anak Nasional Momentum Perkuat Surabaya Kota Layak Anak

Kamis, 23 Jul 2026 16:24 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 16:24 WIB

SURABAYA – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen mewujudkan Surabaya sebagai Kota Layak Anak. Hal itu disampaikan …

Wakapolda Sulbar Cek Alat Khusus Ditintelkam: Dorong Transformasi Pelayanan Berbasis Teknologi Informasi

Wakapolda Sulbar Cek Alat Khusus Ditintelkam: Dorong Transformasi Pelayanan Berbasis Teknologi Informasi

Kamis, 23 Jul 2026 13:38 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 13:38 WIB

Cek Peralatan Khusus Ditintelkam, Wakapolda Tekankan Pentingnya Transformasi Pelayanan Berbasis IT…

Sinergi Polantas Sulbar dan Babinsa: Bersama Wujudkan Generasi Muda yang Tertib dan Aman di Jalan Raya

Sinergi Polantas Sulbar dan Babinsa: Bersama Wujudkan Generasi Muda yang Tertib dan Aman di Jalan Raya

Kamis, 23 Jul 2026 13:26 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 13:26 WIB

POLDA SULBAR - Untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban lalu lintas yang berkelanjutan, Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Barat kali ini menjalin sinergi …