BACASAJA.ID - Banjir rob merendam pemukiman di Pantai Sidem di Desa Besole, Kecamatan Besuki, Tulungagung, Kamis (12/8/21) sekitar pukul 09.30 WIB.
Warga di sekitar Pantai Sidem panik, lantaran ketinggian air melebihi biasanya. Sebenarnya warga sekitar sudah terbiasa dengan luapan air laut, namun ketinggiannya tak seperti rob kali ini.
“Sebelumnya juga ada peringatan dari BMKG atau dari instansi lain yang terkait. Tiba-tiba rob datang tanpa diprediksi,” terang Sumaryanto, Ketua Pokdarwis Pantai Sidem.
Banjir rob biasa terjadi saat bulan purnama. Rob yang terjadi hanya menjangkau warung di pinggir pantai.
Rob yang terjadi saat ini, masuk lebih ke dalam, hingga menjangkau pemukiman warga. Beruntung, tak ada kerusakan dan korban jiwa.
“Tadi ada mobil yang akan keluar rumah juga terjebak di rob, karena jaraknya sekitar 30 meter dari bibir pantai. Tapi sepertinya tidak sampai rusak,” sambung Sumaryanto.
Rob di Sidem sempat melanda 5 Rt di RW.8 Dusun Sidem, dengan 265 keluarga. Sejauh ini belum ada laporan lengkap akibat kejadian ini. Warga tidak mengungsi, lantaran sudah terbiasa dengan rob.
“Rob memang biasa terjadi, tapi biasanya sudah diprediksi. Cuma hari ini tanpa peringatan sama sekali,” tandasnya.
Selain di Sidem, rob juga melanda Pantai Gemah, pantai lain yang ada di Teluk Popoh. Meski tak mencapai pemukiman dan warung, rob di Gemah meninggalkan sampah di sepanjang garis pantai.
Sampah ini berasal dari saluran pencegah banjir, Parit Raya dari Trenggalek dan Parit Agung dari Tulungagung. Selanjutnya saluran itu bertemu di Pantai Popoh setelah melalui Terowongan Niyama.
Ombak kemudian membawa aneka sampah dari sungai ini berserakan di sepanjang pantai di Teluk Popoh. (t.ag/JP/rg4).
Editor : Redaksi